Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 519
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Rangkaian manasik dan tahallul · Bait 519 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
باثنين من حلق ورمي النحر أو الطواف
dengan dua dari mencukur, lemparan hari Nahr, atau tawaf
حل قلم الظفر
menjadi boleh memotong kuku
Terjemahan bait 519

Dengan dua dari mencukur, lemparan hari Nahr, atau tawaf; menjadi boleh memotong kuku.

Syarah · keterangan lengkap

Tiga unsur yang dihitung

Dalam uraian ini, tahallul pertama diperoleh melalui dua dari tiga unsur: penghilangan rambut, lemparan Aqabah, dan tawaf yang disertai sai bila belum dilakukan. Kata atau memberi pilihan pasangan, bukan meniadakan unsur ketiga selamanya.

Akibat tahallul awal

Sebagian larangan ihram menjadi boleh, dimulai contoh memotong kuku. Larangan hubungan suami istri dan yang berkaitan dengannya belum seluruhnya terangkat sampai tahallul kedua.

Penerapan

Jemaah mencatat amalan yang benar-benar sudah sah, bukan hanya lokasi yang sudah dikunjungi. Selesai dua kegiatan perjalanan tidak sama dengan menyelesaikan dua unsur tahallul.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 142. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

باثنين من

باء menyatakan sebab tahallul; اثنين dua unsur dari daftar yang menyusul.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

حلق

Akar
ح ل ق
Pola / bentuk
فَعْل

Masdar حلق, mencukur.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan rangkaian manasik dan tahallul. Baca bersama bait 518 dan 520 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Dalam uraian ini, tahallul pertama diperoleh melalui dua dari tiga unsur: penghilangan rambut, lemparan Aqabah, dan tawaf yang disertai sai bila belum dilakukan.
  2. Sebagian larangan ihram menjadi boleh, dimulai contoh memotong kuku.
Contoh penerapan

Keadaan

Jemaah mencatat amalan yang benar-benar sudah sah, bukan hanya lokasi yang sudah dikunjungi.

Cara memahami

Selesai dua kegiatan perjalanan tidak sama dengan menyelesaikan dua unsur tahallul.

Batas penerapan

Sebagian larangan ihram menjadi boleh, dimulai contoh memotong kuku. Larangan hubungan suami istri dan yang berkaitan dengannya belum seluruhnya terangkat sampai tahallul kedua.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-Qur’an 2:198

Surah Al-Baqara, ayat 198. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.

Baca teks ayat

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَبْتَغُوا۟ فَضْلًۭا مِّن رَّبِّكُمْ ۚ فَإِذَآ أَفَضْتُم مِّنْ عَرَفَٰتٍۢ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ عِندَ ٱلْمَشْعَرِ ٱلْحَرَامِ ۖ وَٱذْكُرُوهُ كَمَا هَدَىٰكُمْ وَإِن كُنتُم مِّن قَبْلِهِۦ لَمِنَ ٱلضَّآلِّينَ

Inti makna

Dalam rangkaian haji, ayat menyebut berangkat dari Arafah dan berzikir di Masy‘ar al-Haram.

Kaitan dengan bait

Ayat menyebut Arafah dan zikir di Masy‘ar al-Haram. Rangkaian, tingkatan hukum, serta keutamaan tempat dan gerakan pada bait ini dijelaskan melalui syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 519: dua amalan untuk tahallul pertama.

Lihat pembahasan jawaban

Dalam uraian ini, tahallul pertama diperoleh melalui dua dari tiga unsur: penghilangan rambut, lemparan Aqabah, dan tawaf yang disertai sai bila belum dilakukan. Kata atau memberi pilihan pasangan, bukan meniadakan unsur ketiga selamanya. Sebagian larangan ihram menjadi boleh, dimulai contoh memotong kuku. Larangan hubungan suami istri dan yang berkaitan dengannya belum seluruhnya terangkat sampai tahallul kedua.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

باثنين من حلق ورمي النحر أو الطواف

dengan dua dari mencukur, lemparan hari Nahr, atau tawaf

حل قلم الظفر

menjadi boleh memotong kuku

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

باثنَيْنِ مِن حَلْقٍ ورَمْيِ النَّحْرِ

Buka penggal 2

أوِ الطَّوَافِ حَلَّ قَلْمُ الظُّفْرِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 519 — Dua amalan untuk tahallul pertamaNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan