Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 455
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Golongan penerima dan penyaluran zakat · Bait 455 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
دفع لكافر ولا ممسوس رق
pemberian kepada nonmuslim atau orang berstatus budak di luar pengecualian klasik
ولا نصيبين لوصفي مستحق
serta bukan dua bagian karena dua sifat penerima
Terjemahan bait 455

Pemberian kepada nonmuslim atau orang berstatus budak di luar pengecualian klasik; serta bukan dua bagian karena dua sifat penerima.

Syarah · keterangan lengkap

Zakat dan bantuan umum

Zakat dalam ketentuan ini mempunyai syarat penerima tertentu. Pembatasan tidak berarti dilarang membantu nonmuslim melalui sedekah atau bantuan lain yang dibolehkan; jenis penyaluran harus dibedakan.

Kategori perbudakan klasik

Syarah mengecualikan mukatab dari batas status budak yang disebut. Istilah tersebut diterangkan sebagai sejarah hukum pembebasan, bukan anjuran menerapkan perbudakan kembali.

Tidak menggandakan otomatis

Orang yang sekaligus fakir dan mempunyai sifat penerima lain tidak otomatis mendapat dua jatah penuh dari zakat yang sama. Syarah merinci waktu serta penggunaan pemberian; penyalur menilai kebutuhan dan dasar haknya.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 122. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

لوصفي مستحق

لام menunjukkan sebab; وصفي mutsanna dalam idhafah, dua sifat penerima.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

نصيبين

Akar
ن ص ب
Pola / bentuk
فَعِيل dalam mutsanna

Dua bagian dari نصيب.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan golongan penerima dan penyaluran zakat. Baca bersama bait 454 dan 456 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Zakat dalam ketentuan ini mempunyai syarat penerima tertentu.
  2. Syarah mengecualikan mukatab dari batas status budak yang disebut.
Contoh penerapan

Keadaan

Orang yang sekaligus fakir dan mempunyai sifat penerima lain tidak otomatis mendapat dua jatah penuh dari zakat yang sama.

Cara memahami

Syarah merinci waktu serta penggunaan pemberian; penyalur menilai kebutuhan dan dasar haknya.

Batas penerapan

Syarah mengecualikan mukatab dari batas status budak yang disebut. Istilah tersebut diterangkan sebagai sejarah hukum pembebasan, bukan anjuran menerapkan perbudakan kembali.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-Qur’an 9:60

Surah At-Tawba, ayat 60. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.

Baca teks ayat

۞ إِنَّمَا ٱلصَّدَقَٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْعَٰمِلِينَ عَلَيْهَا وَٱلْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَٱلْغَٰرِمِينَ وَفِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةًۭ مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌۭ

Inti makna

Penerima zakat disebut delapan golongan: fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fi sabilillah, dan ibnu sabil.

Kaitan dengan bait

Ayat menyebut delapan golongan penerima. Jumlah orang per golongan, kecukupan nafkah, dan perpindahan daerah merupakan rincian penafsiran fikih yang dibahas syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 455: batas penerima dan dua sifat dalam satu orang.

Lihat pembahasan jawaban

Zakat dalam ketentuan ini mempunyai syarat penerima tertentu. Pembatasan tidak berarti dilarang membantu nonmuslim melalui sedekah atau bantuan lain yang dibolehkan; jenis penyaluran harus dibedakan. Syarah mengecualikan mukatab dari batas status budak yang disebut. Istilah tersebut diterangkan sebagai sejarah hukum pembebasan, bukan anjuran menerapkan perbudakan kembali.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

دفع لكافر ولا ممسوس رق

pemberian kepada nonmuslim atau orang berstatus budak di luar pengecualian klasik

ولا نصيبين لوصفي مستحق

serta bukan dua bagian karena dua sifat penerima

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

دَفْعٌ لكافِرٍ ولا مَمْسُوسِ رِقْ

Buka penggal 2

ولا نَصِيبَيْنِ لِوَصْفَيْ مُسْتَحِقْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 455 — Batas penerima dan dua sifat dalam satu orangNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan