Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Zakat sapi, kambing, dan khulthah · Bait 432 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- ثلاثة من الشياه
- tiga ekor kambing atau domba
- ثما شاة لكل مئة اجعل حتما
- kemudian tetapkan satu ekor untuk setiap seratus
Terjemahan bait 432
Tiga ekor kambing atau domba; kemudian tetapkan satu ekor untuk setiap seratus.
Syarah · keterangan lengkap
Rentang tiga ekor
Melanjutkan 431, dua ratus satu sampai tiga ratus sembilan puluh sembilan mewajibkan tiga ekor. Jangan mengira tiga ratus satu langsung menjadi empat; batas berikutnya ialah empat ratus.
Mulai empat ratus
Pada empat ratus zakatnya empat ekor, lima ratus lima, dan seterusnya setiap seratus bertambah satu menurut tabel. Sisa di antara tingkatan mengikuti ketentuan waqash ternak.
Contoh
Tiga ratus lima puluh masih tiga ekor, sedangkan empat ratus dua puluh empat ekor. Contoh ini menjaga perbedaan antara batas khusus awal tabel dan pola kelipatan seratus sesudahnya.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 118. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
لكل مئة
لام dengan كل menyatakan kewajiban untuk tiap kelompok seratus.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan zakat sapi, kambing, dan khulthah. Baca bersama bait 431 dan 433 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Melanjutkan 431, dua ratus satu sampai tiga ratus sembilan puluh sembilan mewajibkan tiga ekor.
- Pada empat ratus zakatnya empat ekor, lima ratus lima, dan seterusnya setiap seratus bertambah satu menurut tabel.
Contoh penerapan
Keadaan
Tiga ratus lima puluh masih tiga ekor, sedangkan empat ratus dua puluh empat ekor.
Cara memahami
Contoh ini menjaga perbedaan antara batas khusus awal tabel dan pola kelipatan seratus sesudahnya.
Batas penerapan
Pada empat ratus zakatnya empat ekor, lima ratus lima, dan seterusnya setiap seratus bertambah satu menurut tabel. Sisa di antara tingkatan mengikuti ketentuan waqash ternak.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Al-Qur’an 9:103
Surah At-Tawba, ayat 103. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.
Baca teks ayat
خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةًۭ تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌۭ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Inti makna
Pengambilan zakat dari harta menjadi sarana penyucian; Nabi diperintahkan pula mendoakan mereka.
Kaitan dengan bait
Ayat mendasari pengambilan zakat untuk penyucian. Jenis harta, nisab, kadar, haul, dan fitrah pada bait ini ditetapkan melalui hadis dan rincian syarah, bukan seluruhnya tercantum pada ayat ini.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 432: tiga ekor dan pola tiap seratus.
Lihat pembahasan jawaban
Melanjutkan 431, dua ratus satu sampai tiga ratus sembilan puluh sembilan mewajibkan tiga ekor. Jangan mengira tiga ratus satu langsung menjadi empat; batas berikutnya ialah empat ratus. Pada empat ratus zakatnya empat ekor, lima ratus lima, dan seterusnya setiap seratus bertambah satu menurut tabel. Sisa di antara tingkatan mengikuti ketentuan waqash ternak.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
ثلاثة من الشياه
tiga ekor kambing atau domba
ثما شاة لكل مئة اجعل حتما
kemudian tetapkan satu ekor untuk setiap seratus
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
ثلاثَةٌ مِنَ الشِّيَاه ثُمَّا
Buka penggal 2
شاةً لكُلِّ مِئَةِ اجْعَلْ حَتْمَا
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 432 — Tiga ekor dan pola tiap seratusNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.