Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 447
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Zakat fitrah · Bait 447 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
واستثن من يكفر
dan kecualikan pihak yang tidak beragama Islam dari fitrah ini
مهما يفضل عن قوته
ketika ada kelebihan dari kebutuhan pangannya
وخادم ومنزل
serta pembantu dan tempat tinggal yang dibutuhkan
Terjemahan bait 447

Dan kecualikan pihak yang tidak beragama Islam dari fitrah ini; ketika ada kelebihan dari kebutuhan pangannya; serta pembantu dan tempat tinggal yang dibutuhkan.

Syarah · keterangan lengkap

Pihak yang ditunaikan

Ketentuan fitrah dalam bab ini mensyaratkan Islam bagi pihak yang dibayarkan. Ini pembatas ibadah zakat, bukan larangan memberi bantuan atau berbuat baik kepada keluarga dan tetangga yang berbeda agama.

Kelebihan yang nyata

Kemampuan dinilai setelah kebutuhan dasar yang layak, bukan dengan memaksa menjual rumah yang diperlukan. Syarah membatasi pembantu dan tempat tinggal pada kebutuhan yang sesuai, bukan semua bentuk kemewahan.

Baca kelanjutannya

Utang dan pangan tanggungan pada hari Id serta malamnya diterangkan berikutnya. Memeriksa kemampuan hanya dari uang tunai tanpa tanggungan dapat menghasilkan penilaian yang terlalu kasar.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 121. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

واستثن

Fi‘il amr dari استثنى, mengecualikan dengan penghilangan huruf akhir.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

منزل

Akar
ن ز ل
Pola / bentuk
مَفْعِل

Isim tempat, rumah atau tempat tinggal.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan zakat fitrah. Baca bersama bait 446 dan 448 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Ketentuan fitrah dalam bab ini mensyaratkan Islam bagi pihak yang dibayarkan.
  2. Kemampuan dinilai setelah kebutuhan dasar yang layak, bukan dengan memaksa menjual rumah yang diperlukan.
Contoh penerapan

Keadaan

Utang dan pangan tanggungan pada hari Id serta malamnya diterangkan berikutnya.

Cara memahami

Memeriksa kemampuan hanya dari uang tunai tanpa tanggungan dapat menghasilkan penilaian yang terlalu kasar.

Batas penerapan

Kemampuan dinilai setelah kebutuhan dasar yang layak, bukan dengan memaksa menjual rumah yang diperlukan. Syarah membatasi pembantu dan tempat tinggal pada kebutuhan yang sesuai, bukan semua bentuk kemewahan.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-Qur’an 9:103

Surah At-Tawba, ayat 103. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.

Baca teks ayat

خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةًۭ تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌۭ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Inti makna

Pengambilan zakat dari harta menjadi sarana penyucian; Nabi diperintahkan pula mendoakan mereka.

Kaitan dengan bait

Ayat mendasari pengambilan zakat untuk penyucian. Jenis harta, nisab, kadar, haul, dan fitrah pada bait ini ditetapkan melalui hadis dan rincian syarah, bukan seluruhnya tercantum pada ayat ini.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 447: syarat islam dan kebutuhan dasar.

Lihat pembahasan jawaban

Ketentuan fitrah dalam bab ini mensyaratkan Islam bagi pihak yang dibayarkan. Ini pembatas ibadah zakat, bukan larangan memberi bantuan atau berbuat baik kepada keluarga dan tetangga yang berbeda agama. Kemampuan dinilai setelah kebutuhan dasar yang layak, bukan dengan memaksa menjual rumah yang diperlukan. Syarah membatasi pembantu dan tempat tinggal pada kebutuhan yang sesuai, bukan semua bentuk kemewahan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

واستثن من يكفر

dan kecualikan pihak yang tidak beragama Islam dari fitrah ini

مهما يفضل عن قوته

ketika ada kelebihan dari kebutuhan pangannya

وخادم ومنزل

serta pembantu dan tempat tinggal yang dibutuhkan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

واستَثْنِ مَن يكفُرُ مهما يَفْضُلِ

Buka penggal 2

عن قُوْتِهِ وخادِمٍ ومَنْزِلِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 447 — Syarat Islam dan kebutuhan dasarNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan