Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Zakat fitrah · Bait 443 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- أداء مثل صاع خير الرسل
- menunaikan seukuran sha‘ Rasul yang mulia
- خمسة أرطال وثلث رطل
- lima rithl dan sepertiga rithl
Terjemahan bait 443
Menunaikan seukuran sha‘ Rasul yang mulia; lima rithl dan sepertiga rithl.
Syarah · keterangan lengkap
Takaran utama
Kadar fitrah ialah satu sha‘ ukuran Nabi. Matan memberikan pendekatan melalui lima sepertiga rithl, lalu menyebut jenis rithlnya pada 444 agar ukuran daerah tidak tertukar.
Satuan volume
Sha‘ merupakan takaran, sehingga padanan berat bergantung pada bahan. Satu angka kilogram tidak boleh diklaim sebagai bunyi matan atau berlaku tepat bagi semua jenis pangan tanpa kalibrasi.
Penerapan
Gunakan takaran atau padanan berat resmi setempat yang telah dikalibrasi untuk pangan yang diserahkan. Aplikasi mengajarkan dasar ukuran, sementara penetapan praktis mengikuti bahan dan rujukan yang dipakai lembaga zakat.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 120. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
خمسة أرطال وثلث رطل
Dua bagian bilangan dihubungkan, lima rithl ditambah sepertiga rithl.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan zakat fitrah. Baca bersama bait 442 dan 444 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Kadar fitrah ialah satu sha‘ ukuran Nabi.
- Sha‘ merupakan takaran, sehingga padanan berat bergantung pada bahan.
Contoh penerapan
Keadaan
Gunakan takaran atau padanan berat resmi setempat yang telah dikalibrasi untuk pangan yang diserahkan.
Cara memahami
Aplikasi mengajarkan dasar ukuran, sementara penetapan praktis mengikuti bahan dan rujukan yang dipakai lembaga zakat.
Batas penerapan
Sha‘ merupakan takaran, sehingga padanan berat bergantung pada bahan. Satu angka kilogram tidak boleh diklaim sebagai bunyi matan atau berlaku tepat bagi semua jenis pangan tanpa kalibrasi.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Al-Qur’an 9:103
Surah At-Tawba, ayat 103. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.
Baca teks ayat
خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةًۭ تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌۭ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Inti makna
Pengambilan zakat dari harta menjadi sarana penyucian; Nabi diperintahkan pula mendoakan mereka.
Kaitan dengan bait
Ayat mendasari pengambilan zakat untuk penyucian. Jenis harta, nisab, kadar, haul, dan fitrah pada bait ini ditetapkan melalui hadis dan rincian syarah, bukan seluruhnya tercantum pada ayat ini.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 443: satu sha‘ dan ukuran rithl.
Lihat pembahasan jawaban
Kadar fitrah ialah satu sha‘ ukuran Nabi. Matan memberikan pendekatan melalui lima sepertiga rithl, lalu menyebut jenis rithlnya pada 444 agar ukuran daerah tidak tertukar. Sha‘ merupakan takaran, sehingga padanan berat bergantung pada bahan. Satu angka kilogram tidak boleh diklaim sebagai bunyi matan atau berlaku tepat bagi semua jenis pangan tanpa kalibrasi.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
أداء مثل صاع خير الرسل
menunaikan seukuran sha‘ Rasul yang mulia
خمسة أرطال وثلث رطل
lima rithl dan sepertiga rithl
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
أداءُ مِثْلِ صاعِ خيرِ الرُّسْلِ
Buka penggal 2
خَمْسَةُ أرطالٍ وثُلْثُ رِطْلِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 443 — Satu sha‘ dan ukuran rithlNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.