Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 426
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Nisab dan zakat unta · Bait 426 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
ثلاثة البنات من لبون
tiga unta betina bint labun
بنت اللبون كل أربعين
satu bint labun untuk setiap empat puluh
Terjemahan bait 426

Tiga unta betina bint labun; satu bint labun untuk setiap empat puluh.

Syarah · keterangan lengkap

Menyelesaikan angka sebelumnya

Pada seratus dua puluh satu sampai seratus dua puluh sembilan, kewajibannya tiga bint labun. Pernyataan ini menyelesaikan angka pada akhir 425 sebelum masuk pola kelipatan berikutnya.

Gabungan empat puluh dan lima puluh

Untuk jumlah lebih tinggi, kelompok empat puluh memakai bint labun dan kelompok lima puluh memakai hiqqah pada 427. Keduanya digunakan bersama sesuai pembagian jumlah, bukan memilih salah satunya tanpa menghitung.

Contoh

Seratus tiga puluh dapat dibagi empat puluh, empat puluh, dan lima puluh. Kewajibannya dua bint labun serta satu hiqqah, bukan tiga bint labun terus-menerus untuk semua jumlah.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 118. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

كل أربعين

كل mudhaf kepada أربعين, menyatakan tiap kelompok empat puluh.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

البنات

Akar
ب ن و
Pola / bentuk
Jamak بنت

Anak-anak perempuan; menunjuk unta betina pada kategori yang disebut.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan nisab dan zakat unta. Baca bersama bait 425 dan 427 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Pada seratus dua puluh satu sampai seratus dua puluh sembilan, kewajibannya tiga bint labun.
  2. Untuk jumlah lebih tinggi, kelompok empat puluh memakai bint labun dan kelompok lima puluh memakai hiqqah pada 427.
Contoh penerapan

Keadaan

Seratus tiga puluh dapat dibagi empat puluh, empat puluh, dan lima puluh.

Cara memahami

Kewajibannya dua bint labun serta satu hiqqah, bukan tiga bint labun terus-menerus untuk semua jumlah.

Batas penerapan

Untuk jumlah lebih tinggi, kelompok empat puluh memakai bint labun dan kelompok lima puluh memakai hiqqah pada 427. Keduanya digunakan bersama sesuai pembagian jumlah, bukan memilih salah satunya tanpa menghitung.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-Qur’an 9:103

Surah At-Tawba, ayat 103. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.

Baca teks ayat

خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةًۭ تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌۭ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Inti makna

Pengambilan zakat dari harta menjadi sarana penyucian; Nabi diperintahkan pula mendoakan mereka.

Kaitan dengan bait

Ayat mendasari pengambilan zakat untuk penyucian. Jenis harta, nisab, kadar, haul, dan fitrah pada bait ini ditetapkan melalui hadis dan rincian syarah, bukan seluruhnya tercantum pada ayat ini.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 426: tiga bint labun dan kelipatan empat puluh.

Lihat pembahasan jawaban

Pada seratus dua puluh satu sampai seratus dua puluh sembilan, kewajibannya tiga bint labun. Pernyataan ini menyelesaikan angka pada akhir 425 sebelum masuk pola kelipatan berikutnya. Untuk jumlah lebih tinggi, kelompok empat puluh memakai bint labun dan kelompok lima puluh memakai hiqqah pada 427. Keduanya digunakan bersama sesuai pembagian jumlah, bukan memilih salah satunya tanpa menghitung.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

ثلاثة البنات من لبون

tiga unta betina bint labun

بنت اللبون كل أربعين

satu bint labun untuk setiap empat puluh

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

ثلاثَةُ البَنَاتِ مِن لَبُونِ

Buka penggal 2

بِنْتَ الَّلبُونِ كُلَّ أَربَعِينِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 426 — Tiga bint labun dan kelipatan empat puluhNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan