Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Zakat fitrah · Bait 442 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- إن غربت شمس تمام الشهر
- jika matahari terbenam pada akhir bulan
- تجب إلى غروب يوم الفطر
- fitrah wajib, dengan penunaian sampai terbenam hari Idulfitri
Terjemahan bait 442
Jika matahari terbenam pada akhir bulan; fitrah wajib, dengan penunaian sampai terbenam hari Idulfitri.
Syarah · keterangan lengkap
Bertemu akhir Ramadan dan awal Syawal
Kewajiban fitrah terkait terbenam matahari penutup Ramadan. Syarah membahas orang yang menjumpai bagian akhir Ramadan dan awal Syawal, sehingga kelahiran atau wafat di sekitar waktu itu mempunyai akibat berbeda.
Waktu utama
Penunaian sebelum salat Id dianjurkan. Batas sampai matahari terbenam hari Id bukan anjuran menunda; lewat hari itu tanpa uzur dilarang dan kewajiban tetap harus ditunaikan.
Boleh didahulukan
Dalam mazhab kitab, fitrah boleh dimajukan sejak Ramadan. Pemajuan dibedakan dari waktu mulai wajib, sehingga orang tidak mengira semua pembayaran sebelum malam Id pasti tidak sah.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 120. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
إن غربت شمس
إن syarat; غربت fi‘il feminin; شمس fa‘il.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan zakat fitrah. Baca bersama bait 441 dan 443 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Kewajiban fitrah terkait terbenam matahari penutup Ramadan.
- Penunaian sebelum salat Id dianjurkan.
Contoh penerapan
Keadaan
Dalam mazhab kitab, fitrah boleh dimajukan sejak Ramadan.
Cara memahami
Pemajuan dibedakan dari waktu mulai wajib, sehingga orang tidak mengira semua pembayaran sebelum malam Id pasti tidak sah.
Batas penerapan
Penunaian sebelum salat Id dianjurkan. Batas sampai matahari terbenam hari Id bukan anjuran menunda; lewat hari itu tanpa uzur dilarang dan kewajiban tetap harus ditunaikan.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Al-Qur’an 9:103
Surah At-Tawba, ayat 103. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.
Baca teks ayat
خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةًۭ تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌۭ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Inti makna
Pengambilan zakat dari harta menjadi sarana penyucian; Nabi diperintahkan pula mendoakan mereka.
Kaitan dengan bait
Ayat mendasari pengambilan zakat untuk penyucian. Jenis harta, nisab, kadar, haul, dan fitrah pada bait ini ditetapkan melalui hadis dan rincian syarah, bukan seluruhnya tercantum pada ayat ini.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 442: awal wajib dan batas penunaian fitrah.
Lihat pembahasan jawaban
Kewajiban fitrah terkait terbenam matahari penutup Ramadan. Syarah membahas orang yang menjumpai bagian akhir Ramadan dan awal Syawal, sehingga kelahiran atau wafat di sekitar waktu itu mempunyai akibat berbeda. Penunaian sebelum salat Id dianjurkan. Batas sampai matahari terbenam hari Id bukan anjuran menunda; lewat hari itu tanpa uzur dilarang dan kewajiban tetap harus ditunaikan.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
إن غربت شمس تمام الشهر
jika matahari terbenam pada akhir bulan
تجب إلى غروب يوم الفطر
fitrah wajib, dengan penunaian sampai terbenam hari Idulfitri
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
إِن غَرَبَتْ شمسُ تمامِ الشهرِ
Buka penggal 2
تَجِبْ إلى غُرُوبِ يومِ الفِطْرِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 442 — Awal wajib dan batas penunaian fitrahNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.