Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 475
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Pembatal dan adab puasa · Bait 475 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
والفطر بالماء لفقد التمر
dan berbuka dengan air bila kurma tidak ada
وغسل من أجنب قبل الفجر
serta mandi bagi yang junub sebelum fajar
Terjemahan bait 475

Dan berbuka dengan air bila kurma tidak ada; serta mandi bagi yang junub sebelum fajar.

Syarah · keterangan lengkap

Pilihan berbuka

Kurma dianjurkan untuk berbuka, dan air ketika tidak tersedia. Kesunahan ini tidak menjadikan kurma syarat sah berbuka; orang dapat memakai makanan yang tersedia dan sesuai kebutuhannya.

Mandi sebagai persiapan

Mandi sebelum fajar bagi yang junub dianjurkan agar memulai hari dalam keadaan suci. Namun terlambat mandi sampai setelah fajar tidak dengan sendirinya membatalkan puasa bila sebab junub terjadi pada malam hari.

Salat tetap dijaga

Kelonggaran sah puasa tidak membolehkan menunda mandi sampai melewatkan Subuh. Bedakan syarat puasa dan syarat salat: keduanya berhubungan, tetapi hadas besar tidak diperlakukan sama pada setiap ibadah.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 128. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

لفقد التمر

لام menunjukkan alasan memakai air, yakni tidak adanya kurma.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

غسل

Akar
غ س ل
Pola / bentuk
Isim/masdar غُسْل

Mandi untuk mengangkat hadas besar dalam konteks ini.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan pembatal dan adab puasa. Baca bersama bait 474 dan 476 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Kurma dianjurkan untuk berbuka, dan air ketika tidak tersedia.
  2. Mandi sebelum fajar bagi yang junub dianjurkan agar memulai hari dalam keadaan suci.
Contoh penerapan

Keadaan

Kelonggaran sah puasa tidak membolehkan menunda mandi sampai melewatkan Subuh.

Cara memahami

Bedakan syarat puasa dan syarat salat: keduanya berhubungan, tetapi hadas besar tidak diperlakukan sama pada setiap ibadah.

Batas penerapan

Mandi sebelum fajar bagi yang junub dianjurkan agar memulai hari dalam keadaan suci. Namun terlambat mandi sampai setelah fajar tidak dengan sendirinya membatalkan puasa bila sebab junub terjadi pada malam hari.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Sahih al-Bukhari 1957

Riwayat sahih. Petikan Arab dicocokkan dengan teks sumber bernomor; uraian Indonesia disusun sendiri. Petikan bukan seluruh matan hadis.

Baca petikan Arab

لا يزال الناس بخير ما عجلوا الفطر

Inti makna

Menyegerakan berbuka setelah masuk waktunya merupakan tuntunan kebaikan.

Kaitan dengan bait

Hadis menganjurkan menyegerakan berbuka setelah waktunya. Pilihan makanan, mandi, siwak, dan larangan wisal dijelaskan melalui dalil lain serta syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 475: kurma, air, dan mandi sebelum fajar.

Lihat pembahasan jawaban

Kurma dianjurkan untuk berbuka, dan air ketika tidak tersedia. Kesunahan ini tidak menjadikan kurma syarat sah berbuka; orang dapat memakai makanan yang tersedia dan sesuai kebutuhannya. Mandi sebelum fajar bagi yang junub dianjurkan agar memulai hari dalam keadaan suci. Namun terlambat mandi sampai setelah fajar tidak dengan sendirinya membatalkan puasa bila sebab junub terjadi pada malam hari.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

والفطر بالماء لفقد التمر

dan berbuka dengan air bila kurma tidak ada

وغسل من أجنب قبل الفجر

serta mandi bagi yang junub sebelum fajar

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

والفِطرُ بالماء لِفَقْدِ التَّمرِ

Buka penggal 2

وغُسْلُ مَن أَجنَبَ قبلَ الفجرِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 475 — Kurma, air, dan mandi sebelum fajarNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan