Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 48
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Karunia, takdir, dan akhir kehidupan · Bait 48 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وعلمه
dan pengetahuan-Nya
بمن يموت مؤمنا
tentang orang yang meninggal beriman
فليس يشقى
maka ia tidak celaka
بل يكون آمنا
melainkan berada dalam keamanan
Terjemahan bait 48

Adapun orang yang diketahui-Nya akan meninggal dalam keadaan beriman, ia tidak celaka [secara kekal], tetapi akan berada dalam keamanan.

Syarah · keterangan lengkap

Kebahagiaan akhirat

Syarah menerangkan kebahagiaan dan kecelakaan di sini berdasarkan keadaan akhir: meninggal dengan iman atau tanpa iman. Aman tidak berarti seorang mukmin pasti bebas dari seluruh kesulitan dunia, pertanyaan, atau kemungkinan hukuman atas dosa. Maksud pokoknya ialah keselamatan akhir dari kekekalan azab orang yang mati dalam kekufuran.

Ilmu Allah tidak menunggu kejadian

Allah mengetahui akhir kehidupan tanpa memerlukan waktu untuk menemukan fakta baru. Manusia menjalani pilihan dan pengalaman secara bertahap, sedangkan pengetahuan Allah tidak bertambah karena sebelumnya tidak tahu. Perbedaan ini mencegah kita membayangkan ilmu Allah seperti catatan manusia yang terus diperbaiki setelah peristiwa terjadi.

Harapan tanpa merasa terjamin

Kita tidak mengetahui dengan pasti akhir kehidupan diri sendiri. Karena itu, pelajaran praktisnya ialah memohon husnul khatimah, menjaga iman, dan tidak meremehkan pertobatan. Orang yang dahulu jauh dari agama dapat berubah, dan kita tidak berhak menutup jalan kebaikannya berdasarkan masa lalu. Sebaliknya, amal baik hari ini tidak menjadi alasan berhenti waspada terhadap kesombongan dan kemaksiatan. Bait menautkan harapan akhirat dengan kesungguhan menjaga keadaan saat ini.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 18. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

وعلمه بمن يموت مؤمنا

علمُه merupakan pokok pembicaraan tentang ilmu Allah; بمن menerangkan orang yang diketahui, dan يموت shilah bagi من. مؤمناً hal bagi pelaku يموت: meninggal dalam keadaan beriman. Susunan nazam mengandalkan konteks ilmu Allah yang telah disebut.

فليس يشقى بل يكون آمنا

ليس menafikan, dengan isim tersirat kembali kepada orang tadi dan يشقى sebagai kalimat khabar. بل mengalihkan kepada penegasan; يكون berisim tersirat dan آمناً khabar manshub. Aman berkaitan dengan keselamatan akhir yang dijelaskan syarah.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

مؤمنا

Akar
أ م ن
Pola / bentuk
مُفْعِل

Isim fa‘il dari آمن: orang yang beriman. Pada kalimat ini berkedudukan hal, bukan tetap selalu mubtada.

آمنا

Akar
أ م ن
Pola / bentuk
فَاعِل

Isim fa‘il dari أَمِنَ: yang berada dalam keamanan. Akar sama dengan مؤمن, tetapi bentuk dan maknanya berbeda.

Hubungan bait

Ilmu Allah pada bait 27 kembali menjadi dasar pembahasan, kini mengenai akhir kehidupan. Bait 49 memberi contoh Abu Bakar, lalu bait 50 membahas ketetapan azali.

Intisari & faedah
  1. Akhir kehidupan diketahui Allah secara sempurna.
  2. Aman tidak berarti setiap mukmin bebas dari semua kesulitan dunia atau setiap bentuk pertanggungjawaban.
Contoh penerapan

Keadaan

Pelajar melihat orang beriman mengalami musibah lalu menganggapnya bertentangan dengan آمنا.

Cara memahami

Ia membaca konteks keselamatan akhir, bukan janji hidup tanpa ujian.

Batas penerapan

Kita tidak mengetahui dengan pasti akhir kehidupan setiap individu.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS Aal-i-Imraan 3:102

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Inti makna

Perintah bertakwa dengan sungguh-sungguh dan menjaga keislaman sampai meninggal.

Kaitan dengan bait

Ayat mengarahkan agar tidak meninggal kecuali dalam keadaan berserah diri kepada Allah; berkaitan dengan pentingnya keadaan akhir.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa fungsi مؤمناً setelah يموت?

Lihat pembahasan jawaban

Hal yang menerangkan keadaan orang itu ketika meninggal: dalam keadaan beriman.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وعلمه

dan pengetahuan-Nya

بمن يموت مؤمنا

tentang orang yang meninggal beriman

فليس يشقى

maka ia tidak celaka

بل يكون آمنا

melainkan berada dalam keamanan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وعِلْمُهُ بمن يموتُ مُؤمِنَا

Buka penggal 2

فليسَ يَشقَى بل يكونُ آمِنَا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 48 — Akhir kehidupan diketahui AllahNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan