Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 431
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Zakat sapi, kambing, dan khulthah · Bait 431 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وضعف ستين إلى واحدة شاتان
dan dua kali enam puluh ditambah satu: dua kambing
والإحدى وضعف المائة
dan satu ditambah dua kali seratus
Terjemahan bait 431

Dan dua kali enam puluh ditambah satu: dua kambing; dan satu ditambah dua kali seratus.

Syarah · keterangan lengkap

Dua ekor zakat

Seratus dua puluh satu sampai dua ratus kambing atau domba mewajibkan dua ekor. Kata satu yang menyertai dua kali enam puluh menentukan awal rentang secara tepat.

Kalimat terpotong antar-bait

Dua ratus satu pada akhir bait baru menyebut jumlah ternaknya. Kewajiban tiga ekor muncul pada awal 432, sehingga membaca bait ini sendirian dapat menimbulkan salah sambung angka.

Penerapan

Seratus dua puluh masih satu ekor; seratus dua puluh satu menjadi dua. Latihan batas seperti ini membantu pembaca mengenali tabel bertingkat tanpa menebak dari angka yang berdekatan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 118. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

شاتان

Mutsanna marfu‘ dari شاة, dua ekor kambing atau domba.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

واحدة

Akar
و ح د
Pola / bentuk
فَاعِلَة

Bilangan satu dalam bentuk feminin.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan zakat sapi, kambing, dan khulthah. Baca bersama bait 430 dan 432 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Seratus dua puluh satu sampai dua ratus kambing atau domba mewajibkan dua ekor.
  2. Dua ratus satu pada akhir bait baru menyebut jumlah ternaknya.
Contoh penerapan

Keadaan

Seratus dua puluh masih satu ekor; seratus dua puluh satu menjadi dua.

Cara memahami

Latihan batas seperti ini membantu pembaca mengenali tabel bertingkat tanpa menebak dari angka yang berdekatan.

Batas penerapan

Dua ratus satu pada akhir bait baru menyebut jumlah ternaknya. Kewajiban tiga ekor muncul pada awal 432, sehingga membaca bait ini sendirian dapat menimbulkan salah sambung angka.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-Qur’an 9:103

Surah At-Tawba, ayat 103. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.

Baca teks ayat

خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةًۭ تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌۭ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Inti makna

Pengambilan zakat dari harta menjadi sarana penyucian; Nabi diperintahkan pula mendoakan mereka.

Kaitan dengan bait

Ayat mendasari pengambilan zakat untuk penyucian. Jenis harta, nisab, kadar, haul, dan fitrah pada bait ini ditetapkan melalui hadis dan rincian syarah, bukan seluruhnya tercantum pada ayat ini.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 431: seratus dua puluh satu dan dua ratus satu.

Lihat pembahasan jawaban

Seratus dua puluh satu sampai dua ratus kambing atau domba mewajibkan dua ekor. Kata satu yang menyertai dua kali enam puluh menentukan awal rentang secara tepat. Dua ratus satu pada akhir bait baru menyebut jumlah ternaknya. Kewajiban tiga ekor muncul pada awal 432, sehingga membaca bait ini sendirian dapat menimbulkan salah sambung angka.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وضعف ستين إلى واحدة شاتان

dan dua kali enam puluh ditambah satu: dua kambing

والإحدى وضعف المائة

dan satu ditambah dua kali seratus

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وضِعْفُ سِتِّينَ إلى واحدةِ

Buka penggal 2

شاتانِ والإِحدى وضِعفُ المائَةِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 431 — Seratus dua puluh satu dan dua ratus satuNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan