Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 47
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Karunia, takdir, dan akhir kehidupan · Bait 47 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
يرزق من شاء
Dia memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki
ومن شا أحرما
dan menahan dari siapa yang Dia kehendaki
والرزق ما ينفع
dan rezeki ialah sesuatu yang memberi manfaat
ولو محرما
walaupun haram
Terjemahan bait 47

Dia memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menahan dari siapa yang Dia kehendaki; rezeki ialah sesuatu yang memberi manfaat, sekalipun haram.

Syarah · keterangan lengkap

Dua pengertian yang perlu dipisahkan

Dalam pembahasan akidah ini, rezeki berarti sesuatu yang secara nyata dimanfaatkan makhluk untuk hidup. Seseorang yang makan hasil pencurian tetap memperoleh manfaat fisik dari makanan. Dari sisi penciptaan, makanan dan kemampuan tubuh tidak keluar dari kekuasaan Allah. Akan tetapi, ini sama sekali tidak mengubah pencurian menjadi halal atau memberikan hak milik yang sah kepada pencuri.

Penciptaan bukan persetujuan hukum

Ungkapan walaupun haram menerangkan cakupan istilah rezeki dalam perdebatan teologis. Ia tidak boleh dijadikan slogan bahwa semua cara mencari penghasilan dibenarkan karena “sudah rezeki”. Pada bait 23, pengarang justru memperingatkan keras makanan haram. Orang yang mengambil hak sesama tetap wajib berhenti, bertobat, dan menyelesaikan hak yang dilanggar.

Kelapangan dan kesempitan

Allah dapat melapangkan atau menyempitkan rezeki menurut hikmah-Nya. Banyaknya harta tidak otomatis menunjukkan keutamaan seseorang, dan kemiskinan tidak otomatis menunjukkan keburukan. Manusia tetap berusaha melalui cara halal, bekerja secara jujur, dan saling membantu. Misalnya, pedagang yang meraih laba besar dengan menipu tidak dapat memakai bait ini untuk membela perbuatannya. Rezeki yang diharapkan seorang mukmin ialah yang halal, baik, dan digunakan untuk kebaikan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 17. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

يرزق من شاء ومن شا أحرما

يرزقُ fi‘il berpelaku Allah; من objek dengan shilah شاء. Pada ومن شا أحرما, من dapat dipahami sebagai syarat dan أحرم jawabnya: siapa yang dikehendaki untuk ditahan pemberiannya. Alif akhir أحرما untuk rima.

والرزق ما ينفع ولو محرما

الرزقُ mubtada, ما maushul sebagai khabar, dan ينفع shilahnya. ولو محرماً mengandung kata kerja yang dipahami, seperti كان: meskipun yang dimanfaatkan itu haram dari sisi cara atau penggunaannya.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

يرزق

Akar
ر ز ق
Pola / bentuk
يَفْعُلُ

Mudhari‘ dari رَزَقَ, memberi rezeki. Makna pemberian tidak langsung sama dengan izin syariat memakai segala cara.

محرما

Akar
ح ر م
Pola / bentuk
مُفَعَّل

Isim maf‘ul dari حرّم: yang diharamkan. Di sini manshub dalam susunan ولو yang diringkas.

Hubungan bait

Setelah karunia dan penderitaan, pengarang menyebut pemberian rezeki. Pembedaan akidah dan hukum cara memperoleh harta menghubungkannya dengan bait 23.

Intisari & faedah
  1. Terjadinya suatu perolehan berada dalam kuasa Allah.
  2. Hal itu tidak menjadikan cara memperoleh yang haram berubah menjadi halal.
Contoh penerapan

Keadaan

Seseorang memperoleh uang dengan menipu lalu berkata bahwa itu tetap rezekinya.

Cara memahami

Pelajar membedakan kenyataan mendapatkan manfaat dari izin syariat untuk mendapatkannya.

Batas penerapan

Hak korban dan kewajiban memperbaiki pelanggaran tidak hilang karena memakai istilah rezeki.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS Hud 11:6

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

۞ وَمَا مِن دَآبَّةٍۢ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّۭ فِى كِتَٰبٍۢ مُّبِينٍۢ

Inti makna

Tidak ada makhluk melata di bumi kecuali rezekinya berada dalam jaminan Allah; Dia mengetahui tempat tinggal dan tempat penyimpanannya.

Kaitan dengan bait

Ayat menguatkan bahwa rezeki makhluk berada dalam pemeliharaan Allah; kehalalan cara memperoleh harta dibahas dengan dalil hukum yang lain.

Buka sumber lengkap ↗

QS Al-Baqara 2:188

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

وَلَا تَأْكُلُوٓا۟ أَمْوَٰلَكُم بَيْنَكُم بِٱلْبَٰطِلِ وَتُدْلُوا۟ بِهَآ إِلَى ٱلْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا۟ فَرِيقًۭا مِّنْ أَمْوَٰلِ ٱلنَّاسِ بِٱلْإِثْمِ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

Inti makna

Larangan memakan harta sesama dengan cara batil dan menggunakan proses hukum untuk mengambil hak orang lain secara berdosa.

Kaitan dengan bait

Ayat melarang mengambil harta dengan cara batil; mencegah kesalahan menyamakan rezeki secara teologis dengan cara yang halal.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apakah disebut rezeki berarti cara mendapatkannya pasti halal?

Lihat pembahasan jawaban

Tidak. Bait membahas cakupan istilah rezeki; hukum cara memperoleh tetap dinilai tersendiri.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

يرزق من شاء

Dia memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki

ومن شا أحرما

dan menahan dari siapa yang Dia kehendaki

والرزق ما ينفع

dan rezeki ialah sesuatu yang memberi manfaat

ولو محرما

walaupun haram

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

يَرزُقُ من شاءَ ومن شَا أحرَمَا

Buka penggal 2

والرِّزقُ ما يَنْفَعُ ولو مُحَرَّمَا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 47 — Rezeki secara teologis dan kehalalan cara mendapatkannyaNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan