Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 474
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Pembatal dan adab puasa · Bait 474 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وسن مع علم الغروب يفطر بسرعة
dan disunahkan segera berbuka setelah mengetahui matahari terbenam
وعكسه التسحر
serta kebalikannya untuk sahur
Terjemahan bait 474

Dan disunahkan segera berbuka setelah mengetahui matahari terbenam; serta kebalikannya untuk sahur.

Syarah · keterangan lengkap

Berbuka setelah waktunya jelas

Kesunahan mempercepat berbuka berlaku sesudah magrib diketahui, bukan sebelum waktunya karena sangat lapar. Jadwal sesuai lokasi atau informasi yang dapat dipercaya membantu memastikan waktu.

Sahur mendekati akhir malam

Sahur dianjurkan diakhirkan selama masih yakin malam belum berakhir. Batas mulai puasa ialah fajar, sehingga mengakhirkan sahur tidak berarti sengaja makan setelah masuk Subuh.

Penerapan

Siapkan makanan secukupnya agar waktu ibadah tertata. Penanda imsak kehati-hatian dibedakan dari fajar yang menjadi batas hukum; pembaca memeriksa jadwal dan kebijakan setempat tanpa menebak dari jam daerah lain.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 128. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

وعكسه التسحر

عكسه menunjukkan kebalikan waktu anjuran; التسحر menjadi pokok yang diterangkan.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

التسحر

Akar
س ح ر
Pola / bentuk
تَفَعُّل

Masdar تسحّر, makan sahur.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan pembatal dan adab puasa. Baca bersama bait 473 dan 475 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Kesunahan mempercepat berbuka berlaku sesudah magrib diketahui, bukan sebelum waktunya karena sangat lapar.
  2. Sahur dianjurkan diakhirkan selama masih yakin malam belum berakhir.
Contoh penerapan

Keadaan

Siapkan makanan secukupnya agar waktu ibadah tertata.

Cara memahami

Penanda imsak kehati-hatian dibedakan dari fajar yang menjadi batas hukum; pembaca memeriksa jadwal dan kebijakan setempat tanpa menebak dari jam daerah lain.

Batas penerapan

Sahur dianjurkan diakhirkan selama masih yakin malam belum berakhir. Batas mulai puasa ialah fajar, sehingga mengakhirkan sahur tidak berarti sengaja makan setelah masuk Subuh.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Sahih al-Bukhari 1957

Riwayat sahih. Petikan Arab dicocokkan dengan teks sumber bernomor; uraian Indonesia disusun sendiri. Petikan bukan seluruh matan hadis.

Baca petikan Arab

لا يزال الناس بخير ما عجلوا الفطر

Inti makna

Menyegerakan berbuka setelah masuk waktunya merupakan tuntunan kebaikan.

Kaitan dengan bait

Hadis menganjurkan menyegerakan berbuka setelah waktunya. Pilihan makanan, mandi, siwak, dan larangan wisal dijelaskan melalui dalil lain serta syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 474: menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.

Lihat pembahasan jawaban

Kesunahan mempercepat berbuka berlaku sesudah magrib diketahui, bukan sebelum waktunya karena sangat lapar. Jadwal sesuai lokasi atau informasi yang dapat dipercaya membantu memastikan waktu. Sahur dianjurkan diakhirkan selama masih yakin malam belum berakhir. Batas mulai puasa ialah fajar, sehingga mengakhirkan sahur tidak berarti sengaja makan setelah masuk Subuh.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وسن مع علم الغروب يفطر بسرعة

dan disunahkan segera berbuka setelah mengetahui matahari terbenam

وعكسه التسحر

serta kebalikannya untuk sahur

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وسُنَّ مَعْ عِلم الغروبِ يُفطِرُ

Buka penggal 2

بسُرعَةٍ وعكْسُهُ التَسَحُّرُ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 474 — Menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahurNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan