Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 523
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Dam tamattu‘, qiran, fawat, dan ihshar · Bait 523 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
مسافة القصر
sejauh jarak qasar
وعند العجز صام
dan ketika tidak mampu ia berpuasa
من قبل نحره ثلاث أيام
tiga hari sebelum hari Nahr
Terjemahan bait 523

Sejauh jarak qasar; dan ketika tidak mampu ia berpuasa; tiga hari sebelum hari Nahr.

Syarah · keterangan lengkap

Melengkapi syarat dam

Syarah memakai jarak qasar dari tempat tinggal ke Haram untuk menjelaskan pihak yang bukan penduduk sekitar dalam ketentuan ini. Ini salah satu syarat, bukan satu-satunya penentu dam tamattu‘.

Pengganti karena tidak mampu

Jika tidak mampu memperoleh hadyu menurut rinciannya, penggantinya puasa. Tiga hari dikerjakan dalam masa haji sebelum hari Nahr, dengan kelanjutan tujuh hari pada 524.

Bukan pilihan tanpa sebab

Puasa tidak dipilih hanya agar biaya lebih murah ketika kewajiban hadyu masih mampu dipenuhi. Hari Id tetap tidak dipuasai, dan pendapat tentang tasyrik mengikuti penjelasan mazhab yang dipakai kitab.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 143. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

عند العجز

عند keterangan keadaan; العجز ketidakmampuan yang menjadi dasar berpindah pengganti.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

صام

Akar
ص و م
Pola / bentuk
فَعَلَ dengan i‘lal

Fi‘il madhi, berpuasa.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan dam tamattu‘, qiran, fawat, dan ihshar. Baca bersama bait 522 dan 524 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Syarah memakai jarak qasar dari tempat tinggal ke Haram untuk menjelaskan pihak yang bukan penduduk sekitar dalam ketentuan ini.
  2. Jika tidak mampu memperoleh hadyu menurut rinciannya, penggantinya puasa.
Contoh penerapan

Keadaan

Puasa tidak dipilih hanya agar biaya lebih murah ketika kewajiban hadyu masih mampu dipenuhi.

Cara memahami

Hari Id tetap tidak dipuasai, dan pendapat tentang tasyrik mengikuti penjelasan mazhab yang dipakai kitab.

Batas penerapan

Jika tidak mampu memperoleh hadyu menurut rinciannya, penggantinya puasa. Tiga hari dikerjakan dalam masa haji sebelum hari Nahr, dengan kelanjutan tujuh hari pada 524.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-Qur’an 2:196

Surah Al-Baqara, ayat 196. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.

Baca teks ayat

وَأَتِمُّوا۟ ٱلْحَجَّ وَٱلْعُمْرَةَ لِلَّهِ ۚ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا ٱسْتَيْسَرَ مِنَ ٱلْهَدْىِ ۖ وَلَا تَحْلِقُوا۟ رُءُوسَكُمْ حَتَّىٰ يَبْلُغَ ٱلْهَدْىُ مَحِلَّهُۥ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ بِهِۦٓ أَذًۭى مِّن رَّأْسِهِۦ فَفِدْيَةٌۭ مِّن صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍۢ ۚ فَإِذَآ أَمِنتُمْ فَمَن تَمَتَّعَ بِٱلْعُمْرَةِ إِلَى ٱلْحَجِّ فَمَا ٱسْتَيْسَرَ مِنَ ٱلْهَدْىِ ۚ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَٰثَةِ أَيَّامٍۢ فِى ٱلْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌۭ كَامِلَةٌۭ ۗ ذَٰلِكَ لِمَن لَّمْ يَكُنْ أَهْلُهُۥ حَاضِرِى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

Inti makna

Haji dan umrah diperintahkan disempurnakan. Ayat merinci keadaan terhalang, hadyu, fidyah, dan pengganti puasa bagi tamattu‘.

Kaitan dengan bait

Ayat memuat hadyu, tamattu‘, pengganti puasa, dan fidyah. Bedakan sebab, pilihan, dan urutan; rincian setiap pelanggaran serta qada diterangkan syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 523: jarak dan tiga hari puasa pengganti.

Lihat pembahasan jawaban

Syarah memakai jarak qasar dari tempat tinggal ke Haram untuk menjelaskan pihak yang bukan penduduk sekitar dalam ketentuan ini. Ini salah satu syarat, bukan satu-satunya penentu dam tamattu‘. Jika tidak mampu memperoleh hadyu menurut rinciannya, penggantinya puasa. Tiga hari dikerjakan dalam masa haji sebelum hari Nahr, dengan kelanjutan tujuh hari pada 524.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

مسافة القصر

sejauh jarak qasar

وعند العجز صام

dan ketika tidak mampu ia berpuasa

من قبل نحره ثلاث أيام

tiga hari sebelum hari Nahr

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

مسافَةَ القَصْرِ وعند العَجْزِ صَامْ

Buka penggal 2

مِن قَبلِ نَحْرِهِ ثلاثَ أيامْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 523 — Jarak dan tiga hari puasa penggantiNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan