Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Pengurusan jenazah dan takziah · Bait 406 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- وذكر كفن
- dan laki-laki dikafani
- في عراض ثلاثة لفائف بياض
- dalam tiga lembar pembungkus yang lebar dan putih
Terjemahan bait 406
Dan laki-laki dikafani; dalam tiga lembar pembungkus yang lebar dan putih.
Syarah · keterangan lengkap
Bentuk yang dianjurkan
Tiga lembar kain putih yang cukup lebar merupakan bentuk kafan laki-laki yang dianjurkan. Kain membungkus tubuh dengan layak, bukan sekadar memenuhi jumlah tetapi tidak menutup dengan baik.
Minimal dan kesempurnaan
Ketentuan minimal kafan dibedakan dari jumlah sunah. Keterbatasan kain tidak boleh menghalangi pengurusan sama sekali; pihak yang mengurus memenuhi kewajiban sesuai kemampuan dan rincian fikih.
Tidak berlebihan
Syarah memakruhkan berlebih-lebihan dalam kafan. Penghormatan bukan diukur dari harga bahan, sementara hak biaya pengurusan, utang, dan harta peninggalan harus ditata dengan benar.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 112. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
ثلاثة لفائف
ثلاثة bilangan; لفائف yang dihitung dalam susunan idhafah.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan pengurusan jenazah dan takziah. Baca bersama bait 405 dan 407 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Tiga lembar kain putih yang cukup lebar merupakan bentuk kafan laki-laki yang dianjurkan.
- Ketentuan minimal kafan dibedakan dari jumlah sunah.
Contoh penerapan
Keadaan
Syarah memakruhkan berlebih-lebihan dalam kafan.
Cara memahami
Penghormatan bukan diukur dari harga bahan, sementara hak biaya pengurusan, utang, dan harta peninggalan harus ditata dengan benar.
Batas penerapan
Ketentuan minimal kafan dibedakan dari jumlah sunah. Keterbatasan kain tidak boleh menghalangi pengurusan sama sekali; pihak yang mengurus memenuhi kewajiban sesuai kemampuan dan rincian fikih.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Sahih al-Bukhari 1239
Riwayat sahih. Petikan Arab dicocokkan dengan teks sumber bernomor; uraian Indonesia disusun sendiri. Petikan bukan seluruh matan hadis.
Baca petikan Arab
أمرنا باتباع الجنائز وعيادة المريض وإجابة الداعي ونصر المظلوم
Inti makna
Riwayat menyebut tuntunan sosial termasuk mengikuti jenazah, menjenguk yang sakit, memenuhi undangan, dan membantu yang dizalimi.
Kaitan dengan bait
Hadis menyebut kewajiban sosial mengikuti jenazah. Rincian mandi, kafan, salat, penguburan, dan takziah dijelaskan pada halaman syarah yang ditautkan.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 406: tiga lembar kain putih bagi laki-laki.
Lihat pembahasan jawaban
Tiga lembar kain putih yang cukup lebar merupakan bentuk kafan laki-laki yang dianjurkan. Kain membungkus tubuh dengan layak, bukan sekadar memenuhi jumlah tetapi tidak menutup dengan baik. Ketentuan minimal kafan dibedakan dari jumlah sunah. Keterbatasan kain tidak boleh menghalangi pengurusan sama sekali; pihak yang mengurus memenuhi kewajiban sesuai kemampuan dan rincian fikih.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وذكر كفن
dan laki-laki dikafani
في عراض ثلاثة لفائف بياض
dalam tiga lembar pembungkus yang lebar dan putih
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
وذَكَرٌ كُفِّنَ في عِرَاضِ
Buka penggal 2
ثلاثةٍ لفائِفٍ بِيَاضِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 406 — Tiga lembar kain putih bagi laki-lakiNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.