Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Wajib dan sunah manasik · Bait 506 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- والجمع بين الليل والنهار بعرفه
- dan menggabungkan malam serta siang di Arafah
- والرمي للجمار
- serta melempar jamrah
Terjemahan bait 506
Dan menggabungkan malam serta siang di Arafah; serta melempar jamrah.
Syarah · keterangan lengkap
Catatan tarjih yang penting
Matan memasukkan penggabungan siang dan malam Arafah ke daftar wajib. Ghayat al-Bayan menegaskan bahwa ini pendapat lemah; pendapat yang lebih kuat dalam mazhab menganggapnya sunah.
Rukun wukuf tetap terpisah
Perbedaan tersebut menyangkut penggabungan waktu, bukan menghapus keharusan wukuf pada waktu yang sah. Hadir hanya pada malam mempunyai rincian sahnya sendiri dalam syarah.
Jamrah sebagai wajib
Melempar jamrah termasuk wajib manasik dengan jumlah, urutan, dan waktu tersendiri. Rincian 515–518 membantu membedakan lemparan hari Nahr dari tiga jamrah pada hari tasyrik.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 138. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
بين الليل والنهار
بين keterangan yang menghubungkan dua bagian waktu, malam dan siang.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan wajib dan sunah manasik. Baca bersama bait 505 dan 507 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Matan memasukkan penggabungan siang dan malam Arafah ke daftar wajib.
- Perbedaan tersebut menyangkut penggabungan waktu, bukan menghapus keharusan wukuf pada waktu yang sah.
Contoh penerapan
Keadaan
Melempar jamrah termasuk wajib manasik dengan jumlah, urutan, dan waktu tersendiri.
Cara memahami
Rincian 515–518 membantu membedakan lemparan hari Nahr dari tiga jamrah pada hari tasyrik.
Batas penerapan
Perbedaan tersebut menyangkut penggabungan waktu, bukan menghapus keharusan wukuf pada waktu yang sah. Hadir hanya pada malam mempunyai rincian sahnya sendiri dalam syarah.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Al-Qur’an 2:198
Surah Al-Baqara, ayat 198. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.
Baca teks ayat
لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَبْتَغُوا۟ فَضْلًۭا مِّن رَّبِّكُمْ ۚ فَإِذَآ أَفَضْتُم مِّنْ عَرَفَٰتٍۢ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ عِندَ ٱلْمَشْعَرِ ٱلْحَرَامِ ۖ وَٱذْكُرُوهُ كَمَا هَدَىٰكُمْ وَإِن كُنتُم مِّن قَبْلِهِۦ لَمِنَ ٱلضَّآلِّينَ
Inti makna
Dalam rangkaian haji, ayat menyebut berangkat dari Arafah dan berzikir di Masy‘ar al-Haram.
Kaitan dengan bait
Ayat menyebut Arafah dan zikir di Masy‘ar al-Haram. Rangkaian, tingkatan hukum, serta keutamaan tempat dan gerakan pada bait ini dijelaskan melalui syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 506: siang–malam arafah dan melempar jamrah.
Lihat pembahasan jawaban
Matan memasukkan penggabungan siang dan malam Arafah ke daftar wajib. Ghayat al-Bayan menegaskan bahwa ini pendapat lemah; pendapat yang lebih kuat dalam mazhab menganggapnya sunah. Perbedaan tersebut menyangkut penggabungan waktu, bukan menghapus keharusan wukuf pada waktu yang sah. Hadir hanya pada malam mempunyai rincian sahnya sendiri dalam syarah.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
والجمع بين الليل والنهار بعرفه
dan menggabungkan malam serta siang di Arafah
والرمي للجمار
serta melempar jamrah
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
والجَمعُ بين الليل والنَّهَارِ
Buka penggal 2
بِعَرَفَهْ والرَّمْيُ للجِمَارِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 506 — Siang–malam Arafah dan melempar jamrahNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.