Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 522
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Dam tamattu‘, qiran, fawat, dan ihshar · Bait 522 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
ولازم لمتمتع دم
dan wajib dam bagi pelaksana tamattu‘
أو قارن
atau qiran
إن كان عنه الحرم
jika wilayah Haram berjarak darinya
Terjemahan bait 522

Dan wajib dam bagi pelaksana tamattu‘; atau qiran; jika wilayah Haram berjarak darinya.

Syarah · keterangan lengkap

Dua bentuk manasik

Tamattu‘ mengerjakan umrah lalu haji dengan tahallul di antaranya, sedangkan qiran menggabungkan keduanya dalam satu ihram menurut ketentuannya. Keduanya sah dan mempunyai akibat dam pada pihak yang memenuhi syarat.

Dam bukan selalu hukuman

Dam tamattu‘ atau qiran terkait bentuk ibadah yang dibolehkan. Karena itu adanya dam tidak otomatis menunjukkan jemaah telah melakukan pelanggaran atau hajinya tidak benar.

Syarat lokasi

Akhir bait membuka ukuran jarak tempat tinggal yang diselesaikan pada 523. Syarah juga merinci waktu umrah dalam tahun haji; kewajiban tidak diputus hanya dari nama paket perjalanan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 143. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

لمتمتع دم

لمتمتع khabar didahulukan; دم mubtada yang menyatakan kewajiban terkait.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

قارن

Akar
ق ر ن
Pola / bentuk
فَاعِل

Isim fa‘il قرن, pelaksana qiran yang menggabungkan manasik.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan dam tamattu‘, qiran, fawat, dan ihshar. Baca bersama bait 521 dan 523 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Tamattu‘ mengerjakan umrah lalu haji dengan tahallul di antaranya, sedangkan qiran menggabungkan keduanya dalam satu ihram menurut ketentuannya.
  2. Dam tamattu‘ atau qiran terkait bentuk ibadah yang dibolehkan.
Contoh penerapan

Keadaan

Akhir bait membuka ukuran jarak tempat tinggal yang diselesaikan pada 523.

Cara memahami

Syarah juga merinci waktu umrah dalam tahun haji; kewajiban tidak diputus hanya dari nama paket perjalanan.

Batas penerapan

Dam tamattu‘ atau qiran terkait bentuk ibadah yang dibolehkan. Karena itu adanya dam tidak otomatis menunjukkan jemaah telah melakukan pelanggaran atau hajinya tidak benar.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-Qur’an 2:196

Surah Al-Baqara, ayat 196. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.

Baca teks ayat

وَأَتِمُّوا۟ ٱلْحَجَّ وَٱلْعُمْرَةَ لِلَّهِ ۚ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا ٱسْتَيْسَرَ مِنَ ٱلْهَدْىِ ۖ وَلَا تَحْلِقُوا۟ رُءُوسَكُمْ حَتَّىٰ يَبْلُغَ ٱلْهَدْىُ مَحِلَّهُۥ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ بِهِۦٓ أَذًۭى مِّن رَّأْسِهِۦ فَفِدْيَةٌۭ مِّن صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍۢ ۚ فَإِذَآ أَمِنتُمْ فَمَن تَمَتَّعَ بِٱلْعُمْرَةِ إِلَى ٱلْحَجِّ فَمَا ٱسْتَيْسَرَ مِنَ ٱلْهَدْىِ ۚ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَٰثَةِ أَيَّامٍۢ فِى ٱلْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌۭ كَامِلَةٌۭ ۗ ذَٰلِكَ لِمَن لَّمْ يَكُنْ أَهْلُهُۥ حَاضِرِى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

Inti makna

Haji dan umrah diperintahkan disempurnakan. Ayat merinci keadaan terhalang, hadyu, fidyah, dan pengganti puasa bagi tamattu‘.

Kaitan dengan bait

Ayat memuat hadyu, tamattu‘, pengganti puasa, dan fidyah. Bedakan sebab, pilihan, dan urutan; rincian setiap pelanggaran serta qada diterangkan syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 522: dam tamattu‘ dan qiran.

Lihat pembahasan jawaban

Tamattu‘ mengerjakan umrah lalu haji dengan tahallul di antaranya, sedangkan qiran menggabungkan keduanya dalam satu ihram menurut ketentuannya. Keduanya sah dan mempunyai akibat dam pada pihak yang memenuhi syarat. Dam tamattu‘ atau qiran terkait bentuk ibadah yang dibolehkan. Karena itu adanya dam tidak otomatis menunjukkan jemaah telah melakukan pelanggaran atau hajinya tidak benar.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

ولازم لمتمتع دم

dan wajib dam bagi pelaksana tamattu‘

أو قارن

atau qiran

إن كان عنه الحرم

jika wilayah Haram berjarak darinya

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

ولازِمٌ لمُتَمَتِّعٍ دَمُ

Buka penggal 2

أو قارِنٍ إِن كان عنه الحَرَمُ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 522 — Dam tamattu‘ dan qiranNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan