Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 419
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Dasar zakat dan jenis harta · Bait 419 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وشرطه النصاب
dan syaratnya nisab
إذ يشتد حب
ketika biji mengeras
وزهو في الثمار يبدو
serta tanda kematangan buah mulai tampak
Terjemahan bait 419

Dan syaratnya nisab; ketika biji mengeras; serta tanda kematangan buah mulai tampak.

Syarah · keterangan lengkap

Tidak menunggu haul seperti uang

Hasil bumi mempunyai waktu kewajiban yang terkait perkembangan panen, bukan harus disimpan setahun seperti zakat uang. Biji yang mulai mengeras dan buah yang mulai layak menjadi penanda dalam syarah.

Nisab tetap dinilai

Mulainya kewajiban berbeda dari bentuk hasil yang dipakai mengukur nisab dan membayar. Kadar kering dan bersih diterangkan pada 438–440 agar berat basah tidak langsung disamakan dengan hasil siap simpan.

Penerapan

Petani mencatat jenis dan hasil panen yang relevan. Menghitung zakat tidak hanya melihat luas lahan; hasil, nisab, serta cara pengairan perlu diperhatikan bersama.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 116. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

إذ يشتد حب

إذ keterangan waktu; يشتد fi‘il; حب fa‘il.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

يشتد

Akar
ش د د
Pola / bentuk
يَفْتَعِلُ dengan idgham

Mudhari‘ اشتدّ, menjadi keras atau kuat.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan dasar zakat dan jenis harta. Baca bersama bait 418 dan 420 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Hasil bumi mempunyai waktu kewajiban yang terkait perkembangan panen, bukan harus disimpan setahun seperti zakat uang.
  2. Mulainya kewajiban berbeda dari bentuk hasil yang dipakai mengukur nisab dan membayar.
Contoh penerapan

Keadaan

Petani mencatat jenis dan hasil panen yang relevan.

Cara memahami

Menghitung zakat tidak hanya melihat luas lahan; hasil, nisab, serta cara pengairan perlu diperhatikan bersama.

Batas penerapan

Mulainya kewajiban berbeda dari bentuk hasil yang dipakai mengukur nisab dan membayar. Kadar kering dan bersih diterangkan pada 438–440 agar berat basah tidak langsung disamakan dengan hasil siap simpan.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-Qur’an 9:103

Surah At-Tawba, ayat 103. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.

Baca teks ayat

خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةًۭ تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌۭ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Inti makna

Pengambilan zakat dari harta menjadi sarana penyucian; Nabi diperintahkan pula mendoakan mereka.

Kaitan dengan bait

Ayat mendasari pengambilan zakat untuk penyucian. Jenis harta, nisab, kadar, haul, dan fitrah pada bait ini ditetapkan melalui hadis dan rincian syarah, bukan seluruhnya tercantum pada ayat ini.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 419: saat kewajiban hasil bumi mulai terkait.

Lihat pembahasan jawaban

Hasil bumi mempunyai waktu kewajiban yang terkait perkembangan panen, bukan harus disimpan setahun seperti zakat uang. Biji yang mulai mengeras dan buah yang mulai layak menjadi penanda dalam syarah. Mulainya kewajiban berbeda dari bentuk hasil yang dipakai mengukur nisab dan membayar. Kadar kering dan bersih diterangkan pada 438–440 agar berat basah tidak langsung disamakan dengan hasil siap simpan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وشرطه النصاب

dan syaratnya nisab

إذ يشتد حب

ketika biji mengeras

وزهو في الثمار يبدو

serta tanda kematangan buah mulai tampak

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وشَرْطُهُ النِّصَابُ إذْ يَشْتَدُّ

Buka penggal 2

حَبٌّ وزَهْوٌ في الثِّمَارِ يَبْدُو

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 419 — Saat kewajiban hasil bumi mulai terkaitNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan