Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 536
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Satwa, lingkungan Haram, dan penutup ibadah · Bait 536 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
والكبش كالضبع
dan domba jantan sebagai padanan hiena
وعنز ظبي
serta kambing betina untuk kijang
وكالحمام الشاة
dan kambing untuk merpati
ضب جدي
serta anak kambing untuk dhab
Terjemahan bait 536

Dan domba jantan sebagai padanan hiena; serta kambing betina untuk kijang; dan kambing untuk merpati; serta anak kambing untuk dhab.

Syarah · keterangan lengkap

Daftar contoh kompensasi

Syarah memberi contoh padanan untuk jenis satwa tertentu: hiena, kijang, merpati, dan dhab. Dhab ialah kadal gurun dalam istilah Arab, bukan semua jenis kadal yang ditemui pembaca.

Bukan kesamaan biologi

Perbandingan ini merupakan keputusan hukum ganti dalam tradisi fikih, bukan pernyataan bahwa hewan-hewan tersebut satu spesies atau selalu mempunyai nilai pasar yang sama.

Penerapan

Identifikasi jenis harus tepat sebelum menentukan ganti. Daftar klasik tidak digunakan untuk menghitung sendiri setiap insiden satwa modern berdasarkan kemiripan nama; rujukan ahli fikih dan jenis hewan diperlukan.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 146. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

ضب جدي

Susunan ringkas dengan makna: untuk dhab terdapat ganti berupa جدي.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

الكبش

Akar
ك ب ش
Pola / bentuk
فَعْل

Isim domba jantan.

Hubungan bait

Bait ini berada dalam pembahasan satwa, lingkungan haram, dan penutup ibadah. Baca bersama bait 535 dan 537 untuk mengikuti kelanjutan kalimat dan membedakan syarat, pengecualian, serta tingkatan hukumnya.

Intisari & faedah
  1. Syarah memberi contoh padanan untuk jenis satwa tertentu: hiena, kijang, merpati, dan dhab.
  2. Perbandingan ini merupakan keputusan hukum ganti dalam tradisi fikih, bukan pernyataan bahwa hewan-hewan tersebut satu spesies atau selalu mempunyai nilai pasar yang sama..
Contoh penerapan

Keadaan

Identifikasi jenis harus tepat sebelum menentukan ganti.

Cara memahami

Daftar klasik tidak digunakan untuk menghitung sendiri setiap insiden satwa modern berdasarkan kemiripan nama; rujukan ahli fikih dan jenis hewan diperlukan.

Batas penerapan

Perbandingan ini merupakan keputusan hukum ganti dalam tradisi fikih, bukan pernyataan bahwa hewan-hewan tersebut satu spesies atau selalu mempunyai nilai pasar yang sama.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

Al-Qur’an 5:95

Surah Al-Maaida, ayat 95. Inti makna Indonesia merupakan ringkasan pembelajaran; baca konteks ayat pada sumber.

Baca teks ayat

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَقْتُلُوا۟ ٱلصَّيْدَ وَأَنتُمْ حُرُمٌۭ ۚ وَمَن قَتَلَهُۥ مِنكُم مُّتَعَمِّدًۭا فَجَزَآءٌۭ مِّثْلُ مَا قَتَلَ مِنَ ٱلنَّعَمِ يَحْكُمُ بِهِۦ ذَوَا عَدْلٍۢ مِّنكُمْ هَدْيًۢا بَٰلِغَ ٱلْكَعْبَةِ أَوْ كَفَّٰرَةٌۭ طَعَامُ مَسَٰكِينَ أَوْ عَدْلُ ذَٰلِكَ صِيَامًۭا لِّيَذُوقَ وَبَالَ أَمْرِهِۦ ۗ عَفَا ٱللَّهُ عَمَّا سَلَفَ ۚ وَمَنْ عَادَ فَيَنتَقِمُ ٱللَّهُ مِنْهُ ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌۭ ذُو ٱنتِقَامٍ

Inti makna

Orang beriman dilarang membunuh hewan buruan ketika ihram; ayat menerangkan padanan ternak, pangan, atau puasa sebagai ganti menurut ketentuannya.

Kaitan dengan bait

Ayat melarang membunuh buruan saat ihram dan menerangkan ganti. Larangan karena wilayah Haram, tumbuhan, dan akad nikah mempunyai dalil serta rincian lain pada syarah.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Jelaskan pokok dan batas penerapan bait 536: contoh padanan hewan dalam fikih klasik.

Lihat pembahasan jawaban

Syarah memberi contoh padanan untuk jenis satwa tertentu: hiena, kijang, merpati, dan dhab. Dhab ialah kadal gurun dalam istilah Arab, bukan semua jenis kadal yang ditemui pembaca. Perbandingan ini merupakan keputusan hukum ganti dalam tradisi fikih, bukan pernyataan bahwa hewan-hewan tersebut satu spesies atau selalu mempunyai nilai pasar yang sama.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

والكبش كالضبع

dan domba jantan sebagai padanan hiena

وعنز ظبي

serta kambing betina untuk kijang

وكالحمام الشاة

dan kambing untuk merpati

ضب جدي

serta anak kambing untuk dhab

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

والكَبْشُ كالضَّبْعِ وعَنْزٌ ظَبْيُ

Buka penggal 2

وكالحَمَامِ الشَّاةُ ضَبٌّ جَدْيُ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 536 — Contoh padanan hewan dalam fikih klasikNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan