Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 405
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Pengurusan jenazah dan takziah · Bait 405 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
بالسدر في الأولى
dengan bidara pada basuhan pertama
وبالكافور الصلب
serta kapur barus padat
والآكد في الأخير
dan lebih ditekankan pada yang terakhir
Terjemahan bait 405

Dengan bidara pada basuhan pertama; serta kapur barus padat; dan lebih ditekankan pada yang terakhir.

Syarah · keterangan lengkap

Sarana kebersihan

Daun bidara disebut sebagai bahan bantu pembersihan dalam tata mandi jenazah. Syarah membedakan penggunaan bahan pembersih dari pembasuhan dengan air yang memenuhi ketentuan bersuci.

Basuhan terakhir

Kapur barus dianjurkan terutama pada basuhan terakhir dengan kadar yang tidak merusak sifat air menurut ketentuannya. Penyebutan bahan bukan izin mencampur sembarang zat tanpa mengetahui kesesuaian dan cara penggunaannya.

Penerapan

Petugas terlatih mengutamakan kebersihan dan penghormatan tubuh. Bila setelah mandi keluar najis, syarah membahas membersihkan najisnya; tidak otomatis mengulang seluruh pemandian hanya karena satu bagian perlu dibersihkan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 111. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

في الأولى في الأخير

Keterangan urutan basuhan pertama dan terakhir, bukan dua ibadah yang berbeda.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

الأخير

Akar
أ خ ر
Pola / bentuk
فَعِيل

Sifat yang terakhir dalam urutan.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan pengurusan jenazah dan takziah. Baca bersama bait 404 dan 406 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Daun bidara disebut sebagai bahan bantu pembersihan dalam tata mandi jenazah.
  2. Kapur barus dianjurkan terutama pada basuhan terakhir dengan kadar yang tidak merusak sifat air menurut ketentuannya.
Contoh penerapan

Keadaan

Petugas terlatih mengutamakan kebersihan dan penghormatan tubuh.

Cara memahami

Bila setelah mandi keluar najis, syarah membahas membersihkan najisnya; tidak otomatis mengulang seluruh pemandian hanya karena satu bagian perlu dibersihkan.

Batas penerapan

Kapur barus dianjurkan terutama pada basuhan terakhir dengan kadar yang tidak merusak sifat air menurut ketentuannya. Penyebutan bahan bukan izin mencampur sembarang zat tanpa mengetahui kesesuaian dan cara penggunaannya.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Sahih al-Bukhari 1239

Riwayat sahih. Petikan Arab dicocokkan dengan teks sumber bernomor; uraian Indonesia disusun sendiri. Petikan bukan seluruh matan hadis.

Baca petikan Arab

أمرنا باتباع الجنائز وعيادة المريض وإجابة الداعي ونصر المظلوم

Inti makna

Riwayat menyebut tuntunan sosial termasuk mengikuti jenazah, menjenguk yang sakit, memenuhi undangan, dan membantu yang dizalimi.

Kaitan dengan bait

Hadis menyebut kewajiban sosial mengikuti jenazah. Rincian mandi, kafan, salat, penguburan, dan takziah dijelaskan pada halaman syarah yang ditautkan.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 405: daun bidara dan kapur barus.

Lihat pembahasan jawaban

Daun bidara disebut sebagai bahan bantu pembersihan dalam tata mandi jenazah. Syarah membedakan penggunaan bahan pembersih dari pembasuhan dengan air yang memenuhi ketentuan bersuci. Kapur barus dianjurkan terutama pada basuhan terakhir dengan kadar yang tidak merusak sifat air menurut ketentuannya. Penyebutan bahan bukan izin mencampur sembarang zat tanpa mengetahui kesesuaian dan cara penggunaannya.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

بالسدر في الأولى

dengan bidara pada basuhan pertama

وبالكافور الصلب

serta kapur barus padat

والآكد في الأخير

dan lebih ditekankan pada yang terakhir

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

بالسِّدْرِ في الأُولَى وبالكَافُورِ

Buka penggal 2

الصُّلْبِ والآكَدُ في الأَخِيرِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 405 — Daun bidara dan kapur barusNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan