Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Zakat sapi, kambing, dan khulthah · Bait 430 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- وضعف عشرين نصاب الغنم
- dan dua kali dua puluh ialah nisab kambing atau domba
- شاة لها كشاة إبل النعم
- satu ekor untuknya seperti kambing pada zakat unta
Terjemahan bait 430
Dan dua kali dua puluh ialah nisab kambing atau domba; satu ekor untuknya seperti kambing pada zakat unta.
Syarah · keterangan lengkap
Batas pertama
Empat puluh sampai seratus dua puluh kambing atau domba mewajibkan satu ekor, jika syarat lainnya terpenuhi. Di bawah empat puluh tidak masuk kewajiban ternak ini.
Usia hewan pembayaran
Rujukan kepada zakat unta mengembalikan pembaca pada usia domba dan kambing pada 421. Penyebutan unta di sini menerangkan kambing yang dikeluarkan, bukan berarti zakat kambing dibayar dengan unta.
Penerapan
Pemilik tujuh puluh kambing tetap berada dalam rentang satu ekor. Angka tambahan tidak dihitung dengan persentase sampai mencapai batas berikut pada 431.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 118. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
ضعف عشرين
ضعف mudhaf kepada عشرين, dua kali dua puluh.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan zakat sapi, kambing, dan khulthah. Baca bersama bait 429 dan 431 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Empat puluh sampai seratus dua puluh kambing atau domba mewajibkan satu ekor, jika syarat lainnya terpenuhi.
- Rujukan kepada zakat unta mengembalikan pembaca pada usia domba dan kambing pada 421.
Contoh penerapan
Keadaan
Pemilik tujuh puluh kambing tetap berada dalam rentang satu ekor.
Cara memahami
Angka tambahan tidak dihitung dengan persentase sampai mencapai batas berikut pada 431.
Batas penerapan
Rujukan kepada zakat unta mengembalikan pembaca pada usia domba dan kambing pada 421. Penyebutan unta di sini menerangkan kambing yang dikeluarkan, bukan berarti zakat kambing dibayar dengan unta.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Al-Qur’an 9:103
Surah At-Tawba, ayat 103. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.
Baca teks ayat
خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةًۭ تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌۭ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Inti makna
Pengambilan zakat dari harta menjadi sarana penyucian; Nabi diperintahkan pula mendoakan mereka.
Kaitan dengan bait
Ayat mendasari pengambilan zakat untuk penyucian. Jenis harta, nisab, kadar, haul, dan fitrah pada bait ini ditetapkan melalui hadis dan rincian syarah, bukan seluruhnya tercantum pada ayat ini.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 430: nisab kambing atau domba empat puluh.
Lihat pembahasan jawaban
Empat puluh sampai seratus dua puluh kambing atau domba mewajibkan satu ekor, jika syarat lainnya terpenuhi. Di bawah empat puluh tidak masuk kewajiban ternak ini. Rujukan kepada zakat unta mengembalikan pembaca pada usia domba dan kambing pada 421. Penyebutan unta di sini menerangkan kambing yang dikeluarkan, bukan berarti zakat kambing dibayar dengan unta.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وضعف عشرين نصاب الغنم
dan dua kali dua puluh ialah nisab kambing atau domba
شاة لها كشاة إبل النعم
satu ekor untuknya seperti kambing pada zakat unta
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
وضِعْفُ عشرينَ نِصابُ الغَنَمْ
Buka penggal 2
شاةٌ لها كشاةِ إبلِ النَّعَمْ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 430 — Nisab kambing atau domba empat puluhNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.