Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 512
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Rangkaian manasik dan tahallul · Bait 512 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وركعتا الطواف من ورا المقام
dan dua rakaat tawaf di belakang Maqam Ibrahim
فالحجر فالمسجد
kemudian Hijr lalu tempat lain di masjid
إن يكن زحام
jika ada kepadatan
Terjemahan bait 512

Dan dua rakaat tawaf di belakang Maqam Ibrahim; kemudian Hijr lalu tempat lain di masjid; jika ada kepadatan.

Syarah · keterangan lengkap

Salat setelah tawaf

Dua rakaat dianjurkan sesudah tawaf. Belakang Maqam Ibrahim menjadi tempat utama dalam uraian ini, tetapi bukan satu-satunya tempat yang membuat salat tersebut dapat dilakukan.

Pilihan ketika padat

Syarah memberikan pilihan Hijr atau bagian lain Masjidil Haram ketika terjadi kepadatan. Perpindahan tempat menjaga kelancaran; jangan menutup jalur tawaf demi mempertahankan tempat sunah.

Penerapan

Jemaah mencari tempat aman dan mengikuti pengaturan petugas. Tidak perlu mendorong untuk mendekat ke maqam, dan orang dengan keterbatasan dapat memilih lokasi yang memudahkan tanpa menganggap kesunahannya hilang seluruhnya.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 141. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

إن يكن زحام

إن syarat; يكن dipakai dengan makna ada; زحام keadaan kepadatan yang terjadi.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

زحام

Akar
ز ح م
Pola / bentuk
فِعَال

Masdar yang menunjukkan kepadatan atau saling berdesakan.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan rangkaian manasik dan tahallul. Baca bersama bait 511 dan 513 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Dua rakaat dianjurkan sesudah tawaf.
  2. Syarah memberikan pilihan Hijr atau bagian lain Masjidil Haram ketika terjadi kepadatan.
Contoh penerapan

Keadaan

Jemaah mencari tempat aman dan mengikuti pengaturan petugas.

Cara memahami

Tidak perlu mendorong untuk mendekat ke maqam, dan orang dengan keterbatasan dapat memilih lokasi yang memudahkan tanpa menganggap kesunahannya hilang seluruhnya.

Batas penerapan

Syarah memberikan pilihan Hijr atau bagian lain Masjidil Haram ketika terjadi kepadatan. Perpindahan tempat menjaga kelancaran; jangan menutup jalur tawaf demi mempertahankan tempat sunah.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-Qur’an 2:198

Surah Al-Baqara, ayat 198. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.

Baca teks ayat

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَبْتَغُوا۟ فَضْلًۭا مِّن رَّبِّكُمْ ۚ فَإِذَآ أَفَضْتُم مِّنْ عَرَفَٰتٍۢ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ عِندَ ٱلْمَشْعَرِ ٱلْحَرَامِ ۖ وَٱذْكُرُوهُ كَمَا هَدَىٰكُمْ وَإِن كُنتُم مِّن قَبْلِهِۦ لَمِنَ ٱلضَّآلِّينَ

Inti makna

Dalam rangkaian haji, ayat menyebut berangkat dari Arafah dan berzikir di Masy‘ar al-Haram.

Kaitan dengan bait

Ayat menyebut Arafah dan zikir di Masy‘ar al-Haram. Rangkaian, tingkatan hukum, serta keutamaan tempat dan gerakan pada bait ini dijelaskan melalui syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 512: dua rakaat sesudah tawaf.

Lihat pembahasan jawaban

Dua rakaat dianjurkan sesudah tawaf. Belakang Maqam Ibrahim menjadi tempat utama dalam uraian ini, tetapi bukan satu-satunya tempat yang membuat salat tersebut dapat dilakukan. Syarah memberikan pilihan Hijr atau bagian lain Masjidil Haram ketika terjadi kepadatan. Perpindahan tempat menjaga kelancaran; jangan menutup jalur tawaf demi mempertahankan tempat sunah.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وركعتا الطواف من ورا المقام

dan dua rakaat tawaf di belakang Maqam Ibrahim

فالحجر فالمسجد

kemudian Hijr lalu tempat lain di masjid

إن يكن زحام

jika ada kepadatan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

ورَكْعَتَا الطَّوَافِ مِن وَرَا المَقَامْ

Buka penggal 2

فالحِجْرِ فالمسجِدِ إِن يَكُن زِحَامْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 512 — Dua rakaat sesudah tawafNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan