Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 480
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Puasa sunah, hari larangan, dan kafarat · Bait 480 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وصوم الاثنين كذا الخميس
dan puasa Senin demikian juga Kamis
مع أيام بيض
bersama hari-hari putih
وأجز لمن شرع
dan bolehkan bagi yang telah memulai
Terjemahan bait 480

Dan puasa Senin demikian juga Kamis; bersama hari-hari putih; dan bolehkan bagi yang telah memulai.

Syarah · keterangan lengkap

Jadwal sunah berkala

Senin dan Kamis dianjurkan sebagai puasa pekanan. Ayyamul bidh ialah tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah, terkait malam bulan yang terang, bukan tiga hari kalender Masehi.

Pengecualian tasyrik

Tanggal 13 Zulhijah termasuk tasyrik, sehingga tidak diperlakukan seperti tanggal tiga belas bulan lainnya dalam pendapat kitab. Syarah menyebut menggantinya dengan tanggal enam belas.

Kalimat berlanjut

Akhir bait beralih kepada orang yang sudah memulai puasa sunah. Kebolehan memutusnya baru diterangkan pada 481; jangan menganggap frasa tersebut bagian dari penentuan tanggal ayyamul bidh.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 129. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

أيام بيض

أيام mudhaf kepada بيض dalam sebutan hari-hari dengan malam bulan terang.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

الخميس

Akar
خ م س
Pola / bentuk
فَعِيل

Nama hari Kamis, berkaitan dengan urutan bilangan.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan puasa sunah, hari larangan, dan kafarat. Baca bersama bait 479 dan 481 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Senin dan Kamis dianjurkan sebagai puasa pekanan.
  2. Tanggal 13 Zulhijah termasuk tasyrik, sehingga tidak diperlakukan seperti tanggal tiga belas bulan lainnya dalam pendapat kitab.
Contoh penerapan

Keadaan

Akhir bait beralih kepada orang yang sudah memulai puasa sunah.

Cara memahami

Kebolehan memutusnya baru diterangkan pada 481; jangan menganggap frasa tersebut bagian dari penentuan tanggal ayyamul bidh.

Batas penerapan

Tanggal 13 Zulhijah termasuk tasyrik, sehingga tidak diperlakukan seperti tanggal tiga belas bulan lainnya dalam pendapat kitab. Syarah menyebut menggantinya dengan tanggal enam belas.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Sahih Muslim 1162b

Riwayat sahih. Petikan Arab dicocokkan dengan teks sumber bernomor; uraian Indonesia disusun sendiri. Petikan bukan seluruh matan hadis.

Baca petikan Arab

وسئل عن صوم يوم عرفة فقال يكفر السنة الماضية والباقية

Inti makna

Riwayat menyebut keutamaan puasa Arafah dan juga membahas Asyura serta Senin. Keutamaan penghapusan dosa dibaca bersama ketentuan tobat dan hak sesama.

Kaitan dengan bait

Hadis menerangkan puasa Arafah, Asyura, dan Senin. Enam Syawal, Kamis, hari larangan, serta pemutusan puasa sunah mempunyai dalil dan rincian lain pada syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 480: senin, kamis, dan ayyamul bidh.

Lihat pembahasan jawaban

Senin dan Kamis dianjurkan sebagai puasa pekanan. Ayyamul bidh ialah tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah, terkait malam bulan yang terang, bukan tiga hari kalender Masehi. Tanggal 13 Zulhijah termasuk tasyrik, sehingga tidak diperlakukan seperti tanggal tiga belas bulan lainnya dalam pendapat kitab. Syarah menyebut menggantinya dengan tanggal enam belas.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وصوم الاثنين كذا الخميس

dan puasa Senin demikian juga Kamis

مع أيام بيض

bersama hari-hari putih

وأجز لمن شرع

dan bolehkan bagi yang telah memulai

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

وصَوْمُ الاثنينِ كذا الخميسُ مَعْ

Buka penggal 2

أيامِ بِيْضٍ وأَجِزْ لمَن شَرَعْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 480 — Senin, Kamis, dan ayyamul bidhNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan