Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 464
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Kewajiban puasa, niat, dan keadaan pelaku · Bait 464 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
أو رؤية العدل هلال الشهر
atau penglihatan orang adil atas hilal bulan
في حق من دون مسير القصر
bagi wilayah di bawah jarak perjalanan qasar dalam uraian matan
Terjemahan bait 464

Atau penglihatan orang adil atas hilal bulan; bagi wilayah di bawah jarak perjalanan qasar dalam uraian matan.

Syarah · keterangan lengkap

Kesaksian yang dinilai

Rukyat awal Ramadan dibahas melalui kesaksian orang yang memenuhi syarat. Syarah menjelaskan penetapan di hadapan pihak berwenang; kabar tanpa pemeriksaan tidak otomatis diperlakukan sebagai kesaksian yang sah.

Cakupan wilayah

Matan memakai jarak qasar, sementara syarah meneruskan pembahasan kesamaan matla‘, tempat terbit hilal. Hubungan geografis ini mempunyai perbedaan pendapat dan tidak disederhanakan menjadi semua kabar global selalu mengikat.

Penerapan

Baca keputusan penetapan bersama dasar yang dipakai. Pelajaran ini tidak mengajak menghitung jarak sendiri lalu memecah keputusan ibadah masyarakat berdasarkan satu kalimat yang terlepas dari proses penetapannya.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 126. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

رؤية العدل هلال الشهر

رؤية masdar; العدل pelaku penglihatan dalam idhafah; هلال objeknya.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

رؤية

Akar
ر أ ي
Pola / bentuk
فُعْلَة dengan perubahan bentuk

Masdar رأى, penglihatan.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan kewajiban puasa, niat, dan keadaan pelaku. Baca bersama bait 463 dan 465 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Rukyat awal Ramadan dibahas melalui kesaksian orang yang memenuhi syarat.
  2. Matan memakai jarak qasar, sementara syarah meneruskan pembahasan kesamaan matla‘, tempat terbit hilal.
Contoh penerapan

Keadaan

Baca keputusan penetapan bersama dasar yang dipakai.

Cara memahami

Pelajaran ini tidak mengajak menghitung jarak sendiri lalu memecah keputusan ibadah masyarakat berdasarkan satu kalimat yang terlepas dari proses penetapannya.

Batas penerapan

Matan memakai jarak qasar, sementara syarah meneruskan pembahasan kesamaan matla‘, tempat terbit hilal. Hubungan geografis ini mempunyai perbedaan pendapat dan tidak disederhanakan menjadi semua kabar global selalu mengikat.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-Qur’an 2:183

Surah Al-Baqara, ayat 183. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.

Baca teks ayat

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Inti makna

Puasa diwajibkan bagi orang beriman dengan tujuan membentuk ketakwaan.

Kaitan dengan bait

Ayat merupakan dasar kewajiban puasa dan tujuan takwa. Penetapan bulan serta syarat pelaku dijelaskan melalui ayat lanjutan, hadis, dan syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 464: rukyat, kesaksian, dan wilayah.

Lihat pembahasan jawaban

Rukyat awal Ramadan dibahas melalui kesaksian orang yang memenuhi syarat. Syarah menjelaskan penetapan di hadapan pihak berwenang; kabar tanpa pemeriksaan tidak otomatis diperlakukan sebagai kesaksian yang sah. Matan memakai jarak qasar, sementara syarah meneruskan pembahasan kesamaan matla‘, tempat terbit hilal. Hubungan geografis ini mempunyai perbedaan pendapat dan tidak disederhanakan menjadi semua kabar global selalu mengikat.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

أو رؤية العدل هلال الشهر

atau penglihatan orang adil atas hilal bulan

في حق من دون مسير القصر

bagi wilayah di bawah jarak perjalanan qasar dalam uraian matan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

أو رُؤْيَةِ العَدْلِ هلالَ الشهرِ

Buka penggal 2

في حَقِّ مَن دونَ مَسِيرِ القَصْرِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 464 — Rukyat, kesaksian, dan wilayahNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan