Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Nabi, sahabat, imam, dan wali · Bait 41 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- وما جرى
- dan apa yang terjadi
- بين الصحاب
- di antara para sahabat
- نسكت عنه
- kita menahan diri darinya
- وأجر الاجتهاد
- dan pahala ijtihad
- نثبت
- kita menetapkan
Terjemahan bait 41
Apa yang terjadi di antara para sahabat, kita menahan diri membicarakannya [dengan celaan], dan kita menetapkan pahala ijtihad.
Syarah · keterangan lengkap
Maksud menahan diri
Pengarang mengajarkan sikap terhadap perselisihan yang terjadi di antara sahabat: tidak menjadikannya bahan penghinaan, kebencian, atau perburuan aib. Menahan diri bukan larangan mutlak mempelajari sejarah. Penelitian yang cermat, pemilahan riwayat, dan pemahaman konteks tetap berbeda dari menyebarkan cerita provokatif tanpa pemeriksaan.
Pahala ijtihad
Ijtihad adalah usaha sungguh-sungguh oleh orang yang memiliki kemampuan untuk mencapai penilaian yang benar. Dalam pembahasan ini, niat dan usaha sahabat dipahami dengan prasangka baik serta penjelasan para ulama. Penetapan pahala ijtihad tidak berarti dua keputusan yang bertentangan selalu sama-sama tepat dalam hasil, atau semua tindakan yang mengatasnamakan agama otomatis ijtihad yang sah.
Adab belajar sejarah
Pisahkan fakta yang kuat, riwayat yang diperselisihkan, dan interpretasi penulis. Jangan menisbahkan ucapan kepada seorang sahabat hanya karena tercantum di media sosial. Keutamaan mereka tidak menghapus kebutuhan memeriksa sumber, sedangkan adanya kesalahan manusiawi tidak membenarkan penghinaan. Pelajar dapat mengambil hikmah tentang kehati-hatian mengambil keputusan, bahaya fitnah, dan pentingnya rekonsiliasi. Pembahasan diarahkan pada kematangan ilmu serta penghormatan, bukan memperpanjang permusuhan antarpembaca.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 15. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
وما جرى بين الصحاب نسكت عنه
ما isim maushul sebagai mubtada; جرى shilah, dengan peristiwa sebagai pelaku yang dipahami. بين الصحاب zharaf dan mudhaf ilaih. نسكت عنه kalimat khabar; ه kembali kepada peristiwa yang ditunjuk ما.
وأجر الاجتهاد نثبت
أجرَ objek نثبت yang didahulukan; الاجتهادِ mudhaf ilaih. نثبتُ fi‘il mudhari‘ dengan pelaku نحن. Pendahuluan objek menonjolkan apa yang ditegaskan: pahala ijtihad sesuai syaratnya.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait 40 membahas urusan kepemimpinan; bait ini mengatur adab berbicara tentang konflik para sahabat. Makna ijtihad terhubung pula dengan bait 38.
Intisari & faedah
- Pembahasan sejarah dijaga dari celaan tanpa ilmu.
- Pengakuan pahala ijtihad dibaca bersama persyaratan dan konteksnya.
Contoh penerapan
Keadaan
Pelajar menerima potongan cerita konflik sahabat melalui pesan berantai.
Cara memahami
Ia memeriksa sumber dan menahan diri dari ucapan yang merendahkan.
Batas penerapan
Adab tidak melarang kajian sejarah yang teliti; yang dihindari ialah klaim serampangan dan permusuhan.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
QS Al-Hashr 59:10
Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.
Baca teks ayat
وَٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَٰنِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّۭا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌۭ رَّحِيمٌ
Inti makna
Orang beriman yang datang kemudian berdoa memohon ampun bagi diri dan saudara yang mendahului dalam iman, serta memohon hati yang bersih dari kedengkian.
Kaitan dengan bait
Ayat mengajarkan doa ampunan bagi orang beriman yang mendahului dan hati yang bersih dari kedengkian kepada mereka.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Kata ganti ه pada عنه kembali kepada apa?
Lihat pembahasan jawaban
Kepada peristiwa yang ditunjuk oleh ما جرى بين الصحاب, bukan kepada seorang sahabat tertentu.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وما جرى
dan apa yang terjadi
بين الصحاب
di antara para sahabat
نسكت عنه
kita menahan diri darinya
وأجر الاجتهاد
dan pahala ijtihad
نثبت
kita menetapkan
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
وما جَرَى بين الصَّحَابِ نَسْكُتُ
Buka penggal 2
عنه وأجرَ الاجتِهَادِ نُثْبِتُ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 41 — Adab membahas perselisihan para sahabatNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.