Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Rangkaian manasik dan tahallul · Bait 518 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- وبعد يوم العيد للزوال
- dan sesudah hari raya ketika zawal
- ترمي الجمار الكل بالتوالي
- melempar seluruh jamrah secara berurutan
Terjemahan bait 518
Dan sesudah hari raya ketika zawal; melempar seluruh jamrah secara berurutan.
Syarah · keterangan lengkap
Waktu dan hari berbeda
Setelah hari Nahr, lemparan tasyrik dilakukan mulai tergelincir matahari menurut ketentuan kitab. Ini tidak sama dengan awal waktu lemparan Aqabah pada hari raya.
Urutan tiga jamrah
Urutannya jamrah kecil, tengah, lalu Aqabah, masing-masing tujuh lemparan. Kewajiban hari tasyrik tidak selesai hanya dengan mengulang Aqabah seperti hari pertama.
Rombongan dan uzur
Pengaturan jadwal memperhatikan keselamatan dan pendapat yang digunakan pembimbing. Keterlambatan, penggabungan perbaikan, atau perwakilan karena uzur mempunyai rincian; jangan menebak dam hanya dari perbedaan jam dengan contoh matan.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 142. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
بالتوالي
باء menyatakan cara berurutan dalam melempar jamrah.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan rangkaian manasik dan tahallul. Baca bersama bait 517 dan 519 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Setelah hari Nahr, lemparan tasyrik dilakukan mulai tergelincir matahari menurut ketentuan kitab.
- Urutannya jamrah kecil, tengah, lalu Aqabah, masing-masing tujuh lemparan.
Contoh penerapan
Keadaan
Pengaturan jadwal memperhatikan keselamatan dan pendapat yang digunakan pembimbing.
Cara memahami
Keterlambatan, penggabungan perbaikan, atau perwakilan karena uzur mempunyai rincian; jangan menebak dam hanya dari perbedaan jam dengan contoh matan.
Batas penerapan
Urutannya jamrah kecil, tengah, lalu Aqabah, masing-masing tujuh lemparan. Kewajiban hari tasyrik tidak selesai hanya dengan mengulang Aqabah seperti hari pertama.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Al-Qur’an 2:198
Surah Al-Baqara, ayat 198. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.
Baca teks ayat
لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَبْتَغُوا۟ فَضْلًۭا مِّن رَّبِّكُمْ ۚ فَإِذَآ أَفَضْتُم مِّنْ عَرَفَٰتٍۢ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ عِندَ ٱلْمَشْعَرِ ٱلْحَرَامِ ۖ وَٱذْكُرُوهُ كَمَا هَدَىٰكُمْ وَإِن كُنتُم مِّن قَبْلِهِۦ لَمِنَ ٱلضَّآلِّينَ
Inti makna
Dalam rangkaian haji, ayat menyebut berangkat dari Arafah dan berzikir di Masy‘ar al-Haram.
Kaitan dengan bait
Ayat menyebut Arafah dan zikir di Masy‘ar al-Haram. Rangkaian, tingkatan hukum, serta keutamaan tempat dan gerakan pada bait ini dijelaskan melalui syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 518: tiga jamrah pada hari tasyrik.
Lihat pembahasan jawaban
Setelah hari Nahr, lemparan tasyrik dilakukan mulai tergelincir matahari menurut ketentuan kitab. Ini tidak sama dengan awal waktu lemparan Aqabah pada hari raya. Urutannya jamrah kecil, tengah, lalu Aqabah, masing-masing tujuh lemparan. Kewajiban hari tasyrik tidak selesai hanya dengan mengulang Aqabah seperti hari pertama.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
وبعد يوم العيد للزوال
dan sesudah hari raya ketika zawal
ترمي الجمار الكل بالتوالي
melempar seluruh jamrah secara berurutan
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
وبعدَ يومِ العيدِ للزَّوَالِ
Buka penggal 2
تَرمِي الجِمَارَ الكُلَّ بالتَّوَالِي
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 518 — Tiga jamrah pada hari tasyrikNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.