Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Kewajiban serta rukun haji dan umrah · Bait 503 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- وطاف بالكعبة سبعا
- dan mengelilingi Ka‘bah tujuh kali
- وسعى من الصفا لمروة مسبعا
- serta sai dari Safa ke Marwah dengan tujuh lintasan
Terjemahan bait 503
Dan mengelilingi Ka‘bah tujuh kali; serta sai dari Safa ke Marwah dengan tujuh lintasan.
Syarah · keterangan lengkap
Tawaf rukun
Tawaf mengelilingi Ka‘bah tujuh putaran dengan syarat arah, permulaan, penutupan aurat, dan kesucian menurut mazhab. Melewati bagian yang termasuk bangunan Ka‘bah tidak disamakan dengan mengelilingi seluruhnya.
Cara menghitung sai
Safa ke Marwah dihitung satu lintasan, kembali ke Safa lintasan kedua. Tujuh lintasan berakhir di Marwah; bukan tujuh kali pergi-pulang yang menghasilkan empat belas lintasan.
Urutan sai
Syarah mensyaratkan sai sesudah tawaf yang memenuhi ketentuan. Sai yang sudah sah setelah tawaf qudum tidak selalu diulang setelah ifadah; jenis manasik dan urutan yang telah dilakukan perlu dicatat.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 136. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
مسبعا
حال yang menerangkan pelaksanaan sai sebanyak tujuh lintasan.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan kewajiban serta rukun haji dan umrah. Baca bersama bait 502 dan 504 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Tawaf mengelilingi Ka‘bah tujuh putaran dengan syarat arah, permulaan, penutupan aurat, dan kesucian menurut mazhab.
- Safa ke Marwah dihitung satu lintasan, kembali ke Safa lintasan kedua.
Contoh penerapan
Keadaan
Syarah mensyaratkan sai sesudah tawaf yang memenuhi ketentuan.
Cara memahami
Sai yang sudah sah setelah tawaf qudum tidak selalu diulang setelah ifadah; jenis manasik dan urutan yang telah dilakukan perlu dicatat.
Batas penerapan
Safa ke Marwah dihitung satu lintasan, kembali ke Safa lintasan kedua. Tujuh lintasan berakhir di Marwah; bukan tujuh kali pergi-pulang yang menghasilkan empat belas lintasan.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Al-Qur’an 2:196
Surah Al-Baqara, ayat 196. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.
Baca teks ayat
وَأَتِمُّوا۟ ٱلْحَجَّ وَٱلْعُمْرَةَ لِلَّهِ ۚ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا ٱسْتَيْسَرَ مِنَ ٱلْهَدْىِ ۖ وَلَا تَحْلِقُوا۟ رُءُوسَكُمْ حَتَّىٰ يَبْلُغَ ٱلْهَدْىُ مَحِلَّهُۥ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ بِهِۦٓ أَذًۭى مِّن رَّأْسِهِۦ فَفِدْيَةٌۭ مِّن صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍۢ ۚ فَإِذَآ أَمِنتُمْ فَمَن تَمَتَّعَ بِٱلْعُمْرَةِ إِلَى ٱلْحَجِّ فَمَا ٱسْتَيْسَرَ مِنَ ٱلْهَدْىِ ۚ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَٰثَةِ أَيَّامٍۢ فِى ٱلْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌۭ كَامِلَةٌۭ ۗ ذَٰلِكَ لِمَن لَّمْ يَكُنْ أَهْلُهُۥ حَاضِرِى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ
Inti makna
Haji dan umrah diperintahkan disempurnakan. Ayat merinci keadaan terhalang, hadyu, fidyah, dan pengganti puasa bagi tamattu‘.
Kaitan dengan bait
Ayat memerintahkan menyempurnakan haji dan umrah. Daftar rukun, hitungan putaran, dan rambut mengikuti penjelasan manasik pada syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 503: tawaf tujuh dan sai tujuh lintasan.
Lihat pembahasan jawaban
Tawaf mengelilingi Ka‘bah tujuh putaran dengan syarat arah, permulaan, penutupan aurat, dan kesucian menurut mazhab. Melewati bagian yang termasuk bangunan Ka‘bah tidak disamakan dengan mengelilingi seluruhnya. Safa ke Marwah dihitung satu lintasan, kembali ke Safa lintasan kedua. Tujuh lintasan berakhir di Marwah; bukan tujuh kali pergi-pulang yang menghasilkan empat belas lintasan.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وطاف بالكعبة سبعا
dan mengelilingi Ka‘bah tujuh kali
وسعى من الصفا لمروة مسبعا
serta sai dari Safa ke Marwah dengan tujuh lintasan
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
وطافَ بالكعبةِ سَبْعَاً وسَعَى
Buka penggal 2
مِنَ الصَّفَا لمَرْوَةٍ مُسَبِّعَا
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 503 — Tawaf tujuh dan sai tujuh lintasanNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.