Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Wajib dan sunah manasik · Bait 507 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- ثم المبيت بمنى والجمع
- kemudian bermalam di Mina dan Jam‘ yaitu Muzdalifah
- وآخر الست طواف الودع
- dan akhir enam yang disebut ialah tawaf perpisahan
Terjemahan bait 507
Kemudian bermalam di Mina dan Jam‘ yaitu Muzdalifah; dan akhir enam yang disebut ialah tawaf perpisahan.
Syarah · keterangan lengkap
Dua tempat mabit
Mina dan Muzdalifah memiliki malam serta batas waktu masing-masing. Jam‘ adalah nama Muzdalifah, bukan perintah menjamak salat pada penggal ini; kesamaan bunyi kata perlu dibaca menurut konteks.
Uzur dan nafar
Syarah merinci bagian malam, keadaan beruzur, serta pilihan meninggalkan Mina lebih awal dengan syaratnya. Tidak semua jemaah yang mengikuti pengaturan khusus otomatis disamakan dengan sengaja meninggalkan mabit tanpa alasan.
Tawaf terakhir
Wada menjadi tawaf perpisahan ketika hendak meninggalkan Makkah menurut ketentuannya. Perempuan haid mendapat keringanan pada sumber; wada tidak disamakan dengan tawaf ifadah yang merupakan rukun.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 139. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
بمنى والجمع
باء menghubungkan mabit dengan Mina; الجمع dihubungkan sebagai nama tempat kedua.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan wajib dan sunah manasik. Baca bersama bait 506 dan 508 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Mina dan Muzdalifah memiliki malam serta batas waktu masing-masing.
- Syarah merinci bagian malam, keadaan beruzur, serta pilihan meninggalkan Mina lebih awal dengan syaratnya.
Contoh penerapan
Keadaan
Wada menjadi tawaf perpisahan ketika hendak meninggalkan Makkah menurut ketentuannya.
Cara memahami
Perempuan haid mendapat keringanan pada sumber; wada tidak disamakan dengan tawaf ifadah yang merupakan rukun.
Batas penerapan
Syarah merinci bagian malam, keadaan beruzur, serta pilihan meninggalkan Mina lebih awal dengan syaratnya. Tidak semua jemaah yang mengikuti pengaturan khusus otomatis disamakan dengan sengaja meninggalkan mabit tanpa alasan.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Al-Qur’an 2:198
Surah Al-Baqara, ayat 198. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.
Baca teks ayat
لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَبْتَغُوا۟ فَضْلًۭا مِّن رَّبِّكُمْ ۚ فَإِذَآ أَفَضْتُم مِّنْ عَرَفَٰتٍۢ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ عِندَ ٱلْمَشْعَرِ ٱلْحَرَامِ ۖ وَٱذْكُرُوهُ كَمَا هَدَىٰكُمْ وَإِن كُنتُم مِّن قَبْلِهِۦ لَمِنَ ٱلضَّآلِّينَ
Inti makna
Dalam rangkaian haji, ayat menyebut berangkat dari Arafah dan berzikir di Masy‘ar al-Haram.
Kaitan dengan bait
Ayat menyebut Arafah dan zikir di Masy‘ar al-Haram. Rangkaian, tingkatan hukum, serta keutamaan tempat dan gerakan pada bait ini dijelaskan melalui syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 507: mabit mina, muzdalifah, dan tawaf wada.
Lihat pembahasan jawaban
Mina dan Muzdalifah memiliki malam serta batas waktu masing-masing. Jam‘ adalah nama Muzdalifah, bukan perintah menjamak salat pada penggal ini; kesamaan bunyi kata perlu dibaca menurut konteks. Syarah merinci bagian malam, keadaan beruzur, serta pilihan meninggalkan Mina lebih awal dengan syaratnya. Tidak semua jemaah yang mengikuti pengaturan khusus otomatis disamakan dengan sengaja meninggalkan mabit tanpa alasan.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
ثم المبيت بمنى والجمع
kemudian bermalam di Mina dan Jam‘ yaitu Muzdalifah
وآخر الست طواف الودع
dan akhir enam yang disebut ialah tawaf perpisahan
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
ثم المَبِيتُ بمِنَىً والجَمْعِ
Buka penggal 2
وآخِرُ السِّتِ طَوَافُ الوَدْعِ
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 507 — Mabit Mina, Muzdalifah, dan tawaf wadaNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.