Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Kewajiban puasa, niat, dan keadaan pelaku · Bait 463 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- يجب صوم رمضان بأحد أمرين
- wajib puasa Ramadan dengan salah satu dari dua perkara
- باستكمال شعبان العدد
- dengan menyempurnakan bilangan Syakban
Terjemahan bait 463
Wajib puasa Ramadan dengan salah satu dari dua perkara; dengan menyempurnakan bilangan Syakban.
Syarah · keterangan lengkap
Penetapan awal bulan
Cara pertama yang disebut ialah menyempurnakan Syakban menjadi tiga puluh hari. Penetapan kalender ibadah bukan berdasarkan perasaan bahwa bulan sudah cukup lama berjalan.
Dua cara dalam matan
Cara kedua berupa rukyat diterangkan pada 464. Keduanya dibaca sebagai sistem penentuan masuk bulan dalam fikih klasik, dengan ketentuan kesaksian dan cakupan wilayah.
Penerapan bersama
Masyarakat mengikuti proses penetapan yang dapat dipertanggungjawabkan oleh otoritas agama setempat. Aplikasi ini menerangkan matan, bukan menetapkan tanggal Ramadan tahun berjalan atau menggantikan pengumuman resmi.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 126. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
بأحد أمرين
باء menerangkan sebab; أحد mudhaf kepada أمرين yang mutsanna.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan kewajiban puasa, niat, dan keadaan pelaku. Baca bersama bait 462 dan 464 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Cara pertama yang disebut ialah menyempurnakan Syakban menjadi tiga puluh hari.
- Cara kedua berupa rukyat diterangkan pada 464.
Contoh penerapan
Keadaan
Masyarakat mengikuti proses penetapan yang dapat dipertanggungjawabkan oleh otoritas agama setempat.
Cara memahami
Aplikasi ini menerangkan matan, bukan menetapkan tanggal Ramadan tahun berjalan atau menggantikan pengumuman resmi.
Batas penerapan
Cara kedua berupa rukyat diterangkan pada 464. Keduanya dibaca sebagai sistem penentuan masuk bulan dalam fikih klasik, dengan ketentuan kesaksian dan cakupan wilayah.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Al-Qur’an 2:183
Surah Al-Baqara, ayat 183. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.
Baca teks ayat
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Inti makna
Puasa diwajibkan bagi orang beriman dengan tujuan membentuk ketakwaan.
Kaitan dengan bait
Ayat merupakan dasar kewajiban puasa dan tujuan takwa. Penetapan bulan serta syarat pelaku dijelaskan melalui ayat lanjutan, hadis, dan syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 463: awal ramadan dengan menyempurnakan syakban.
Lihat pembahasan jawaban
Cara pertama yang disebut ialah menyempurnakan Syakban menjadi tiga puluh hari. Penetapan kalender ibadah bukan berdasarkan perasaan bahwa bulan sudah cukup lama berjalan. Cara kedua berupa rukyat diterangkan pada 464. Keduanya dibaca sebagai sistem penentuan masuk bulan dalam fikih klasik, dengan ketentuan kesaksian dan cakupan wilayah.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
يجب صوم رمضان بأحد أمرين
wajib puasa Ramadan dengan salah satu dari dua perkara
باستكمال شعبان العدد
dengan menyempurnakan bilangan Syakban
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
يَجِبُ صَوْمُ رمضانَ بأحَدْ
Buka penggal 2
أمْرَيْنِ باستكْمَالِ شعبانَ العَدَدْ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 463 — Awal Ramadan dengan menyempurnakan SyakbanNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.