Matan Zubad
Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)
Pengaturan tampilan
Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.
Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.
Larangan ihram dan jenis penggantinya · Bait 531 dari 539
Mufradat · arti kata dan frasa
- كالصوم تكفير صلاة باعتدا
- seperti qada puasa, kafarat, dan salat yang terkait pelanggaran sengaja
- وبالقضا يحصل ما له الأدا
- dan dengan qada diperoleh status yang dimiliki pelaksanaan asalnya
Terjemahan bait 531
Seperti qada puasa, kafarat, dan salat yang terkait pelanggaran sengaja; dan dengan qada diperoleh status yang dimiliki pelaksanaan asalnya.
Syarah · keterangan lengkap
Susunan nazam yang padat
Syarah menerangkan perbandingan dengan qada puasa atau salat yang ditinggalkan secara melanggar serta kafarat akibat pelanggaran. Kata salat di sini bukan menetapkan bahwa setiap salat yang tertinggal bisa diganti pembayaran kafarat.
Tuntutan segera
Ketika keterlambatan berasal dari pelanggaran, tuntutan memperbaiki lebih mendesak dibanding uzur yang dibenarkan. Istilah segera mengikuti kemampuan dan waktu sah ibadah, bukan tindakan yang tidak mungkin dilakukan.
Status ibadah pengganti
Qada mengambil status pelaksanaan asal yang diperbaiki menurut rincian syarah. Contohnya qada manasik yang asalnya sunah tidak otomatis menjadi haji Islam yang menggugurkan kewajiban baru tanpa memenuhi syaratnya.
Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 145. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.
Buka halaman sumber ↗I‘rab & tarkib
Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.
وبالقضا يحصل
باء menunjukkan sarana memperoleh kembali status ibadah melalui qada.
Arti istilah bahasa
- Mubtada & khabar
- Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
- Fa‘il & na’ib fa‘il
- Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
- Maf‘ul bih
- Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
- Idhafah
- Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
- Rafa‘, nashab, jar, jazm
- Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
- Jar–majrur & zharaf
- Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
- Na‘at, badal, ‘athaf
- Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
- Takdir
- Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
- Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
- Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
- Wazan, i‘lal, idgham
- Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Hubungan bait
Bait ini berada dalam pembahasan larangan ihram dan jenis penggantinya. Baca bersama bait 530 dan 532 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.
Intisari & faedah
- Syarah menerangkan perbandingan dengan qada puasa atau salat yang ditinggalkan secara melanggar serta kafarat akibat pelanggaran.
- Ketika keterlambatan berasal dari pelanggaran, tuntutan memperbaiki lebih mendesak dibanding uzur yang dibenarkan.
Contoh penerapan
Keadaan
Qada mengambil status pelaksanaan asal yang diperbaiki menurut rincian syarah.
Cara memahami
Contohnya qada manasik yang asalnya sunah tidak otomatis menjadi haji Islam yang menggugurkan kewajiban baru tanpa memenuhi syaratnya.
Batas penerapan
Ketika keterlambatan berasal dari pelanggaran, tuntutan memperbaiki lebih mendesak dibanding uzur yang dibenarkan. Istilah segera mengikuti kemampuan dan waktu sah ibadah, bukan tindakan yang tidak mungkin dilakukan.
Dalil pendukung
Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.
Al-Qur’an 2:196
Surah Al-Baqara, ayat 196. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.
Baca teks ayat
وَأَتِمُّوا۟ ٱلْحَجَّ وَٱلْعُمْرَةَ لِلَّهِ ۚ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا ٱسْتَيْسَرَ مِنَ ٱلْهَدْىِ ۖ وَلَا تَحْلِقُوا۟ رُءُوسَكُمْ حَتَّىٰ يَبْلُغَ ٱلْهَدْىُ مَحِلَّهُۥ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ بِهِۦٓ أَذًۭى مِّن رَّأْسِهِۦ فَفِدْيَةٌۭ مِّن صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍۢ ۚ فَإِذَآ أَمِنتُمْ فَمَن تَمَتَّعَ بِٱلْعُمْرَةِ إِلَى ٱلْحَجِّ فَمَا ٱسْتَيْسَرَ مِنَ ٱلْهَدْىِ ۚ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَٰثَةِ أَيَّامٍۢ فِى ٱلْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌۭ كَامِلَةٌۭ ۗ ذَٰلِكَ لِمَن لَّمْ يَكُنْ أَهْلُهُۥ حَاضِرِى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ
Inti makna
Haji dan umrah diperintahkan disempurnakan. Ayat merinci keadaan terhalang, hadyu, fidyah, dan pengganti puasa bagi tamattu‘.
Kaitan dengan bait
Ayat memuat hadyu, tamattu‘, pengganti puasa, dan fidyah. Bedakan sebab, pilihan, dan urutan; rincian setiap pelanggaran serta qada diterangkan syarah.
Buka sumber lengkap ↗Latihan & hafalan
Pahami bait
Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 531: segera mengganti pelanggaran dan status qada.
Lihat pembahasan jawaban
Syarah menerangkan perbandingan dengan qada puasa atau salat yang ditinggalkan secara melanggar serta kafarat akibat pelanggaran. Kata salat di sini bukan menetapkan bahwa setiap salat yang tertinggal bisa diganti pembayaran kafarat. Ketika keterlambatan berasal dari pelanggaran, tuntutan memperbaiki lebih mendesak dibanding uzur yang dibenarkan. Istilah segera mengikuti kemampuan dan waktu sah ibadah, bukan tindakan yang tidak mungkin dilakukan.
Uji mufradat
Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.
كالصوم تكفير صلاة باعتدا
seperti qada puasa, kafarat, dan salat yang terkait pelanggaran sengaja
وبالقضا يحصل ما له الأدا
dan dengan qada diperoleh status yang dimiliki pelaksanaan asalnya
Latihan hafalan
Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.
Buka penggal 1
كالصَّوْمِ تَكْفِيرُ صَلاةٍ باعْتِدَا
Buka penggal 2
وبالقِضَا يَحْصُلُ مالَهُ الأَدَا
Catatan & masukan pembaca
Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.
Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 531 — Segera mengganti pelanggaran dan status qadaNaskah 3 · materi pendamping 3
Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Catatan yang telah ditinjau 0
Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.