Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Karunia, takdir, dan akhir kehidupan · Bait 42 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- فرض على الناس
- wajib atas manusia
- إمام ينصبوا
- mereka mengangkat seorang pemimpin
- وما على الإله
- dan tidak ada atas Allah
- شيء يجب
- sesuatu yang menjadi kewajiban [karena paksaan pihak lain]
Terjemahan bait 42
Wajib atas manusia mengangkat seorang pemimpin; dan tidak ada sesuatu pun yang wajib [dibebankan makhluk] atas Allah.
Syarah · keterangan lengkap
Dua pokok dalam satu bait
Penggal pertama membahas kemasyarakatan: kehidupan bersama memerlukan kepemimpinan agar hak, keadilan, dan urusan umum terpelihara. Dalam fikih klasik, pengangkatan pemimpin dibahas sebagai kewajiban kolektif. Redaksi nazam padat; kata imam menunjuk pemimpin umum dalam konteks ini, bukan hanya imam salat. Bait tidak merinci tata kelola atau seluruh prosedur politik.
Kewajiban manusia berbeda dari sifat Allah
Penggal kedua berpindah ke akidah. Makhluk berada di bawah tuntunan Allah, sedangkan Allah tidak diperintah oleh otoritas lain yang lebih tinggi. Tidak ada pihak luar yang membuat Allah berutang atau memaksa-Nya melakukan sesuatu. Inilah maksud tidak ada yang wajib atas Allah dalam pembahasan ilmu kalam pengarang.
Janji Allah tetap benar
Pernyataan tersebut tidak berarti janji Allah boleh dianggap palsu. Apa yang Allah janjikan benar karena kesempurnaan-Nya, bukan karena makhluk memiliki kuasa memaksa. Ketika wahyu menyebut rahmat yang Allah tetapkan atas diri-Nya, itu merupakan kemurahan dan ketetapan-Nya sendiri. Seorang hamba boleh yakin pada janji Allah sambil tetap rendah hati: amal bukan kontrak yang menjadikannya penguasa atas Tuhan. Bait berikut menerangkan hubungan karunia, keadilan, dan balasan.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 15. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
فرض على الناس إمام ينصبوا
Susunan nazam sangat padat. Untuk latihan struktur, uraikan maknanya menjadi: فَرْضٌ عَلَى النَّاسِ أَنْ يَنْصِبُوا إِمَامًا. فرض khabar didahulukan, على الناس melengkapinya, dan أن ينصبوا menjadi masdar muawwal sebagai mubtada yang diakhirkan; إمامًا objek dalam susunan prosa ini. Ini takdir makna, bukan perubahan diam-diam harakat matan.
وما على الإله شيء يجب
ما menafikan. شيءٌ mubtada, يجبُ kalimat khabarnya, dan على الإله melengkapi hubungan kewajiban. Artinya tidak ada pihak di luar Allah yang membebankan kewajiban kepada-Nya.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Penggal pertama menyelesaikan tema kepemimpinan pada bait 40–41. Penggal kedua menjadi jembatan ke sifat perbuatan Allah dan balasan amal pada bait 43–46.
Intisari & faedah
- Kepemimpinan dibahas untuk pemeliharaan urusan bersama.
- Allah tidak berada di bawah otoritas makhluk yang dapat memaksa-Nya.
Contoh penerapan
Keadaan
Seseorang menyangka amal baik membuatnya berhak memerintah Allah memberikan hasil tertentu.
Cara memahami
Ia yakin kepada janji Allah sambil tetap menyadari dirinya sebagai hamba.
Batas penerapan
Kebenaran janji Allah tidak bersumber dari kekuasaan manusia atas-Nya.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
QS Al-Anbiyaa 21:23
Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.
Baca teks ayat
لَا يُسْـَٔلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْـَٔلُونَ
Inti makna
Allah tidak dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan-Nya, sedangkan makhluk akan dimintai pertanggungjawaban.
Kaitan dengan bait
Penguat penggal kedua: Allah tidak dimintai pertanggungjawaban oleh otoritas yang lebih tinggi, sedangkan makhluk dimintai pertanggungjawaban.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Mengapa susunan prosa ditampilkan dalam bagian i‘rab bait ini?
Lihat pembahasan jawaban
Untuk memperlihatkan hubungan kewajiban, pelaku pengangkatan, dan objeknya pada nazam yang sangat ringkas; bukan mengklaim bahwa prosa itu redaksi asli bait.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
فرض على الناس
wajib atas manusia
إمام ينصبوا
mereka mengangkat seorang pemimpin
وما على الإله
dan tidak ada atas Allah
شيء يجب
sesuatu yang menjadi kewajiban [karena paksaan pihak lain]
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
فرضٌ على النَّاس إِمَامٌ يَنْصِبُوا
Buka penggal 2
وما على الإلهِ شيءٌ يَجِبُ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 42 — Kebutuhan kepemimpinan dan Allah tidak dibebani makhlukNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.