Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 481
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Puasa sunah, hari larangan, dan kafarat · Bait 481 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
في النفل أن يقطعه بلا قضا
pada puasa sunah boleh memutus tanpa kewajiban qada
ولم يجز قطع لما قد فرضا
dan tidak boleh memutus yang sudah diwajibkan
Terjemahan bait 481

Pada puasa sunah boleh memutus tanpa kewajiban qada; dan tidak boleh memutus yang sudah diwajibkan.

Syarah · keterangan lengkap

Puasa sunah

Orang yang memulai puasa sunah boleh mengakhirinya tanpa kewajiban qada menurut mazhab ini. Syarah tetap memakruhkan pemutusan tanpa alasan; kebolehan tidak sama dengan anjuran mudah meninggalkan ibadah.

Puasa wajib

Puasa wajib tidak diputus tanpa uzur yang membolehkan. Ramadan, qada, dan nazar memiliki kedudukan berbeda dari sunah biasa, sehingga aturan sunah tidak dipindahkan kepada semuanya.

Penerapan

Jika ada kebutuhan yang menjadi alasan, bedakan jenis puasa terlebih dahulu. Orang yang terpaksa berbuka karena bahaya mengikuti ketentuan uzur, bukan dinilai sama dengan yang sengaja meremehkan kewajiban.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 130. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

بلا قضا

باء dengan لا menafikan kewajiban qada pada puasa sunah dalam konteks ini.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

يقطعه

Akar
ق ط ع
Pola / bentuk
يَفْعَلُ

Mudhari‘ قطع dengan kata ganti, menghentikannya.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan puasa sunah, hari larangan, dan kafarat. Baca bersama bait 480 dan 482 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Orang yang memulai puasa sunah boleh mengakhirinya tanpa kewajiban qada menurut mazhab ini.
  2. Puasa wajib tidak diputus tanpa uzur yang membolehkan.
Contoh penerapan

Keadaan

Jika ada kebutuhan yang menjadi alasan, bedakan jenis puasa terlebih dahulu.

Cara memahami

Orang yang terpaksa berbuka karena bahaya mengikuti ketentuan uzur, bukan dinilai sama dengan yang sengaja meremehkan kewajiban.

Batas penerapan

Puasa wajib tidak diputus tanpa uzur yang membolehkan. Ramadan, qada, dan nazar memiliki kedudukan berbeda dari sunah biasa, sehingga aturan sunah tidak dipindahkan kepada semuanya.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Sahih Muslim 1162b

Riwayat sahih. Petikan Arab dicocokkan dengan teks sumber bernomor; uraian Indonesia disusun sendiri. Petikan bukan seluruh matan hadis.

Baca petikan Arab

وسئل عن صوم يوم عرفة فقال يكفر السنة الماضية والباقية

Inti makna

Riwayat menyebut keutamaan puasa Arafah dan juga membahas Asyura serta Senin. Keutamaan penghapusan dosa dibaca bersama ketentuan tobat dan hak sesama.

Kaitan dengan bait

Hadis menerangkan puasa Arafah, Asyura, dan Senin. Enam Syawal, Kamis, hari larangan, serta pemutusan puasa sunah mempunyai dalil dan rincian lain pada syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 481: memutus puasa sunah dan puasa wajib.

Lihat pembahasan jawaban

Orang yang memulai puasa sunah boleh mengakhirinya tanpa kewajiban qada menurut mazhab ini. Syarah tetap memakruhkan pemutusan tanpa alasan; kebolehan tidak sama dengan anjuran mudah meninggalkan ibadah. Puasa wajib tidak diputus tanpa uzur yang membolehkan. Ramadan, qada, dan nazar memiliki kedudukan berbeda dari sunah biasa, sehingga aturan sunah tidak dipindahkan kepada semuanya.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

في النفل أن يقطعه بلا قضا

pada puasa sunah boleh memutus tanpa kewajiban qada

ولم يجز قطع لما قد فرضا

dan tidak boleh memutus yang sudah diwajibkan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

في النَّفلِ أن يقطَعَهُ بلا قَضَا

Buka penggal 2

ولم يَجُزْ قَطْعٌ لما قد فُرِضَا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 481 — Memutus puasa sunah dan puasa wajibNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan