Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Karunia, takdir, dan akhir kehidupan · Bait 44 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- يغفر ما يشاء
- Dia mengampuni apa yang Dia kehendaki
- غير الشرك
- selain syirik
- به خلود النار
- karena syirik itu kekal dalam neraka
- دون شك
- tanpa keraguan
Terjemahan bait 44
Dia mengampuni apa yang Dia kehendaki selain syirik; karena syirik itu terdapat kekekalan dalam neraka tanpa keraguan.
Syarah · keterangan lengkap
Syarat konteks yang sangat penting
Yang dimaksud syirik tidak diampuni ialah keadaan seseorang meninggal dalam syirik tanpa bertobat. Bait bukan mengatakan bahwa orang yang pernah musyrik tidak mungkin diampuni walaupun masuk Islam dan bertobat. Al-Qur’an memerintahkan pertobatan dan melarang berputus asa dari rahmat Allah. Penjelasan ini diperlukan agar terjemahan harfiah yang singkat tidak menutup pintu harapan yang dibuka wahyu.
Dosa selain syirik
An-Nisa ayat 48 dan 116 menerangkan bahwa Allah mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang Dia kehendaki. Dalam kerangka Sunni, orang yang meninggal membawa iman tidak kekal dalam neraka karena dosa besar semata. Ini tidak berarti dosanya ringan atau tidak perlu ditobati. Kerugian terhadap sesama juga menuntut penyelesaian hak, tidak cukup diabaikan dengan harapan umum akan ampunan.
Tidak memvonis individu sembarangan
Menyebut kaidah umum tentang iman dan akhirat berbeda dari menetapkan nasib orang tertentu. Isi hati, keadaan akhir kehidupan, serta rincian sampainya hujah tidak kita ketahui sepenuhnya. Pelajaran praktisnya ialah menjaga tauhid, segera bertobat, dan mengajak kepada kebenaran dengan ilmu. Orang yang sedang memperbaiki diri tidak boleh dibuat merasa masa lalunya menghalangi seluruh kemungkinan ampunan.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 16. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
يغفر ما يشاء غير الشرك
يغفرُ fi‘il dengan pelaku Allah. ما maushul sebagai objek dan يشاء shilahnya. غيرَ mengecualikan syirik dalam konteks orang yang meninggal tanpa bertobat; الشركِ mudhaf ilaih.
به خلود النار دون شك
به khabar didahulukan; ه kembali kepada syirik yang dibahas. خلودُ mubtada dan النارِ mudhaf ilaih; دونَ شكٍّ menegaskan kepastian dalam konteks yang dimaksud, bukan seluruh keadaan pelaku dosa.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Setelah pahala dan hukuman pada bait 43, pengarang menyebut ruang ampunan. Batas keadaan saat meninggal dan pertobatan harus dibaca melalui syarah.
Intisari & faedah
- Pengecualian syirik dibaca dalam keadaan meninggal tanpa bertobat.
- Pintu pertobatan tidak ditutup bagi orang yang masih hidup.
Contoh penerapan
Keadaan
Orang yang dahulu melakukan kesyirikan ingin bertobat dan belajar tauhid.
Cara memahami
Ia tidak diarahkan untuk berputus asa; ia memperbaiki keyakinan dan amal.
Batas penerapan
Bait tidak bermakna orang yang pernah berbuat syirik tidak mungkin diampuni setelah bertobat.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
QS An-Nisaa 4:48
Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.
Baca teks ayat
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفْتَرَىٰٓ إِثْمًا عَظِيمًا
Inti makna
Allah tidak mengampuni syirik bagi orang yang meninggal tanpa bertobat darinya; dosa selain itu berada di bawah kehendak-Nya.
Kaitan dengan bait
Ayat menyebut Allah tidak mengampuni syirik dan mengampuni selainnya bagi yang dikehendaki; konteks pertobatan dibaca bersama ayat-ayat tentang taubat.
Buka sumber lengkap ↗QS Az-Zumar 39:53
Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.
Baca teks ayat
۞ قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ
Inti makna
Hamba yang melampaui batas tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah; pintu ampunan mengajak mereka kembali dan bertobat.
Kaitan dengan bait
Penguat agar tidak berputus asa dari rahmat Allah dan kembali kepada-Nya; membantu mencegah salah paham terhadap batas bait.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Ke mana ه pada به kembali?
Lihat pembahasan jawaban
Kepada syirik yang disebut sebelumnya, dengan batas konteks yang diterangkan dalam syarah.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
يغفر ما يشاء
Dia mengampuni apa yang Dia kehendaki
غير الشرك
selain syirik
به خلود النار
karena syirik itu kekal dalam neraka
دون شك
tanpa keraguan
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
يَغْفِرُ ما يشاءُ غيرَ الشِّرْكِ
Buka penggal 2
به خُلُودُ النارِ دونَ شَكِّ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 44 — Ampunan, syirik, dan keadaan saat meninggalNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.