Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 462
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Sedekah sunah dan hak tanggungan · Bait 462 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وفاضل الحاجة فيه أجر
dan menyedekahkan kelebihan kebutuhan memiliki pahala
بمن له على اضطرار صبر
bagi yang mampu bersabar atas kesempitan menurut ketentuannya
Terjemahan bait 462

Dan menyedekahkan kelebihan kebutuhan memiliki pahala; bagi yang mampu bersabar atas kesempitan menurut ketentuannya.

Syarah · keterangan lengkap

Kedermawanan setelah hak wajib

Kelebihan dari kebutuhan, utang yang harus ditunaikan, dan nafkah tanggungan dapat disedekahkan. Syarah menilai kemampuan orang menghadapi kesempitan, sehingga satu teladan kedermawanan tidak dibebankan kepada semua orang dengan kondisi berbeda.

Tidak merencanakan penelantaran

Sabar tidak berarti mengabaikan kebutuhan keluarga atau memindahkan beban kepada orang lain. Hak wajib yang dijelaskan sebelumnya tetap membatasi jumlah yang diberikan.

Penerapan

Pemberi memilih jumlah yang dapat dipertanggungjawabkan dengan lapang hati. Sedekah kecil yang berkelanjutan dan menjaga hak keluarga tetap bernilai; tidak perlu memaksakan seluruh harta demi menyamai kisah orang lain.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 124. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

فاضل الحاجة

فاضل mudhaf kepada الحاجة, bagian yang melebihi kebutuhan.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

صبر

Akar
ص ب ر
Pola / bentuk
فَعْل

Masdar صبر, keteguhan atau kesabaran.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan sedekah sunah dan hak tanggungan. Baca bersama bait 461 dan 463 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Kelebihan dari kebutuhan, utang yang harus ditunaikan, dan nafkah tanggungan dapat disedekahkan.
  2. Sabar tidak berarti mengabaikan kebutuhan keluarga atau memindahkan beban kepada orang lain.
Contoh penerapan

Keadaan

Pemberi memilih jumlah yang dapat dipertanggungjawabkan dengan lapang hati.

Cara memahami

Sedekah kecil yang berkelanjutan dan menjaga hak keluarga tetap bernilai; tidak perlu memaksakan seluruh harta demi menyamai kisah orang lain.

Batas penerapan

Sabar tidak berarti mengabaikan kebutuhan keluarga atau memindahkan beban kepada orang lain. Hak wajib yang dijelaskan sebelumnya tetap membatasi jumlah yang diberikan.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-Qur’an 2:271

Surah Al-Baqara, ayat 271. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.

Baca teks ayat

إِن تُبْدُوا۟ ٱلصَّدَقَٰتِ فَنِعِمَّا هِىَ ۖ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا ٱلْفُقَرَآءَ فَهُوَ خَيْرٌۭ لَّكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّـَٔاتِكُمْ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌۭ

Inti makna

Menampakkan sedekah dinilai baik, sedangkan menyembunyikan pemberian kepada fakir disebut lebih baik.

Kaitan dengan bait

Ayat mendukung sedekah yang menjaga keikhlasan dan menyebut keutamaan menyembunyikan pemberian kepada fakir. Hak keluarga serta kemampuan pemberi diperinci syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 462: kelebihan kebutuhan dan kemampuan bersabar.

Lihat pembahasan jawaban

Kelebihan dari kebutuhan, utang yang harus ditunaikan, dan nafkah tanggungan dapat disedekahkan. Syarah menilai kemampuan orang menghadapi kesempitan, sehingga satu teladan kedermawanan tidak dibebankan kepada semua orang dengan kondisi berbeda. Sabar tidak berarti mengabaikan kebutuhan keluarga atau memindahkan beban kepada orang lain. Hak wajib yang dijelaskan sebelumnya tetap membatasi jumlah yang diberikan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وفاضل الحاجة فيه أجر

dan menyedekahkan kelebihan kebutuhan memiliki pahala

بمن له على اضطرار صبر

bagi yang mampu bersabar atas kesempitan menurut ketentuannya

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وفاضِلُ الحاجَةِ فيهِ أَجْرُ

Buka penggal 2

بِمَن لهُ على اضطِرَارٍ صَبْرُ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 462 — Kelebihan kebutuhan dan kemampuan bersabarNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan