Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 525
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Dam tamattu‘, qiran, fawat, dan ihshar · Bait 525 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
وليقض مع دم
dan hendaklah mengqada dengan dam
ومحصر أحل بنية
serta orang yang terhalang bertahallul dengan niat
والحلق مع دم حصل
dan mencukur disertai dam menurut ketentuannya
Terjemahan bait 525

Dan hendaklah mengqada dengan dam; serta orang yang terhalang bertahallul dengan niat; dan mencukur disertai dam menurut ketentuannya.

Syarah · keterangan lengkap

Akibat kehilangan wukuf

Orang yang kehilangan haji karena wukuf terlewat mempunyai kewajiban qada dan dam dalam uraian kitab, termasuk ketika asal manasiknya sunah. Memulai manasik membawa tanggung jawab penyelesaian.

Ihshar berbeda

Ihshar adalah terhalang menyelesaikan manasik dalam keadaan yang memenuhi definisinya. Ia mempunyai tata tahallul dengan niat, hadyu, dan rambut, serta tidak disamakan seluruh akibatnya dengan kehilangan wukuf karena keterlambatan.

Batas lokasi dam

Syarah memberi pengecualian dam ihshar pada tempat terhalang, termasuk di luar Haram. Ini penting ketika membaca 538 tentang lokasi dam; aturan umum tidak menghapus pengecualian yang telah dijelaskan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 144. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

وليقض

لام perintah menjazmkan يقضي dengan menghilangkan ya akhir.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

محصر

Akar
ح ص ر
Pola / bentuk
مُفْعَل

Isim maf‘ul أحصر, orang yang terhalang melanjutkan manasik.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan dam tamattu‘, qiran, fawat, dan ihshar. Baca bersama bait 524 dan 526 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Orang yang kehilangan haji karena wukuf terlewat mempunyai kewajiban qada dan dam dalam uraian kitab, termasuk ketika asal manasiknya sunah.
  2. Ihshar adalah terhalang menyelesaikan manasik dalam keadaan yang memenuhi definisinya.
Contoh penerapan

Keadaan

Syarah memberi pengecualian dam ihshar pada tempat terhalang, termasuk di luar Haram.

Cara memahami

Ini penting ketika membaca 538 tentang lokasi dam; aturan umum tidak menghapus pengecualian yang telah dijelaskan.

Batas penerapan

Ihshar adalah terhalang menyelesaikan manasik dalam keadaan yang memenuhi definisinya. Ia mempunyai tata tahallul dengan niat, hadyu, dan rambut, serta tidak disamakan seluruh akibatnya dengan kehilangan wukuf karena keterlambatan.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-Qur’an 2:196

Surah Al-Baqara, ayat 196. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.

Baca teks ayat

وَأَتِمُّوا۟ ٱلْحَجَّ وَٱلْعُمْرَةَ لِلَّهِ ۚ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا ٱسْتَيْسَرَ مِنَ ٱلْهَدْىِ ۖ وَلَا تَحْلِقُوا۟ رُءُوسَكُمْ حَتَّىٰ يَبْلُغَ ٱلْهَدْىُ مَحِلَّهُۥ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ بِهِۦٓ أَذًۭى مِّن رَّأْسِهِۦ فَفِدْيَةٌۭ مِّن صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍۢ ۚ فَإِذَآ أَمِنتُمْ فَمَن تَمَتَّعَ بِٱلْعُمْرَةِ إِلَى ٱلْحَجِّ فَمَا ٱسْتَيْسَرَ مِنَ ٱلْهَدْىِ ۚ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَٰثَةِ أَيَّامٍۢ فِى ٱلْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌۭ كَامِلَةٌۭ ۗ ذَٰلِكَ لِمَن لَّمْ يَكُنْ أَهْلُهُۥ حَاضِرِى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

Inti makna

Haji dan umrah diperintahkan disempurnakan. Ayat merinci keadaan terhalang, hadyu, fidyah, dan pengganti puasa bagi tamattu‘.

Kaitan dengan bait

Ayat memuat hadyu, tamattu‘, pengganti puasa, dan fidyah. Bedakan sebab, pilihan, dan urutan; rincian setiap pelanggaran serta qada diterangkan syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 525: qada haji yang terlewat dan ihshar.

Lihat pembahasan jawaban

Orang yang kehilangan haji karena wukuf terlewat mempunyai kewajiban qada dan dam dalam uraian kitab, termasuk ketika asal manasiknya sunah. Memulai manasik membawa tanggung jawab penyelesaian. Ihshar adalah terhalang menyelesaikan manasik dalam keadaan yang memenuhi definisinya. Ia mempunyai tata tahallul dengan niat, hadyu, dan rambut, serta tidak disamakan seluruh akibatnya dengan kehilangan wukuf karena keterlambatan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

وليقض مع دم

dan hendaklah mengqada dengan dam

ومحصر أحل بنية

serta orang yang terhalang bertahallul dengan niat

والحلق مع دم حصل

dan mencukur disertai dam menurut ketentuannya

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

ولْيَقْضِ مَعْ دَمٍ ومُحْصَرٍ أَحَلْ

Buka penggal 2

بِنِيَّةٍ والحَلْقُ مَعْ دَمِ حَصَلْ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 525 — Qada haji yang terlewat dan ihsharNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan