Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Iktikaf dan kesinambungannya · Bait 495 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- لا بخروج منه بالنسيان
- tidak karena keluar darinya dalam keadaan lupa
- أو لقضاء حاجة الإنسان
- atau untuk menunaikan kebutuhan manusia
Terjemahan bait 495
Tidak karena keluar darinya dalam keadaan lupa; atau untuk menunaikan kebutuhan manusia.
Syarah · keterangan lengkap
Pengecualian kesinambungan
Keluar karena lupa tidak diperlakukan sama dengan sengaja memutus rangkaian iktikaf. Begitu ingat, orang kembali menjalankan ketentuan yang sesuai; lupa bukan alasan memperpanjang kegiatan lain secara sengaja.
Kebutuhan yang tidak terhindarkan
Buang air termasuk kebutuhan yang membolehkan keluar. Iktikaf tidak menuntut menahan kebutuhan tubuh secara membahayakan atau menjadikan masjid tempat melakukan sesuatu yang mencemarinya.
Sekadar kebutuhan
Waktu keluar disesuaikan dengan keperluan. Berbelanja atau berkunjung panjang setelah selesai kebutuhan tidak otomatis ikut dimaafkan; tambahan kegiatan mempunyai penilaian berbeda dari tujuan keluar awalnya.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 134. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
لقضاء حاجة الإنسان
لام menyatakan tujuan; قضاء mudhaf kepada حاجة الإنسان.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan iktikaf dan kesinambungannya. Baca bersama bait 494 dan 496 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Keluar karena lupa tidak diperlakukan sama dengan sengaja memutus rangkaian iktikaf.
- Buang air termasuk kebutuhan yang membolehkan keluar.
Contoh penerapan
Keadaan
Waktu keluar disesuaikan dengan keperluan.
Cara memahami
Berbelanja atau berkunjung panjang setelah selesai kebutuhan tidak otomatis ikut dimaafkan; tambahan kegiatan mempunyai penilaian berbeda dari tujuan keluar awalnya.
Batas penerapan
Buang air termasuk kebutuhan yang membolehkan keluar. Iktikaf tidak menuntut menahan kebutuhan tubuh secara membahayakan atau menjadikan masjid tempat melakukan sesuatu yang mencemarinya.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Al-Qur’an 2:187
Surah Al-Baqara, ayat 187. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.
Baca teks ayat
أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ ٱلصِّيَامِ ٱلرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَآئِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌۭ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌۭ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ ٱللَّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتَانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ ۖ فَٱلْـَٰٔنَ بَٰشِرُوهُنَّ وَٱبْتَغُوا۟ مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلْخَيْطُ ٱلْأَبْيَضُ مِنَ ٱلْخَيْطِ ٱلْأَسْوَدِ مِنَ ٱلْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا۟ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَٰكِفُونَ فِى ٱلْمَسَٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
Inti makna
Ayat menjelaskan kebolehan hubungan suami istri pada malam puasa, batas makan sampai fajar, penyempurnaan puasa hingga malam, dan larangan hubungan intim selama iktikaf di masjid.
Kaitan dengan bait
Ayat menyebut iktikaf di masjid dan larangan hubungan intim saat iktikaf. Lama menetap, nazar, serta alasan keluar diperinci syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 495: keluar karena lupa atau kebutuhan tubuh.
Lihat pembahasan jawaban
Keluar karena lupa tidak diperlakukan sama dengan sengaja memutus rangkaian iktikaf. Begitu ingat, orang kembali menjalankan ketentuan yang sesuai; lupa bukan alasan memperpanjang kegiatan lain secara sengaja. Buang air termasuk kebutuhan yang membolehkan keluar. Iktikaf tidak menuntut menahan kebutuhan tubuh secara membahayakan atau menjadikan masjid tempat melakukan sesuatu yang mencemarinya.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
لا بخروج منه بالنسيان
tidak karena keluar darinya dalam keadaan lupa
أو لقضاء حاجة الإنسان
atau untuk menunaikan kebutuhan manusia
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
لا بِخُروجٍ مِنهُ بالنِّسيانِ
Buka penggal 2
أو لقَضَاءِ حاجَةِ الإنسانِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 495 — Keluar karena lupa atau kebutuhan tubuhNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.