Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 56
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Ilmu dan tanggung jawab belajar · Bait 56 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
من فرض دين الله
dari kewajiban agama Allah
في الدوام
yang terus dijalankan
كالطهر
seperti bersuci
والصلاة
dan salat
والصيام
dan puasa
Terjemahan bait 56

Dari kewajiban agama Allah yang terus dijalankan, seperti bersuci, salat, dan puasa.

Syarah · keterangan lengkap

Contoh untuk bait 55

Bait ini tidak berdiri sebagai daftar seluruh kewajiban. Ia memberi contoh ilmu yang dibutuhkan orang yang menunaikan agama: thaharah, salat, dan puasa. Bersuci berkaitan erat dengan salat, sehingga kitab fikih lazim membahas air serta najis sebelum tata cara wudu dan salat. Rangkaian pengetahuan saling menopang.

Apa yang perlu dipahami?

Untuk bersuci, pelajar perlu mengetahui perbedaan hadas dan najis, alat bersuci, serta cara melakukannya. Untuk salat, ia mempelajari syarat, rukun, hal yang membatalkan, dan penyesuaian yang sah ketika ada uzur. Untuk puasa, ia mempelajari niat, waktu, pembatal, serta keadaan yang memberi keringanan dan konsekuensinya. Rincian dipelajari menurut kebutuhan nyata, bukan sekadar menghafal judul bab.

Terus dijalankan bukan tanpa jeda

Fi ad-dawam berarti kebutuhan yang berulang sepanjang kehidupan sesuai waktunya. Salat memiliki waktu harian; puasa wajib Ramadan memiliki musimnya; bersuci dilakukan ketika diperlukan. Bait tidak memerintahkan berpuasa terus-menerus atau terus mengulang wudu karena ragu. Contoh penerapan ialah memeriksa kembali tata ibadah bersama guru sebelum memasuki Ramadan, atau mempelajari cara salat ketika sakit saat keadaan itu dialami. Pengetahuan yang dipelajari tepat waktu membantu menghindari kesalahan berulang.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 20. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

من فرض دين الله في الدوام

من فرض menyambung penjelasan ما pada bait 55. فرض majrur, دين mudhaf ilaih, dan الله mudhaf ilaih berikutnya. في الدوام menerangkan kebutuhan yang terus berulang.

كالطهر والصلاة والصيام

ك huruf perumpamaan; الطهر majrur. الصلاة dan الصيام dihubungkan kepadanya sehingga mengikuti jar. Ketiganya merupakan contoh, bukan daftar seluruh kewajiban agama.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

الصيام

Akar
ص و م
Pola / bentuk
فِعَال

Masdar dari صام يصوم, dengan perubahan waw akar menjadi ya pada masdar ini.

الطهر

Akar
ط ه ر
Pola / bentuk
فُعْل

Masdar yang berkaitan dengan kesucian. Makna fikihnya dibaca sesuai bab, bukan hanya bersih menurut kebiasaan.

Hubungan bait

Awal bait ini tidak terputus: ia memperinci ilmu yang dibutuhkan pada bait 55. Bait 57 menambah kebutuhan transaksi dan pekerjaan.

Intisari & faedah
  1. Bersuci, salat, dan puasa memerlukan ilmu pelaksanaan yang benar.
  2. Ilmu wajib diprioritaskan ketika kewajibannya akan dijalankan.
Contoh penerapan

Keadaan

Menjelang Ramadan, pelajar mengulang niat, hal yang membatalkan, dan keringanan puasa.

Cara memahami

Ia menyiapkan ilmu sebelum waktu pelaksanaan tiba.

Batas penerapan

Contoh dalam nazam tidak membatasi seluruh kebutuhan belajar hanya pada tiga ibadah tersebut.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS Al-Maaida 5:6

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًۭا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌۭ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءًۭ فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًۭا طَيِّبًۭا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍۢ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Inti makna

Perintah bersuci untuk salat melalui wudu, mandi bagi yang junub, serta tayamum ketika memenuhi sebabnya; Allah menghendaki penyucian dan kemudahan.

Kaitan dengan bait

Ayat memberi dasar perintah bersuci untuk salat, salah satu kebutuhan ilmu yang disebut bait.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Huruf ك pada كالطهر berfungsi sebagai apa?

Lihat pembahasan jawaban

Huruf jar untuk memberi contoh/perumpamaan, sehingga الطهر dan kata yang dihubungkan kepadanya menjadi majrur.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

من فرض دين الله

dari kewajiban agama Allah

في الدوام

yang terus dijalankan

كالطهر

seperti bersuci

والصلاة

dan salat

والصيام

dan puasa

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

مِن فَرضِ دينِ اللهِ في الدَّوامِ

Buka penggal 2

كالطُّهْرِ والصلاة والصيامِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 56 — Bersuci, salat, dan puasa sebagai kebutuhan rutinNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan