Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Nisab dan zakat unta · Bait 422 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- في الخمس والعشرين بنت للمخاض
- pada dua puluh lima: seekor bint makhadh
- وفي الثلاثين وست افتراض
- dan pada tiga puluh enam kewajibannya
Terjemahan bait 422
Pada dua puluh lima: seekor bint makhadh; dan pada tiga puluh enam kewajibannya.
Syarah · keterangan lengkap
Bint makhadh
Dua puluh lima sampai tiga puluh lima unta mewajibkan satu unta betina yang genap setahun dan memasuki tahun kedua. Nama kategori ini dijelaskan melalui keadaan induknya, bukan syarat setiap induk benar-benar hamil.
Perubahan dari kambing
Mulai nisab ini kewajiban utama berpindah dari kambing ke kategori umur unta. Jangan meneruskan aturan satu kambing setiap lima setelah memasuki tingkat dua puluh lima.
Sambungan berikut
Angka tiga puluh enam pada akhir bait membuka kategori bint labun yang disebut 423. Membaca dua bait bersama mencegah mengira angka itu masih memakai bint makhadh.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 117. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
في الخمس والعشرين
في mengawali keadaan jumlah; bilangan menunjukkan dua puluh lima.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan nisab dan zakat unta. Baca bersama bait 421 dan 423 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Dua puluh lima sampai tiga puluh lima unta mewajibkan satu unta betina yang genap setahun dan memasuki tahun kedua.
- Mulai nisab ini kewajiban utama berpindah dari kambing ke kategori umur unta.
Contoh penerapan
Keadaan
Angka tiga puluh enam pada akhir bait membuka kategori bint labun yang disebut 423.
Cara memahami
Membaca dua bait bersama mencegah mengira angka itu masih memakai bint makhadh.
Batas penerapan
Mulai nisab ini kewajiban utama berpindah dari kambing ke kategori umur unta. Jangan meneruskan aturan satu kambing setiap lima setelah memasuki tingkat dua puluh lima.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Al-Qur’an 9:103
Surah At-Tawba, ayat 103. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.
Baca teks ayat
خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةًۭ تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌۭ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Inti makna
Pengambilan zakat dari harta menjadi sarana penyucian; Nabi diperintahkan pula mendoakan mereka.
Kaitan dengan bait
Ayat mendasari pengambilan zakat untuk penyucian. Jenis harta, nisab, kadar, haul, dan fitrah pada bait ini ditetapkan melalui hadis dan rincian syarah, bukan seluruhnya tercantum pada ayat ini.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 422: dua puluh lima unta dan awal tingkat berikutnya.
Lihat pembahasan jawaban
Dua puluh lima sampai tiga puluh lima unta mewajibkan satu unta betina yang genap setahun dan memasuki tahun kedua. Nama kategori ini dijelaskan melalui keadaan induknya, bukan syarat setiap induk benar-benar hamil. Mulai nisab ini kewajiban utama berpindah dari kambing ke kategori umur unta. Jangan meneruskan aturan satu kambing setiap lima setelah memasuki tingkat dua puluh lima.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
في الخمس والعشرين بنت للمخاض
pada dua puluh lima: seekor bint makhadh
وفي الثلاثين وست افتراض
dan pada tiga puluh enam kewajibannya
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
في الخَمسِ والعشرينَ بِنْتٌ للمَخَاضْ
Buka penggal 2
وفي الثلاثينَ وسِتِّ افتِرَاضْ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 422 — Dua puluh lima unta dan awal tingkat berikutnyaNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.