Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 469
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Kewajiban puasa, niat, dan keadaan pelaku · Bait 469 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
جنون كل اليوم
hilangnya akal sepanjang hari dalam lafaz matan
لكن من ينام جميع يومه
tetapi orang yang tidur sepanjang harinya
فصحح الصيام
nyatakan puasanya sah
Terjemahan bait 469

Hilangnya akal sepanjang hari dalam lafaz matan; tetapi orang yang tidur sepanjang harinya; nyatakan puasanya sah.

Syarah · keterangan lengkap

Membedakan keadaan

Matan menyandingkan hilangnya akal dengan tidur untuk menunjukkan keduanya tidak identik. Orang tidur masih mempunyai kemampuan dasar yang berbeda dari keadaan hilang akal atau tidak sadar.

Tidur sepanjang siang

Bila niat dan syarat lain terpenuhi, tidur sepanjang siang tidak sendiri membatalkan puasa. Namun salat wajib tetap mempunyai aturan waktunya; sah puasa tidak membenarkan sengaja melewatkan salat.

Batas lafaz

Frasa sepanjang hari diterjemahkan sesuai matan, bukan dijadikan kesimpulan bahwa setiap gangguan akal singkat pasti tidak berpengaruh. Rincian hilang akal berbeda dari pingsan pada 470 dan perlu dibaca pada pembahasan mazhab yang lebih luas.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 126. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

لكن من ينام

لكن mengalihkan kepada pengecualian; من isim maushul yang dijelaskan ينام.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

ينام

Akar
ن و م
Pola / bentuk
يَفْعَلُ dengan i‘lal

Mudhari‘ نام, tidur.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan kewajiban puasa, niat, dan keadaan pelaku. Baca bersama bait 468 dan 470 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Matan menyandingkan hilangnya akal dengan tidur untuk menunjukkan keduanya tidak identik.
  2. Bila niat dan syarat lain terpenuhi, tidur sepanjang siang tidak sendiri membatalkan puasa.
Contoh penerapan

Keadaan

Frasa sepanjang hari diterjemahkan sesuai matan, bukan dijadikan kesimpulan bahwa setiap gangguan akal singkat pasti tidak berpengaruh.

Cara memahami

Rincian hilang akal berbeda dari pingsan pada 470 dan perlu dibaca pada pembahasan mazhab yang lebih luas.

Batas penerapan

Bila niat dan syarat lain terpenuhi, tidur sepanjang siang tidak sendiri membatalkan puasa. Namun salat wajib tetap mempunyai aturan waktunya; sah puasa tidak membenarkan sengaja melewatkan salat.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-Qur’an 2:187

Surah Al-Baqara, ayat 187. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.

Baca teks ayat

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ ٱلصِّيَامِ ٱلرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَآئِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌۭ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌۭ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ ٱللَّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتَانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ ۖ فَٱلْـَٰٔنَ بَٰشِرُوهُنَّ وَٱبْتَغُوا۟ مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلْخَيْطُ ٱلْأَبْيَضُ مِنَ ٱلْخَيْطِ ٱلْأَسْوَدِ مِنَ ٱلْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا۟ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَٰكِفُونَ فِى ٱلْمَسَٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Inti makna

Ayat menjelaskan kebolehan hubungan suami istri pada malam puasa, batas makan sampai fajar, penyempurnaan puasa hingga malam, dan larangan hubungan intim selama iktikaf di masjid.

Kaitan dengan bait

Ayat menerangkan batas waktu puasa dan hubungan suami istri pada malam hari. Rincian keadaan pelaku, zat masuk, dan pembatal lain dijelaskan syarah, bukan semua rincian terdapat dalam ayat.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 469: tidur tidak sama dengan hilangnya akal.

Lihat pembahasan jawaban

Matan menyandingkan hilangnya akal dengan tidur untuk menunjukkan keduanya tidak identik. Orang tidur masih mempunyai kemampuan dasar yang berbeda dari keadaan hilang akal atau tidak sadar. Bila niat dan syarat lain terpenuhi, tidur sepanjang siang tidak sendiri membatalkan puasa. Namun salat wajib tetap mempunyai aturan waktunya; sah puasa tidak membenarkan sengaja melewatkan salat.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

جنون كل اليوم

hilangnya akal sepanjang hari dalam lafaz matan

لكن من ينام جميع يومه

tetapi orang yang tidur sepanjang harinya

فصحح الصيام

nyatakan puasanya sah

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

جُنُونِ كُلَّ اليومِ لَكِن مَن ينامْ

Buka penggal 2

جميعَ يومِهِ فصَحِّحِ الصيامْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 469 — Tidur tidak sama dengan hilangnya akalNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan