Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 476
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Pembatal dan adab puasa · Bait 476 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
ويكره العلك وذوق واحتجام
dan dimakruhkan mengunyah getah, mencicipi, serta bekam menurut rinciannya
ومج ماء عند فطر من صيام
dan memuntahkan air dari mulut saat berbuka dalam contoh syarah
Terjemahan bait 476

Dan dimakruhkan mengunyah getah, mencicipi, serta bekam menurut rinciannya; dan memuntahkan air dari mulut saat berbuka dalam contoh syarah.

Syarah · keterangan lengkap

Mencegah masuknya bahan

Mengunyah bahan dan mencicipi tanpa kebutuhan dibahas karena risiko tertelan. Permen karet modern yang melepaskan gula atau zat tidak otomatis sama dengan getah klasik yang dibicarakan; sifat bahan perlu dibedakan.

Kebutuhan dan dampak

Syarah memberi rincian ketika mencicipi diperlukan dan tentang bekam yang dapat melemahkan. Penilaian makruh tidak sama dengan batal; tindakan medis tidak diputus hanya dari nama yang mirip dengan contoh klasik.

Makna majj

Majj ialah mengeluarkan air dari mulut, bukan menelan. Bagian akhir merupakan adab saat berbuka pada syarah, bukan larangan berkumur sewajarnya saat wudu atau anjuran menelan cairan yang membahayakan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 128. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

عند فطر

عند keterangan waktu, yakni pada saat berbuka dalam contoh yang disebut.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

احتجام

Akar
ح ج م
Pola / bentuk
اِفْتِعَال

Masdar احتجم, menjalani bekam.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan pembatal dan adab puasa. Baca bersama bait 475 dan 477 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Mengunyah bahan dan mencicipi tanpa kebutuhan dibahas karena risiko tertelan.
  2. Syarah memberi rincian ketika mencicipi diperlukan dan tentang bekam yang dapat melemahkan.
Contoh penerapan

Keadaan

Majj ialah mengeluarkan air dari mulut, bukan menelan.

Cara memahami

Bagian akhir merupakan adab saat berbuka pada syarah, bukan larangan berkumur sewajarnya saat wudu atau anjuran menelan cairan yang membahayakan.

Batas penerapan

Syarah memberi rincian ketika mencicipi diperlukan dan tentang bekam yang dapat melemahkan. Penilaian makruh tidak sama dengan batal; tindakan medis tidak diputus hanya dari nama yang mirip dengan contoh klasik.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Sahih al-Bukhari 1957

Riwayat sahih. Petikan Arab dicocokkan dengan teks sumber bernomor; uraian Indonesia disusun sendiri. Petikan bukan seluruh matan hadis.

Baca petikan Arab

لا يزال الناس بخير ما عجلوا الفطر

Inti makna

Menyegerakan berbuka setelah masuk waktunya merupakan tuntunan kebaikan.

Kaitan dengan bait

Hadis menganjurkan menyegerakan berbuka setelah waktunya. Pilihan makanan, mandi, siwak, dan larangan wisal dijelaskan melalui dalil lain serta syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 476: mengunyah, mencicipi, dan tindakan yang melemahkan.

Lihat pembahasan jawaban

Mengunyah bahan dan mencicipi tanpa kebutuhan dibahas karena risiko tertelan. Permen karet modern yang melepaskan gula atau zat tidak otomatis sama dengan getah klasik yang dibicarakan; sifat bahan perlu dibedakan. Syarah memberi rincian ketika mencicipi diperlukan dan tentang bekam yang dapat melemahkan. Penilaian makruh tidak sama dengan batal; tindakan medis tidak diputus hanya dari nama yang mirip dengan contoh klasik.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

ويكره العلك وذوق واحتجام

dan dimakruhkan mengunyah getah, mencicipi, serta bekam menurut rinciannya

ومج ماء عند فطر من صيام

dan memuntahkan air dari mulut saat berbuka dalam contoh syarah

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

ويُكْرَهُ العَلْكُ وذَوْقٌ واحتِجَامْ

Buka penggal 2

ومَجُّ ماء عند فِطرٍ مِن صيام

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 476 — Mengunyah, mencicipi, dan tindakan yang melemahkanNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan