Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 490
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Qada, fidyah, dan uzur puasa · Bait 490 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
ومفطر لهرم لكل يوم
dan yang berbuka karena sangat lanjut usia, untuk tiap hari
مد كما مر بلا قضاء صوم
satu mud sebagaimana terdahulu tanpa qada puasa
Terjemahan bait 490

Dan yang berbuka karena sangat lanjut usia, untuk tiap hari; satu mud sebagaimana terdahulu tanpa qada puasa.

Syarah · keterangan lengkap

Uzur yang menetap

Orang lanjut usia yang tidak mampu berpuasa atau menghadapi kesulitan sangat berat mengikuti fidyah per hari. Syarah memasukkan penyakit yang tidak diharapkan pulih dalam kategori ketidakmampuan menetap.

Bukan pengganti pilihan bebas

Fidyah bukan pilihan bagi orang sehat yang sekadar tidak ingin mengqada. Ketidakmampuan sementara tetap mempunyai hubungan dengan qada; jenis uzur harus ditentukan lebih dahulu.

Penerapan

Makanan disalurkan sesuai kadar dan penerima yang berhak. Jika kemampuan membayar terbatas, rincian tanggungannya dipelajari tanpa memaksa kehilangan kebutuhan dasar; keadaan kesehatan dinilai melalui informasi yang kompeten.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 132. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

لكل يوم مد

لكل يوم keterangan pembagian; مد kadar untuk setiap hari.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

هرم

Akar
ه ر م
Pola / bentuk
فَعَل

Isim usia sangat lanjut dengan kelemahan yang menyertainya.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan qada, fidyah, dan uzur puasa. Baca bersama bait 489 dan 491 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Orang lanjut usia yang tidak mampu berpuasa atau menghadapi kesulitan sangat berat mengikuti fidyah per hari.
  2. Fidyah bukan pilihan bagi orang sehat yang sekadar tidak ingin mengqada.
Contoh penerapan

Keadaan

Makanan disalurkan sesuai kadar dan penerima yang berhak.

Cara memahami

Jika kemampuan membayar terbatas, rincian tanggungannya dipelajari tanpa memaksa kehilangan kebutuhan dasar; keadaan kesehatan dinilai melalui informasi yang kompeten.

Batas penerapan

Fidyah bukan pilihan bagi orang sehat yang sekadar tidak ingin mengqada. Ketidakmampuan sementara tetap mempunyai hubungan dengan qada; jenis uzur harus ditentukan lebih dahulu.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-Qur’an 2:184

Surah Al-Baqara, ayat 184. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.

Baca teks ayat

أَيَّامًۭا مَّعْدُودَٰتٍۢ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍۢ فَعِدَّةٌۭ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدْيَةٌۭ طَعَامُ مِسْكِينٍۢ ۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًۭا فَهُوَ خَيْرٌۭ لَّهُۥ ۚ وَأَن تَصُومُوا۟ خَيْرٌۭ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Inti makna

Ayat menyebut penggantian hari bagi yang sakit atau bepergian serta pemberian pangan dalam pembahasan kewajiban puasa.

Kaitan dengan bait

Ayat menyebut sakit, perjalanan, penggantian hari, dan pemberian pangan. Perincian wafat, usia lanjut, serta kehamilan dan menyusui dijelaskan melalui fikih; bukan semua kategorinya disebut langsung di sini.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 490: usia lanjut dan ketidakmampuan menetap.

Lihat pembahasan jawaban

Orang lanjut usia yang tidak mampu berpuasa atau menghadapi kesulitan sangat berat mengikuti fidyah per hari. Syarah memasukkan penyakit yang tidak diharapkan pulih dalam kategori ketidakmampuan menetap. Fidyah bukan pilihan bagi orang sehat yang sekadar tidak ingin mengqada. Ketidakmampuan sementara tetap mempunyai hubungan dengan qada; jenis uzur harus ditentukan lebih dahulu.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

ومفطر لهرم لكل يوم

dan yang berbuka karena sangat lanjut usia, untuk tiap hari

مد كما مر بلا قضاء صوم

satu mud sebagaimana terdahulu tanpa qada puasa

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

ومُفْطِرٌ لهَرَمٍ لكُلِّ يَوْمْ

Buka penggal 2

مُدٌّ كما مَرَّ بلا قضاءِ صَوْمْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 490 — Usia lanjut dan ketidakmampuan menetapNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan