Lewati navigasi
Pustaka TEMAS / Zubad · Bait 57
Koleksi belajar
FIKIH SYAFI‘I · BAIT 1–539

Matan Zubad

Imam Ahmad bin Husain bin Ruslan asy-Syafi‘i (w. 844 H)

صَفْوَةُ الزُّبَدِ
Pengaturan tampilan

Pilihan ukuran tersimpan di peramban ini.

Ketuk kata Arab untuk artinya. Pilih Syarah untuk uraian lengkap, atau 7 lainnya untuk bahasa, dalil, dan latihan.

← Daftar bait

Ilmu dan tanggung jawab belajar · Bait 57 dari 539

Mufradat · arti kata dan frasa
والبيع
dan [ilmu] jual beli
للمحتاج للتبايع
bagi orang yang membutuhkan transaksi jual beli
وظاهر الأحكام
dan hukum-hukum yang nyata diperlukan
في الصنائع
dalam berbagai pekerjaan
Terjemahan bait 57

Dan [ilmu] jual beli bagi yang membutuhkan transaksi, serta hukum-hukum yang tampak dalam berbagai pekerjaan.

Syarah · keterangan lengkap

Ibadah tidak terpisah dari penghidupan

Kewajiban belajar tidak hanya mengenai salat dan puasa. Orang yang berdagang memerlukan pengetahuan tentang akad, kerelaan, kejelasan barang, larangan penipuan, serta persoalan lain yang terkait usahanya. Orang yang menerima pekerjaan perlu memahami amanah, kesepakatan upah, dan tanggung jawab atas hasil kerja. Hukum yang diperlukan berubah mengikuti kegiatan yang dijalani.

Belajar sebelum terlanjur

Seorang pedagang daring sebaiknya memastikan apa yang dijual, bagaimana hak pembeli dipenuhi, dan kapan pembayaran serta penyerahan dilakukan. Jika bentuk transaksi rumit, ia perlu meminta penjelasan ahli dengan menunjukkan keadaan sebenarnya. Mengetahui istilah halal secara umum belum cukup apabila rincian akad yang digunakan belum jelas. Bait mengarahkan orang mempelajari kebutuhan praktis sebelum menimbulkan sengketa atau merugikan orang lain.

Kadar kemampuan yang dituntut

Zhahir al-ahkam menunjuk aturan yang nyata diperlukan dalam pekerjaan, bukan kewajiban setiap pekerja menjadi mujtahid. Tukang perlu mengetahui batas amanah dan larangan merusak; pengelola uang perlu memahami tanggung jawab dana yang dititipkan. Pengetahuan teknis pekerjaan juga diperlukan agar amanah ditunaikan dengan baik. Pelajaran utamanya ialah mencari nafkah dengan ilmu serta kejujuran, dan berani menunda keputusan ketika belum mengetahui ketentuan yang menentukan hak orang lain.

Rujukan: Ghayat al-Bayan, halaman tercetak 20. Uraian Indonesia dan contoh merupakan susunan pembelajaran.

Buka halaman sumber ↗

Catatan teks dan semua rujukan

I‘rab & tarkib

Baca penggal yang dianalisis bersama matan dan bait terkait. Harakat atau kata tambahan dalam analisis dapat menunjukkan takdir untuk menjelaskan susunan; teks matan tetap dipertahankan.

والبيع للمحتاج للتبايع

البيع dihubungkan kepada contoh-contoh pada bait 56, sehingga dibaca dalam rangkaian jar. للمحتاج menerangkan orang yang memerlukannya; للتبايع melengkapi makna kebutuhan tersebut.

وظاهر الأحكام في الصنائع

ظاهر dihubungkan kepada rangkaian yang sama dan menjadi mudhaf kepada الأحكام. في الصنائع menjelaskan bidang penerapan: pekerjaan dan keterampilan yang dijalani.

Arti istilah bahasa
Mubtada & khabar
Pokok yang dibicarakan dan keterangan tentangnya dalam kalimat nominal. Keduanya umumnya marfu‘, kecuali dimasuki unsur yang mengubah hukumnya.
Fa‘il & na’ib fa‘il
Fa‘il ialah pelaku pada susunan kata kerja aktif. Na’ib fa‘il menempati kedudukan pengganti pelaku dalam susunan pasif; keduanya marfu‘.
Maf‘ul bih
Objek yang dikenai pekerjaan; umumnya manshub. Tidak setiap kata sesudah kata kerja otomatis menjadi objek.
Idhafah
Hubungan dua isim, misalnya كتابُ الطالبِ. Isim pertama disebut mudhaf, yang kedua mudhaf ilaih dan majrur.
Rafa‘, nashab, jar, jazm
Keadaan i‘rab karena kedudukan kata. Dhammah, fathah, kasrah, dan sukun ialah tanda dasarnya; kata tertentu memakai tanda pengganti atau tanda yang diperkirakan.
Jar–majrur & zharaf
Huruf jar bersama isim setelahnya membentuk jar–majrur. Zharaf menerangkan waktu atau tempat. Rangkaian ini melengkapi unsur kalimat sesuai konteks.
Na‘at, badal, ‘athaf
Na‘at menerangkan sifat; badal menjelaskan/menggantikan unsur sebelumnya; ‘athaf menghubungkan unsur dengan kata penghubung. Tanda i‘rabnya mengikuti hubungan dalam kalimat.
Takdir
Unsur atau tanda yang diperkirakan untuk menjelaskan susunan. Takdir untuk pembelajaran bukan penggantian teks asli matan.
Masdar, isim fa‘il, isim maf‘ul
Masdar menunjukkan peristiwa tanpa waktu; isim fa‘il menunjukkan pelaku; isim maf‘ul menunjukkan pihak yang dikenai pekerjaan. Makna akhir tetap mengikuti konteks.
Wazan, i‘lal, idgham
Wazan ialah pola pembentukan kata; i‘lal ialah perubahan pada huruf lemah; idgham ialah peleburan huruf tertentu. Pola asal dapat berbeda dari bentuk yang tampak.
Sharaf kata kunci

Akar, pola, dan bentuk kata pilihan dalam bait ini. Pola asal dapat berubah karena i‘lal atau idgham.

التبايع

Akar
ب ي ع
Pola / bentuk
تَفَاعُل

Masdar dari تبايع, menunjukkan transaksi timbal balik antara pihak-pihak yang berjual beli.

الصنائع

Akar
ص ن ع
Pola / bentuk
فَعَائِل

Jamak taksir dari صنيعة dalam pemakaian yang menunjuk pekerjaan atau keterampilan; maknanya ditentukan konteks.

Hubungan bait

Bait 56 memberi contoh ibadah rutin; bait ini memperluasnya kepada perdagangan dan pekerjaan. Bait 58 menambahkan penyakit hati yang dapat menyertai semuanya.

Intisari & faedah
  1. Pelaku transaksi perlu mengetahui aturan yang berkaitan dengan transaksinya.
  2. Tanggung jawab pekerjaan mempunyai dimensi amanah dan hak orang lain.
Contoh penerapan

Keadaan

Penjual menawarkan barang yang cacat tanpa menjelaskannya kepada pembeli.

Cara memahami

Ia perlu belajar kejujuran deskripsi, kerelaan pihak-pihak, dan hak pembeli.

Batas penerapan

Bait ini mengarahkan kebutuhan ilmu; rincian setiap bentuk akad dipelajari tersendiri.

Dalil pendukung

Perhatikan kaitan setiap dalil dengan bait. Sebagian mendukung tema umum; rincian hukum tetap dibaca melalui syarah.

QS An-Nisaa 4:29

Teks ayat; inti makna Indonesia disusun untuk pembelajaran, bukan terjemahan lengkap.

Baca teks ayat

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوٓا۟ أَمْوَٰلَكُم بَيْنَكُم بِٱلْبَٰطِلِ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَٰرَةً عَن تَرَاضٍۢ مِّنكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًۭا

Inti makna

Larangan mengambil harta secara batil; perdagangan berlangsung atas kerelaan para pihak. Ayat juga melarang membunuh diri/sesama.

Kaitan dengan bait

Ayat melarang memakan harta secara batil dan menyebut perdagangan dengan kerelaan; menjadi dasar penting etika transaksi.

Buka sumber lengkap ↗
Latihan & hafalan

Pahami bait

Mengapa ilmu jual beli ditekankan bagi للمحتاج للتبايع?

Lihat pembahasan jawaban

Karena orang yang menjalankan transaksi membutuhkan pengetahuan tentang ketentuan kegiatan yang ia lakukan.

Uji mufradat

Coba sebutkan arti lafaz sebelum membuka jawabannya.

والبيع

dan [ilmu] jual beli

للمحتاج للتبايع

bagi orang yang membutuhkan transaksi jual beli

وظاهر الأحكام

dan hukum-hukum yang nyata diperlukan

في الصنائع

dalam berbagai pekerjaan

Latihan hafalan

Ucapkan penggal bait, lalu buka teksnya untuk mencocokkan.

Buka penggal 1

والبَيْعِ للمُحْتَاجِ للتَّبَايُعِ

Buka penggal 2

وظَاهِرِ الأَحكامِ في الصَّنَائِعِ

Arab22
BERSAMA MENYEMPURNAKAN PUSTAKA

Catatan & masukan pembaca

Ada yang perlu diperbaiki? Bantu kami melalui koreksi, saran, atau rujukan.

Untuk Matan Zubad — Bait 1–539 · Bait 57 — Ilmu untuk jual beli dan pekerjaanNaskah 3 · materi pendamping 3

Masuk dengan Google agar nama terisi otomatis dan masukan terhubung ke riwayat serta penilaian poin kontribusi.

Beri masukan Nama wajib diisi · tanpa daftar akun
Kutip teks yang ingin dikoreksi opsional
Tambahkan usulan perbaikan & rujukan opsional

Masukan ditelaah pengelola sebelum ditampilkan. Nama yang diisi ikut tampil jika masukan diterbitkan.

Catatan yang telah ditinjau 0

Belum ada catatan yang ditampilkan untuk bagian ini. Masukan Anda tetap dapat dikirim kepada pengelola.

Beri masukan