Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Zakat sapi, kambing, dan khulthah · Bait 428 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- نصاب أبقار ثلاثون
- nisab sapi tiga puluh
- وفي كل ثلاثين تبيع يقتفي
- dan pada setiap tiga puluh: seekor tabi‘ yang mengikuti induknya
Terjemahan bait 428
Nisab sapi tiga puluh; dan pada setiap tiga puluh: seekor tabi‘ yang mengikuti induknya.
Syarah · keterangan lengkap
Awal tabel sapi
Tiga puluh sapi merupakan nisab awal dengan syarat haul dan penggembalaan yang telah dijelaskan. Hewan zakatnya tabi‘, yang telah genap satu tahun dan memasuki tahun kedua.
Istilah umur
Tabi‘ dinamai melalui kebiasaan mengikuti induk. Bukan syarat bahwa hewan pembayaran harus terlihat berjalan di belakang induknya ketika diserahkan; nama tersebut menjadi penanda kategori umur.
Kelipatan berikut
Tabel sapi menggabungkan kelompok tiga puluh dan empat puluh. Enam puluh menjadi dua tabi‘, sedangkan tujuh puluh memakai satu tabi‘ dan satu musinnah yang dijelaskan berikutnya.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 118. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
نصاب أبقار ثلاثون
نصاب أبقار mubtada dalam idhafah; ثلاثون khabar berupa jumlah.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan zakat sapi, kambing, dan khulthah. Baca bersama bait 427 dan 429 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Tiga puluh sapi merupakan nisab awal dengan syarat haul dan penggembalaan yang telah dijelaskan.
- Tabi‘ dinamai melalui kebiasaan mengikuti induk.
Contoh penerapan
Keadaan
Tabel sapi menggabungkan kelompok tiga puluh dan empat puluh.
Cara memahami
Enam puluh menjadi dua tabi‘, sedangkan tujuh puluh memakai satu tabi‘ dan satu musinnah yang dijelaskan berikutnya.
Batas penerapan
Tabi‘ dinamai melalui kebiasaan mengikuti induk. Bukan syarat bahwa hewan pembayaran harus terlihat berjalan di belakang induknya ketika diserahkan; nama tersebut menjadi penanda kategori umur.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Al-Qur’an 9:103
Surah At-Tawba, ayat 103. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.
Baca teks ayat
خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةًۭ تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌۭ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Inti makna
Pengambilan zakat dari harta menjadi sarana penyucian; Nabi diperintahkan pula mendoakan mereka.
Kaitan dengan bait
Ayat mendasari pengambilan zakat untuk penyucian. Jenis harta, nisab, kadar, haul, dan fitrah pada bait ini ditetapkan melalui hadis dan rincian syarah, bukan seluruhnya tercantum pada ayat ini.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 428: nisab sapi tiga puluh.
Lihat pembahasan jawaban
Tiga puluh sapi merupakan nisab awal dengan syarat haul dan penggembalaan yang telah dijelaskan. Hewan zakatnya tabi‘, yang telah genap satu tahun dan memasuki tahun kedua. Tabi‘ dinamai melalui kebiasaan mengikuti induk. Bukan syarat bahwa hewan pembayaran harus terlihat berjalan di belakang induknya ketika diserahkan; nama tersebut menjadi penanda kategori umur.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
نصاب أبقار ثلاثون
nisab sapi tiga puluh
وفي كل ثلاثين تبيع يقتفي
dan pada setiap tiga puluh: seekor tabi‘ yang mengikuti induknya
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
نِصَابُ أبقارٍ ثلاثونَ وفي
Buka penggal 2
كُلِّ ثلاثينَ تَبِيعٌ يَقْتَفِي
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 428 — Nisab sapi tiga puluhNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.