Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 514
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Rangkaian manasik dan tahallul · Bait 514 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
بت وارتحل فجرا
bermalamlah dan berangkatlah pada waktu fajar
وقف بالمشعر تدعو
serta berhenti di Masy‘ar untuk berdoa
وأسرع وادي المحسر
dan percepat lintasan Wadi Muhassir bila memungkinkan
Terjemahan bait 514

Bermalamlah dan berangkatlah pada waktu fajar; serta berhenti di Masy‘ar untuk berdoa; dan percepat lintasan Wadi Muhassir bila memungkinkan.

Syarah · keterangan lengkap

Bermalam dan berdoa

Muzdalifah mempunyai ketentuan mabit wajib, sedangkan bertahan hingga waktu yang lebih sempurna dan berdoa di Masy‘ar merupakan bagian tata sunah. Batas minimal dan kesempurnaan dibedakan.

Keringanan bagi yang membutuhkan

Syarah mengecualikan kelompok lemah dari anjuran keberangkatan yang sama dengan orang kuat. Jadwal rombongan yang mendapat keringanan tidak langsung dinilai meninggalkan seluruh tuntunan.

Keselamatan pergerakan

Mempercepat di Muhassir dilakukan bila memungkinkan tanpa bahaya. Jemaah dalam kendaraan atau arus padat mengikuti pengaturan; anjuran gerak tidak menjadi alasan berlari, mendorong, atau mengabaikan petugas.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 141. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

وقف بالمشعر تدعو

قف perintah berhenti; بالمشعر tempatnya; تدعو menjelaskan kegiatan berdoa.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

ارتحل

Akar
ر ح ل
Pola / bentuk
اِفْتَعِلْ

Fi‘il amr ارتحل, berangkat meninggalkan tempat singgah.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan rangkaian manasik dan tahallul. Baca bersama bait 513 dan 515 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Muzdalifah mempunyai ketentuan mabit wajib, sedangkan bertahan hingga waktu yang lebih sempurna dan berdoa di Masy‘ar merupakan bagian tata sunah.
  2. Syarah mengecualikan kelompok lemah dari anjuran keberangkatan yang sama dengan orang kuat.
Contoh penerapan

Keadaan

Mempercepat di Muhassir dilakukan bila memungkinkan tanpa bahaya.

Cara memahami

Jemaah dalam kendaraan atau arus padat mengikuti pengaturan; anjuran gerak tidak menjadi alasan berlari, mendorong, atau mengabaikan petugas.

Batas penerapan

Syarah mengecualikan kelompok lemah dari anjuran keberangkatan yang sama dengan orang kuat. Jadwal rombongan yang mendapat keringanan tidak langsung dinilai meninggalkan seluruh tuntunan.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-Qur’an 2:198

Surah Al-Baqara, ayat 198. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.

Baca teks ayat

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَبْتَغُوا۟ فَضْلًۭا مِّن رَّبِّكُمْ ۚ فَإِذَآ أَفَضْتُم مِّنْ عَرَفَٰتٍۢ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ عِندَ ٱلْمَشْعَرِ ٱلْحَرَامِ ۖ وَٱذْكُرُوهُ كَمَا هَدَىٰكُمْ وَإِن كُنتُم مِّن قَبْلِهِۦ لَمِنَ ٱلضَّآلِّينَ

Inti makna

Dalam rangkaian haji, ayat menyebut berangkat dari Arafah dan berzikir di Masy‘ar al-Haram.

Kaitan dengan bait

Ayat menyebut Arafah dan zikir di Masy‘ar al-Haram. Rangkaian, tingkatan hukum, serta keutamaan tempat dan gerakan pada bait ini dijelaskan melalui syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 514: muzdalifah, masy‘ar, dan muhassir.

Lihat pembahasan jawaban

Muzdalifah mempunyai ketentuan mabit wajib, sedangkan bertahan hingga waktu yang lebih sempurna dan berdoa di Masy‘ar merupakan bagian tata sunah. Batas minimal dan kesempurnaan dibedakan. Syarah mengecualikan kelompok lemah dari anjuran keberangkatan yang sama dengan orang kuat. Jadwal rombongan yang mendapat keringanan tidak langsung dinilai meninggalkan seluruh tuntunan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

بت وارتحل فجرا

bermalamlah dan berangkatlah pada waktu fajar

وقف بالمشعر تدعو

serta berhenti di Masy‘ar untuk berdoa

وأسرع وادي المحسر

dan percepat lintasan Wadi Muhassir bila memungkinkan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

بِتْ وارتَحِلْ فَجْرَا وقِفْ بالمَشْعَرِ

Buka penggal 2

تَدعُو وأسْرِعْ وادِيَ المُحَسِّرِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 514 — Muzdalifah, Masy‘ar, dan MuhassirNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan