Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Pembatal dan adab puasa · Bait 473 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- والعمد للوطء
- dan kesengajaan hubungan intim
- وباستقاء
- serta sengaja mengeluarkan muntah
- أو أخرج المني باستمناء
- atau mengeluarkan mani dengan istimna
Terjemahan bait 473
Dan kesengajaan hubungan intim; serta sengaja mengeluarkan muntah; atau mengeluarkan mani dengan istimna.
Syarah · keterangan lengkap
Tindakan yang disengaja
Hubungan intim sengaja membatalkan puasa menurut ketentuannya, meskipun tidak terjadi ejakulasi. Akibat kafarat khusus Ramadan dibahas kemudian; tidak semua pembatal mempunyai kafarat yang sama.
Muntah yang dipaksakan
Sengaja menimbulkan muntah dibedakan dari muntah yang datang tanpa dapat ditahan. Kondisi sakit ditangani sesuai kebutuhan, bukan menahan sesuatu yang membahayakan demi menyamakan semua muntah dengan tindakan sengaja.
Keluar mani
Istimna yang menghasilkan keluarnya mani dibedakan dari mimpi basah yang tidak dipilih. Bait menjelaskan batas ibadah secara ringkas, bukan menyamakan semua cairan atau setiap pikiran yang melintas dengan pembatal.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 128. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
باستقاء
باء menunjukkan sebab berupa sengaja mengupayakan muntah.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan pembatal dan adab puasa. Baca bersama bait 472 dan 474 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Hubungan intim sengaja membatalkan puasa menurut ketentuannya, meskipun tidak terjadi ejakulasi.
- Sengaja menimbulkan muntah dibedakan dari muntah yang datang tanpa dapat ditahan.
Contoh penerapan
Keadaan
Istimna yang menghasilkan keluarnya mani dibedakan dari mimpi basah yang tidak dipilih.
Cara memahami
Bait menjelaskan batas ibadah secara ringkas, bukan menyamakan semua cairan atau setiap pikiran yang melintas dengan pembatal.
Batas penerapan
Sengaja menimbulkan muntah dibedakan dari muntah yang datang tanpa dapat ditahan. Kondisi sakit ditangani sesuai kebutuhan, bukan menahan sesuatu yang membahayakan demi menyamakan semua muntah dengan tindakan sengaja.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Al-Qur’an 2:187
Surah Al-Baqara, ayat 187. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.
Baca teks ayat
أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ ٱلصِّيَامِ ٱلرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَآئِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌۭ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌۭ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ ٱللَّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتَانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ ۖ فَٱلْـَٰٔنَ بَٰشِرُوهُنَّ وَٱبْتَغُوا۟ مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلْخَيْطُ ٱلْأَبْيَضُ مِنَ ٱلْخَيْطِ ٱلْأَسْوَدِ مِنَ ٱلْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا۟ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَٰكِفُونَ فِى ٱلْمَسَٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
Inti makna
Ayat menjelaskan kebolehan hubungan suami istri pada malam puasa, batas makan sampai fajar, penyempurnaan puasa hingga malam, dan larangan hubungan intim selama iktikaf di masjid.
Kaitan dengan bait
Ayat menerangkan batas waktu puasa dan hubungan suami istri pada malam hari. Rincian keadaan pelaku, zat masuk, dan pembatal lain dijelaskan syarah, bukan semua rincian terdapat dalam ayat.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 473: hubungan intim, sengaja muntah, dan istimna.
Lihat pembahasan jawaban
Hubungan intim sengaja membatalkan puasa menurut ketentuannya, meskipun tidak terjadi ejakulasi. Akibat kafarat khusus Ramadan dibahas kemudian; tidak semua pembatal mempunyai kafarat yang sama. Sengaja menimbulkan muntah dibedakan dari muntah yang datang tanpa dapat ditahan. Kondisi sakit ditangani sesuai kebutuhan, bukan menahan sesuatu yang membahayakan demi menyamakan semua muntah dengan tindakan sengaja.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
والعمد للوطء
dan kesengajaan hubungan intim
وباستقاء
serta sengaja mengeluarkan muntah
أو أخرج المني باستمناء
atau mengeluarkan mani dengan istimna
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
والعَمْدِ لِلْوَطْءِ وباستِقَاءِ
Buka penggal 2
أو أخرَجَ المَنِيَّ باستِمْنَاءِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 473 — Hubungan intim, sengaja muntah, dan istimnaNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.