Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 466
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Kewajiban puasa, niat, dan keadaan pelaku · Bait 466 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وشرط نفل نية للصوم
dan syarat puasa sunah ialah niat puasa
قبل زوالها لكل يوم
sebelum tergelincir matahari untuk setiap hari
Terjemahan bait 466

Dan syarat puasa sunah ialah niat puasa; sebelum tergelincir matahari untuk setiap hari.

Syarah · keterangan lengkap

Keluwesan waktu niat

Dalam mazhab kitab, puasa sunah dapat diniatkan pada siang hari sebelum zawal. Ini berbeda dari puasa wajib yang mensyaratkan niat malam sebagaimana bait berikut.

Sejak fajar tidak ada pembatal

Kelonggaran niat siang berlaku bila sejak fajar belum melakukan sesuatu yang membatalkan. Orang yang sudah sarapan tidak dapat mengubah sisa harinya menjadi satu hari puasa sunah hanya dengan niat menjelang siang.

Niat dalam hati

Niat adalah maksud beribadah, bukan bergantung pada satu bacaan lisan tertentu. Mengucapkan lafaz dapat membantu sebagian pelajar, tetapi tidak menggantikan kehendak di dalam hati.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 126. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

قبل زوالها

قبل keterangan waktu; زوالها tergelincirnya matahari dari tengah langit.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

نية

Akar
ن و ي
Pola / bentuk
Isim نِيّة dengan i‘lal dan idgham

Maksud atau kehendak melakukan ibadah.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan kewajiban puasa, niat, dan keadaan pelaku. Baca bersama bait 465 dan 467 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Dalam mazhab kitab, puasa sunah dapat diniatkan pada siang hari sebelum zawal.
  2. Kelonggaran niat siang berlaku bila sejak fajar belum melakukan sesuatu yang membatalkan.
Contoh penerapan

Keadaan

Niat adalah maksud beribadah, bukan bergantung pada satu bacaan lisan tertentu.

Cara memahami

Mengucapkan lafaz dapat membantu sebagian pelajar, tetapi tidak menggantikan kehendak di dalam hati.

Batas penerapan

Kelonggaran niat siang berlaku bila sejak fajar belum melakukan sesuatu yang membatalkan. Orang yang sudah sarapan tidak dapat mengubah sisa harinya menjadi satu hari puasa sunah hanya dengan niat menjelang siang.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Shahih al-Bukhari 1

Hadis dalam Shahih al-Bukhari. Teks Arab berupa petikan; baca riwayat lengkap pada sumber.

Baca petikan Arab

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Inti makna

Amal dinilai dengan niat; setiap orang memperoleh menurut niatnya.

Kaitan dengan bait

Hadis mendasari peranan niat dalam ibadah. Batas malam bagi wajib dan sebelum zawal bagi sunah merupakan rincian fikih dari dalil khusus pada syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 466: niat puasa sunah sebelum zawal.

Lihat pembahasan jawaban

Dalam mazhab kitab, puasa sunah dapat diniatkan pada siang hari sebelum zawal. Ini berbeda dari puasa wajib yang mensyaratkan niat malam sebagaimana bait berikut. Kelonggaran niat siang berlaku bila sejak fajar belum melakukan sesuatu yang membatalkan. Orang yang sudah sarapan tidak dapat mengubah sisa harinya menjadi satu hari puasa sunah hanya dengan niat menjelang siang.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وشرط نفل نية للصوم

dan syarat puasa sunah ialah niat puasa

قبل زوالها لكل يوم

sebelum tergelincir matahari untuk setiap hari

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وشَرْطُ نَفْلٍ نية للصَّوْمِ

Buka penggal 2

قبلَ زوالِهَا لكلِّ يومِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 466 — Niat puasa sunah sebelum zawalNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan