Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Karunia, takdir, dan akhir kehidupan · Bait 43 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- يثيب
- Dia memberi pahala
- من أطاعه
- kepada orang yang menaati-Nya
- بفضله
- dengan karunia-Nya
- ومن يشا
- dan siapa yang Dia kehendaki
- عاقبه
- Dia menghukumnya
- بعدله
- dengan keadilan-Nya
Terjemahan bait 43
Dia memberi pahala kepada orang yang menaati-Nya dengan karunia-Nya; siapa yang Dia kehendaki, Dia hukum dengan keadilan-Nya.
Syarah · keterangan lengkap
Mengapa pahala disebut karunia?
Kemampuan melakukan ketaatan, kesempatan hidup, dan bimbingan menuju kebaikan semuanya merupakan pemberian Allah. Karena itu, hamba tidak layak merasa pahala merupakan hasil yang sepenuhnya terlepas dari kemurahan-Nya. Allah menjanjikan balasan dan janji-Nya benar, tetapi seorang yang beramal tetap mensyukuri taufik yang membuat amal tersebut mungkin dilakukan.
Keadilan dan ampunan
Hukuman dikaitkan dengan keadilan, bukan kesewenang-wenangan seperti pada makhluk yang berbuat zalim. Penggal siapa yang Dia kehendaki dipahami bersama dalil tentang dosa, tanggung jawab, dan ampunan. Bagi orang beriman yang berdosa, ada pembahasan kemungkinan diampuni atau dihukum sesuai kehendak Allah. Karena itu, kita tidak memastikan nasib akhir individu hanya berdasarkan satu dosa yang terlihat.
Dua sikap yang seimbang
Kesadaran akan karunia mencegah kesombongan; kesadaran akan pertanggungjawaban mencegah meremehkan dosa. Misalnya, seseorang yang berhasil menjaga ibadah bersyukur dan tidak menghina orang yang sedang berjuang memperbaiki diri. Ketika dirinya berdosa, ia bertobat dan memperbaiki hak yang dilanggar, bukan berputus asa atau berkata ampunan pasti datang tanpa usaha. Harap dan takut berjalan bersama, dibimbing keyakinan bahwa Allah mengetahui keadaan hamba secara sempurna.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 16. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
يثيب من أطاعه بفضله
يثيبُ fi‘il mudhari‘ dengan pelaku Allah. من maushul sebagai objek; أطاعه shilahnya, dan ه kembali kepada Allah. بفضله menerangkan bahwa balasan itu dengan karunia-Nya.
ومن يشا عاقبه بعدله
من dapat dibaca sebagai isim syarat yang menunjuk orang yang Allah kehendaki untuk dikenai balasan; يشأْ fi‘il syarat dan عاقبه jawabnya. Tulisan يشا meringankan hamzah dalam salinan nazam. بعدله menerangkan asas keadilan.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Ini penjelasan lanjutan bahwa Allah tidak dipaksa makhluk pada bait 42. Pahala dipandang sebagai karunia dan hukuman sebagai keadilan; bait 44 menerangkan ampunan.
Intisari & faedah
- Pahala tidak menjadi dasar kesombongan atas amal.
- Keadilan Allah tidak dapat disamakan dengan kezaliman manusia.
Contoh penerapan
Keadaan
Seseorang merasa ibadahnya lebih banyak sehingga merendahkan orang lain.
Cara memahami
Ia mengingat bahwa kemampuan beramal dan pahala adalah karunia Allah.
Batas penerapan
Kerendahan hati tetap berjalan bersama kesungguhan menaati perintah.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
QS An-Nisaa 4:40
Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.
Baca teks ayat
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍۢ ۖ وَإِن تَكُ حَسَنَةًۭ يُضَٰعِفْهَا وَيُؤْتِ مِن لَّدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًۭا
Inti makna
Allah tidak menzalimi sedikit pun; kebaikan dilipatgandakan dan dibalas dengan pahala yang besar.
Kaitan dengan bait
Ayat menegaskan Allah tidak menzalimi sedikit pun dan melipatgandakan kebaikan.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Apa perbedaan penekanan بفضله dan بعدله?
Lihat pembahasan jawaban
Yang pertama menekankan karunia dalam pahala, sedangkan yang kedua menekankan keadilan dalam balasan hukuman.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
يثيب
Dia memberi pahala
من أطاعه
kepada orang yang menaati-Nya
بفضله
dengan karunia-Nya
ومن يشا
dan siapa yang Dia kehendaki
عاقبه
Dia menghukumnya
بعدله
dengan keadilan-Nya
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
يُثِيبُ مَن أطاعَهُ بفَضلِه
Buka penggal 2
ومَن يَشَا عاقَبَهُ بِعَدْلِهِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 43 — Pahala sebagai karunia, hukuman dengan keadilanNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.