Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Emas, perak, hasil bumi, dan perdagangan · Bait 435 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- عشرون مثقالا نصاب للذهب
- dua puluh mitsqal ialah nisab emas
- ومائتا درهم فضة وجب
- dan dua ratus dirham perak menjadi batas kewajibannya
Terjemahan bait 435
Dua puluh mitsqal ialah nisab emas; dan dua ratus dirham perak menjadi batas kewajibannya.
Syarah · keterangan lengkap
Dua batas yang berbeda
Emas mempunyai nisab dua puluh mitsqal dan perak dua ratus dirham syar‘i. Dirham di sini satuan berat klasik, bukan mata uang modern yang kebetulan memakai nama sama.
Kandungan murni
Syarah memeriksa kadar emas atau perak murni pada bahan campuran. Berat keseluruhan perhiasan berkadar rendah tidak langsung disamakan dengan berat logam murni pada batas nisab.
Konversi modern
Dengan taksiran mitsqal 4,25 gram dan dirham 2,975 gram yang dicantumkan edisi sumber, hasilnya 85 gram emas dan 595 gram perak. Harga rupiah berubah, sehingga aplikasi tidak membekukan nilai uangnya sebagai hukum matan.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 119. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
عشرون مثقالا
عشرون bilangan marfu‘; مثقالا tamyiz manshub, satuan beratnya.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan emas, perak, hasil bumi, dan perdagangan. Baca bersama bait 434 dan 436 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Emas mempunyai nisab dua puluh mitsqal dan perak dua ratus dirham syar‘i.
- Syarah memeriksa kadar emas atau perak murni pada bahan campuran.
Contoh penerapan
Keadaan
Dengan taksiran mitsqal 4,25 gram dan dirham 2,975 gram yang dicantumkan edisi sumber, hasilnya 85 gram emas dan 595 gram perak.
Cara memahami
Harga rupiah berubah, sehingga aplikasi tidak membekukan nilai uangnya sebagai hukum matan.
Batas penerapan
Syarah memeriksa kadar emas atau perak murni pada bahan campuran. Berat keseluruhan perhiasan berkadar rendah tidak langsung disamakan dengan berat logam murni pada batas nisab.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Al-Qur’an 9:103
Surah At-Tawba, ayat 103. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.
Baca teks ayat
خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةًۭ تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌۭ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Inti makna
Pengambilan zakat dari harta menjadi sarana penyucian; Nabi diperintahkan pula mendoakan mereka.
Kaitan dengan bait
Ayat mendasari pengambilan zakat untuk penyucian. Jenis harta, nisab, kadar, haul, dan fitrah pada bait ini ditetapkan melalui hadis dan rincian syarah, bukan seluruhnya tercantum pada ayat ini.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 435: nisab emas dan perak.
Lihat pembahasan jawaban
Emas mempunyai nisab dua puluh mitsqal dan perak dua ratus dirham syar‘i. Dirham di sini satuan berat klasik, bukan mata uang modern yang kebetulan memakai nama sama. Syarah memeriksa kadar emas atau perak murni pada bahan campuran. Berat keseluruhan perhiasan berkadar rendah tidak langsung disamakan dengan berat logam murni pada batas nisab.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
عشرون مثقالا نصاب للذهب
dua puluh mitsqal ialah nisab emas
ومائتا درهم فضة وجب
dan dua ratus dirham perak menjadi batas kewajibannya
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
عِشرونُ مِثْقَالاً نِصَابٌ للذَّهَبْ
Buka penggal 2
ومِائَتَا دِرْهَم فِضَّةٍ وَجَبْ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 435 — Nisab emas dan perakNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.