Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 51
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Karunia, takdir, dan akhir kehidupan · Bait 51 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
ولم يمت
dan tidak meninggal
قبل انقضا العمر
sebelum habis umur
أحد
seorang pun
والنفس تبقى
dan jiwa tetap ada
ليس تفنى للأبد
tidak lenyap selama-lamanya
Terjemahan bait 51

Tidak seorang pun meninggal sebelum habis umurnya; jiwa tetap ada dan tidak lenyap selama-lamanya.

Syarah · keterangan lengkap

Ajal adalah akhir yang diketahui Allah

Bait menegaskan bahwa kematian tidak terjadi di luar ilmu dan ketetapan Allah. Kata umur menunjuk jangka hidup yang benar-benar dijalani seseorang menurut ketetapan-Nya. Kematian melalui sakit, kecelakaan, atau sebab lain tetap berada dalam pengetahuan Allah. Ini tidak membenarkan perbuatan manusia yang menyebabkan kematian secara zalim; pelaku tetap bertanggung jawab atas tindakannya.

Berikhtiar tetap diperintahkan

Keyakinan pada ajal tidak berarti menolak pengobatan, keselamatan, atau pertolongan darurat. Usaha menjaga kehidupan juga termasuk sebab yang Allah tetapkan. Orang yang memakai alat keselamatan tidak melawan takdir; ia menjalankan kewajiban berhati-hati. Demikian pula doa, pemeliharaan hubungan baik, dan usaha hidup sehat tidak dipertentangkan dengan ilmu Allah yang meliputi semuanya.

Jiwa sesudah kematian

An-nafs dalam penjelasan ini menunjuk ruh. Pengarang menegaskan kelangsungan kehidupan sesudah kematian jasad dan adanya alam barzakh. Kelangsungan ruh bukan keberadaan mandiri yang lepas dari Allah: ia tetap makhluk yang dipelihara dengan kehendak-Nya. Rincian hakikat ruh tidak dapat ditentukan dengan khayalan atau pengalaman yang belum teruji. Arah pendidikan bait ialah mempersiapkan pertanggungjawaban akhirat sambil tetap menunaikan tanggung jawab kehidupan sekarang.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 18. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

ولم يمت قبل انقضا العمر أحد

لم menjazmkan يمتْ; أحدٌ fa‘il yang diakhirkan. قبلَ zharaf, انقضا mudhaf ilaih berbentuk ringkas dari انقضاء, dan العمرِ mudhaf ilaih berikutnya.

والنفس تبقى ليس تفنى للأبد

النفسُ mubtada; تبقى kalimat khabar dengan dhammah diperkirakan pada alif. ليس menafikan, isimnya tersirat kembali kepada النفس dan تفنى khabarnya. للأبد menerangkan keberlangsungan yang dibicarakan.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

يمت

Akar
م و ت
Pola / bentuk
يَفْعُلْ setelah i‘lal

Dari مات يموت; waw pada bentuk mudhari‘ dibuang ketika majzum sehingga menjadi يمت.

انقضا

Akar
ق ض ي
Pola / bentuk
اِنْفِعَال (انقضاء)

Masdar dari انقضى, berakhir atau habis. Penulisan nazam meringankan hamzah akhirnya.

Hubungan bait

Bait 50 membahas ketetapan; di sini pembahasan diterapkan pada ajal. النفس dibicarakan dalam kaitan kehidupan sesudah kematian, lalu bait 52 membedakan keadaan jasad.

Intisari & faedah
  1. Kematian tidak mendahului ajal yang ditetapkan Allah.
  2. Pengetahuan tentang ajal tidak dimiliki manusia sehingga ia tetap menjaga amanah hidupnya.
Contoh penerapan

Keadaan

Seseorang mengabaikan keselamatan karena merasa tidak mungkin mati sebelum ajal.

Cara memahami

Ia memahami bahwa usaha menjaga keselamatan juga bagian dari tanggung jawabnya.

Batas penerapan

Bait tentang takdir bukan anjuran mengambil bahaya yang tidak perlu.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS Al-A'raaf 7:34

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌۭ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةًۭ ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Inti makna

Setiap umat mempunyai ajal; ketika waktunya datang, mereka tidak dapat menunda atau mempercepatnya.

Kaitan dengan bait

Ayat menjelaskan bahwa ketika ajal datang, ia tidak dapat dimajukan atau diundurkan.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Apa fa‘il dari يمت?

Lihat pembahasan jawaban

أحدٌ pada akhir penggal pertama; bukan العمر yang menjadi bagian idhafah.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

ولم يمت

dan tidak meninggal

قبل انقضا العمر

sebelum habis umur

أحد

seorang pun

والنفس تبقى

dan jiwa tetap ada

ليس تفنى للأبد

tidak lenyap selama-lamanya

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

ولم يَمُت قَبلَ انقِضَا العُمْرِ أَحَدْ

Buka penggal 2

والنَّفْسُ تَبقَى ليس تَفْنَى للأبَدْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 51 — Ajal dan kehidupan ruhNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan