Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 53
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Karunia, takdir, dan akhir kehidupan · Bait 53 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
والروح
dan ruh
ما أخبر عنها المجتبى
Nabi yang terpilih tidak menerangkan [hakikat]nya
فنمسك المقال عنها
maka kita menahan pembicaraan tentangnya
أدبا
sebagai adab
Terjemahan bait 53

Tentang ruh, Nabi yang terpilih tidak menerangkan [hakikatnya]; maka kita menahan pembicaraan tentangnya sebagai adab.

Syarah · keterangan lengkap

Apa yang tidak diterangkan?

Syarah memahami penggal pertama tentang hakikat ruh yang tidak dijelaskan secara menyeluruh. Kata ma di sini adalah penafian, bukan “apa yang” dalam kalimat berita. Bait tidak berarti Nabi sama sekali tidak menyampaikan informasi apa pun tentang ruh atau kehidupan setelah mati. Banyak berita mengenai kematian dan barzakh diterima melalui wahyu.

Dasar sikap berhati-hati

Al-Isra ayat 85 menyebut pertanyaan tentang ruh dan mengingatkan sedikitnya pengetahuan manusia. Kita menerima berita yang ada tanpa mengisi celah dengan kepastian yang dibuat-buat. Sikap ini merupakan disiplin ilmu: membedakan yang diketahui, yang diperselisihkan, dan yang belum diketahui. Tidak semua pertanyaan harus dijawab dengan uraian panjang apabila dasarnya tidak tersedia.

Bukan larangan mempelajari manusia

Kajian tentang tubuh, pikiran, emosi, dan perilaku tetap mempunyai bidang serta metode yang bermanfaat. Akan tetapi, hasil pengamatan psikologis tidak otomatis menjelaskan hakikat ruh dalam pengertian wahyu. Cerita mimpi atau pengalaman pribadi juga tidak cukup untuk menetapkan aturan agama bagi semua orang. Pelajar dapat bersikap ingin tahu sambil berkata “belum diketahui” dengan jujur. Adab yang diajarkan adalah tidak mengklaim pengetahuan gaib yang melampaui dalil.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 18. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

والروح ما أخبر عنها المجتبى

الروحُ mubtada. ما menafikan; أخبرَ kata kerja lampau, عنها terkait dengannya dan المجتبى fa‘il yang diakhirkan. Kalimat ini menjadi khabar, dengan maksud hakikat ruh tidak dirinci kepada manusia.

فنمسك المقال عنها أدبا

نمسكُ fi‘il mudhari‘ dengan pelaku نحن; المقالَ objek. عنها menunjuk ruh, dan أدباً menerangkan alasan menahan pembicaraan: sebagai adab.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

المجتبى

Akar
ج ب ي
Pola / bentuk
مُفْتَعَل setelah i‘lal

Isim maf‘ul dari اجتبى: yang dipilih. Dalam konteks ini menunjuk Nabi.

نمسك

Akar
م س ك
Pola / bentuk
نُفْعِلُ

Mudhari‘ dari أمسك, menahan. Pelaku نحن memberi makna nasihat bersama kepada pembaca.

Hubungan bait

Bait 51–52 menyebut ruh dan jasad; bait ini mengakhiri bagian itu dengan adab terhadap batas pengetahuan. Bait 54 berpindah kepada keutamaan ilmu.

Intisari & faedah
  1. Pengetahuan manusia tentang ruh terbatas.
  2. Batas pengetahuan diakui tanpa menolak informasi sahih yang memang diberikan wahyu.
Contoh penerapan

Keadaan

Seseorang membuat rincian rupa dan perjalanan ruh berdasarkan dugaan pribadi.

Cara memahami

Pelajar membedakan informasi yang bersumber dari wahyu dari spekulasi.

Batas penerapan

Menahan spekulasi bukan berarti menolak seluruh pembahasan tentang ruh.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS Al-Israa 17:85

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلرُّوحِ ۖ قُلِ ٱلرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّى وَمَآ أُوتِيتُم مِّنَ ٱلْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًۭا

Inti makna

Ruh termasuk urusan Tuhan; manusia hanya diberi sedikit pengetahuan.

Kaitan dengan bait

Ayat menyebut ruh termasuk urusan Tuhan dan manusia hanya diberi sedikit pengetahuan.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Siapa fa‘il أخبر pada bait ini?

Lihat pembahasan jawaban

المجتبى, yaitu Nabi yang dipilih; kata itu diletakkan setelah keterangan عنها.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

والروح

dan ruh

ما أخبر عنها المجتبى

Nabi yang terpilih tidak menerangkan [hakikat]nya

فنمسك المقال عنها

maka kita menahan pembicaraan tentangnya

أدبا

sebagai adab

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

والرُّوحُ ما أخبرَ عنها المُجْتَبَى

Buka penggal 2

فنُمْسِكُ المَقَالَ عنها أَدَبَا

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 53 — Beradab terhadap perkara ruhNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan