Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 453
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Golongan penerima dan penyaluran zakat · Bait 453 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وفي سبيل الله غاز احتسب
dan fi sabilillah: pejuang sukarela menurut kategori klasik
وابن السبيل ذو افتقار اغترب
serta ibnu sabil: musafir yang kekurangan saat jauh dari hartanya
Terjemahan bait 453

Dan fi sabilillah: pejuang sukarela menurut kategori klasik; serta ibnu sabil: musafir yang kekurangan saat jauh dari hartanya.

Syarah · keterangan lengkap

Pengertian kitab

Fi sabilillah pada syarah ini dijelaskan secara khusus dalam kerangka pertahanan yang sah pada masa klasik. Ia tidak otomatis berarti seluruh proyek kebajikan; perlu dibedakan dari penafsiran kontemporer yang lebih luas.

Musafir yang terputus bekal

Ibnu sabil membutuhkan biaya mencapai tujuan atau tempat hartanya dalam perjalanan yang dibolehkan. Ia bisa mempunyai harta di kampung tetapi tidak dapat mengaksesnya saat itu.

Batas penerapan

Penyaluran fi sabilillah bukan izin mendanai kekerasan pribadi atau kelompok. Untuk ibnu sabil, bantuan ditakar pada kebutuhan perjalanan yang sah, bukan seluruh keinginan belanja musafir.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 122. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

ذو افتقار

ذو bermakna mempunyai dan mudhaf kepada افتقار, keadaan membutuhkan.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

افتقار

Akar
ف ق ر
Pola / bentuk
اِفْتِعَال

Masdar افتقر, mengalami kebutuhan atau kekurangan.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan golongan penerima dan penyaluran zakat. Baca bersama bait 452 dan 454 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Fi sabilillah pada syarah ini dijelaskan secara khusus dalam kerangka pertahanan yang sah pada masa klasik.
  2. Ibnu sabil membutuhkan biaya mencapai tujuan atau tempat hartanya dalam perjalanan yang dibolehkan.
Contoh penerapan

Keadaan

Penyaluran fi sabilillah bukan izin mendanai kekerasan pribadi atau kelompok.

Cara memahami

Untuk ibnu sabil, bantuan ditakar pada kebutuhan perjalanan yang sah, bukan seluruh keinginan belanja musafir.

Batas penerapan

Ibnu sabil membutuhkan biaya mencapai tujuan atau tempat hartanya dalam perjalanan yang dibolehkan. Ia bisa mempunyai harta di kampung tetapi tidak dapat mengaksesnya saat itu.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-Qur’an 9:60

Surah At-Tawba, ayat 60. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.

Baca teks ayat

۞ إِنَّمَا ٱلصَّدَقَٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْعَٰمِلِينَ عَلَيْهَا وَٱلْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَٱلْغَٰرِمِينَ وَفِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةًۭ مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌۭ

Inti makna

Penerima zakat disebut delapan golongan: fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fi sabilillah, dan ibnu sabil.

Kaitan dengan bait

Ayat menyebut delapan golongan penerima. Jumlah orang per golongan, kecukupan nafkah, dan perpindahan daerah merupakan rincian penafsiran fikih yang dibahas syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 453: fi sabilillah dan ibnu sabil.

Lihat pembahasan jawaban

Fi sabilillah pada syarah ini dijelaskan secara khusus dalam kerangka pertahanan yang sah pada masa klasik. Ia tidak otomatis berarti seluruh proyek kebajikan; perlu dibedakan dari penafsiran kontemporer yang lebih luas. Ibnu sabil membutuhkan biaya mencapai tujuan atau tempat hartanya dalam perjalanan yang dibolehkan. Ia bisa mempunyai harta di kampung tetapi tidak dapat mengaksesnya saat itu.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وفي سبيل الله غاز احتسب

dan fi sabilillah: pejuang sukarela menurut kategori klasik

وابن السبيل ذو افتقار اغترب

serta ibnu sabil: musafir yang kekurangan saat jauh dari hartanya

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وفي سبيلِ اللهِ غازٍ احْتَسَبْ

Buka penggal 2

وابنُ السبيلِ ذو افتِقَارٍ اغتَرَبْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 453 — Fi sabilillah dan ibnu sabilNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan